TOH Level Up

TOH Level Up
Tiga pemuda Vs tiga bangsa



“Jack aku serahkan tiga golongan bangsa siluman itu kepadamu. Fahmi dan Alak kalian bantu Jack, setelah kalian selesai bantu ke dalam kota Jombang. Sebab perang terpusat di Jombang. Kak Nurul bisakah Kakak mengkoordinir orang-orang Kediri untuk merapikan perbatasan ini. Menguburkan mereka yang gugur dengan selayaknya?” ucap Wahyu membagi tugas pada kesatria yang tersisa.


“Bisa Wahyu saya akan mengumpulkan orang-orang untuk mengebumikan para kesatria yang gugur. Lalu kau hendak ke mana Wahyu, apa kau tak ingin singgah dahulu di pondok almarhum kakekmu?” ujar Nurul bertanya balik pada Wahyu.


“Aku yang ini hanya bayangan Kak yang nyata bukanlah aku. Maaf kami telat dan baru datang saat semua telah gugur. Sebelumnya mataku terpusat pada sekelompok siluman sakti yang jua dari bangsa serigala yang berjumlah ratusan. Kalau mereka tak aku tumpas akan sangat berbahaya. Jadi aku terlena lalu terlupa akan pertempuran perbatasan ini,” jawab Wahyu.


“Tak apa Wahyu semua sudah terjadi dan anggap saja ini adalah suatu takdir. Tapi kami lega kau sudah kembali dari pengembaraanmu. Maaf ya Wahyu aku tidak bisa menyelamatkan Mbak Putri Ibumu,” ucap Nurul malah meminta maaf pada Wahyu.


“Tidak apa Kak, seperti yang kak Nurul bilang. Anggap saja semua ini adalah takdir bagi kita semua. Fahmi, Alak, tolong dampingi Jack. Aku pergi dahulu jangan sampai kalian mati di sini. Aku tunggu kalian di pusat kota Jombang,” ucap Wahyu lalu melesat kembali bagai lontaran meriam ke atas langit. Bagai sinar kuning dengan bentuk lontaran kilat. Begitu cepat ke arah kota Jombang.


“Baik Kak Wahyu laksanakan!” jawab Fahmi dan Alak secara bersamaan.


“Kak Nurul seperti pesan dari Kak Wahyu. Pergilah Kak dan lekas koordinasi orang-orang di desa terdekat. Tapi tunggu aba-aba dari kami, sebab jikalau orang-orang lekas datang kemari sanggatlah berbahaya. Tunggu kami memusnahkan tiga negara siluman itu. Lekas pergilah Kak Nurul dan bawa jasad Komandan Rafi bersamamu,” ucap Si Jack mengeluarkan gulungan besar yang selama ini ia bawa di balik punggungnya. Belum pernah sekali saja gulungan itu ia gunakan. Kali ini rupanya Si Jack cukup serius, sehingga ia mengeluarkan gulungan sakti yang besar yang selalu ia bawa di belakang punggungnya.


“Kau serius rupanya Jack, baiklah kalau begitu. Alak mari kita selesaikan ini dengan cepat,” ucap Fahmi langsung menggunakan teknik tangan dewa kematian dari klan Lukman.


“Ayo pemimpin-pemimpin pemuda level up. Majulah dan seperti tiga pemuda sebelumnya. Dengan senang hati akan aku binasakan kalian. Sebelumnya ratusan pemuda saja kami bunuh. Apalagi ini kalian hanya sisa tiga pemuda,” teriak Nyi Kalong yang berada di barisan paling depan dari tiga bangsa siluman.


“Nyi Kalong terima kasih sudah menghidupkan bangsa siluman babi kembali. Kali ini kami akan sangat senang membantumu membinasakan manusia di kota Kediri. Tetapi jangan lupa anak perawan adalah jatah kami para siluman babi,” ujar Raja dari siluman babi yang telah hidup kembali. Mereka memang gemar menyantap daging anak perawan.


“Tetapi jangan lupakan bangsa kami manusia babi. Boleh saja kalian menyantap daging perawan-perawan di kota Kediri. Sebelumnya biarkan kami meminum darahnya terlebih dahulu,” sela Raja manusia serigala menimpali.


“Sudah kalian jangan bertengkar yang jelas kita selesaikan dahulu tiga pemuda itu. Sebab kalau tiga pemuda itu masih hidup. Kita tak akan bisa membantai manusia di dalam kota Kediri,” ucap Nyi Kalong menengahi pembicaraan antara Raja manusia babi dan Raja manusia serigala.


“Hanya mereka bertiga Nyi, apa tidak ada yang lebih istimewa lagi musuh kita. Apa Wahyu dan Elang pasangan emas yang digadang-gadang menjadi pengganti Jaka dan Dava itu tidak datang. Apa mereka ketakutan akan kekuatan tiga bangsa siluman?” cerocos Raja manusia serigala menyombongkan diri.


“Sudahlah Raja manusia serigala yang penting kita selesaikan saja yang ada di depan kita terlebih dahulu. Setelahnya kita cari Wahyu dan Elang yang kau maksudkan itu,” ucap Raja manusia babi.


“Karena kalian sudah aku bangunkan kembali. Jadi aku harap kalian menuruti perintahku kali ini dan jangan banyak protes,” sela Nyi Kalong.


Sementara itu di kubu para kesatria manusia. Jack mulai menggelar gulungan saktinya yang ternyata begitu panjang. Sampai-sampai panjangnya sama dengan dinding perbatasan. Lalu ia mulai menggambar tiga bentuk hewan dari perwakilan tiga kekuatan.


Tetapi Fahmi dan Alak hanya tersenyum melihat gambar Jack. Mereka tahu cukup tiga gambar saja bisa membangkitkan ratusan bentuk dari tiga hewan tersebut. Walau mereka terbentuk dari tinta spidol khusus yang dipegang oleh Jack. Tapi kekuatan hewan yang akan keluar nanti. Tak akan kalah dengan pasukan tiga bangsa siluman yang ada di depan mereka.


“Bismillah pergilah kalian hewan-hewanku,” sedikit ucap Jack lalu keluarlah ratusan hewan dari tiga bentuk Rajawali, harimau dan singa. Mereka keluar dari atas gulungan sakti milik Jack yang memanjang sepanjang dinding perbatasan Badas dan berlari menyerang pasukan tiga bangsa siluman.


“Fahmi ayo kita mulai,” ucap Alak mengajak Fahmi mulai menyerang.


Tampak Alak mulai merentangkan busur apinya ke atas langit. Satu anak panah api ia lontarkan ke atas langit. Ajaibnya anak panah itu memecah menjadi ribuan anak panah. Seakan lurus meluncur ke arah pasukan tiga bangsa siluman.


Sedangkan Alak mulai membentuk segel tangan dewa api. Kali ini berbeda dengan segel tangan dewa api kematian sebelumnya yang pernah ditunjukkan oleh Alak.


Alak membentuk sebuah lingkaran besar berwujud api dari bentuk cakar yang dipadukan kedua tangannya. Lalu muncullah peluru-peluru api yang langsung membombardir ke arah pasukan tiga bangsa siluman.


“Apa ini, kenapa mereka memiliki teknik-teknik legenda TOH era tua. Sebenarnya siapa mereka itu, apa mereka keturunan-keturunan langsung para petinggi TOH era tua?” ucap Nyi Kalong.


Tetapi belum sempat Nyi Kalong memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Pasukan tiga bangsa siluman sudah habis kembali oleh tiga jurus legendaris yang digunakan Fahmi, Alak dan Jack.


Bahkan tiga Raja siluman dari tiga bangsa. Belum sempat beranjak dari tempatnya. Mereka tiada sadar jua sudah dilewati oleh tiga kesatria manusia yang mereka hadapi.


“Eh Nyi Kalong apa kau tidak merasa aneh?” ucap Raja manusia babi merasa ada yang aneh pada tubuhnya.


“Benar seperti ada yang hilang dari tubuhku Nyi,” timpal Raja manusia serigala.


Tanpa mereka sadari tubuh dari masing-masing Raja tiga bangsa siluman itu sudah terbelah dua. Tubuh mereka perlahan hancur menjadi abu.


“Sialan kalian tiga pemuda perbatasan Badas. Bahkan kami tidak sempat mengelak dari serangan kalian. Apa pantas kalian disebut kesatria?” ucap Nyi Kalong yang bahkan sudah tinggal kepalanya saja.


“Halah hanya besar di perkataan saja mereka. Eh Jack minta rokokmu satu batang, dari tadi belum merokok aku,” ucap Fahmi sudah menghilangkan teknik tangan dewa api kematiannya. Malah meminta sebatang rokok pada Alak.