
Dua kembar Yayu Yuwana saling bertarung tanpa henti. Saling jual beli serangan dan tak ada yang mau mengalah. Padahal mereka adalah saudara kembar yang selama hidupnya semenjak kecil selalu bersama.
Tapi suatu hari naas di emperan rumah masa kecil mereka. Yayu Yuana yang berstatus lebih tua beberapa jam di culik oleh sebuah bayangan aneh. Pada akhirnya mereka terpisah dan sama sekali tidak pernah bertemu.
Sesungguhnya bayangan aneh yang menculik Yayu Yuana yang berusia lebih tua adalah Adhiyaksa Raja dari dunia kegelapan dan para setan. Bahkan Adhiyaksa memutar balikkan fakta dengan membuat drama singkat. Sebuah drama ilusi yang tak nyata di ingatan Yayu Yuana yang ia culik.
Menanamkan sebuah ingatan bahwa dia adalah Ibunya. Semenjak kecil memang Adhiyaksa selalu mengubah wujudnya menjadi mirip sang Ibu Yayu Yuana. Terus mengajarinya sebuah kekuatan dan pemahaman serta ilmu juga teknik-teknik sihir kegelapan.
Lalu ia membuat panggung sandiwara. Seolah-olah Ibu yang tak lain adalah perwujudan Adhiyaksa mati terbunuh oleh Ayahnya sendiri. Bahkan Ayahnya dibuat seolah-olah mati bunuh diri dengan cara menggunakan teknik segel ledakkan.
Hingga dewasa Yayu Yuana dipengaruhi oleh dendam pada manusia akibat ilusi dari Adhiyaksa. Suatu ketika manusia menyerang kerajaan Adhiyaksa yang dipimpin oleh Jaka dengan pasukan organisasi TOH yang dibantu lima kota besar lainnya. Saat itu kembali Adhiyaksa memanipulasi otak dari Yayu Yuana.
Membuat seolah-olah manusia adalah setan dan setan adalah manusia. Dari saat itu Yayu Yuana yang berstatus lebih tua begitu dendam dengan manusia. Karena saat itu seluruh setan yang dia anggap adalah manusia terbantai habis tak bersisa. Bahkan kerajaan dari Adhiyaksa hancur lebur.
Mengenai saudara kembarnya yang lebih muda darinya yang ternyata memiliki nama sama dengannya. Adhiyaksa pernah bercerita saat masih merawat Yayu kecil dan masih mengubah wujudnya menjadi Ibu.
Adhiyaksa berkata saat itu, bahwa Yayu memiliki saudara kembar namun telah diculik setan. Hal ini yang dimaksudkan Adhiyaksa sebagai setan adalah manusia. Maka Adhiyaksa memerintahkan Yayu suatu hari nanti mencarinya dan mengajaknya pulang. Padahal semua cerita Adhiyaksa adalah kebalikannya.
Dar, dar, dar,
Secara terus menerus pedang dan tongkat sihir terus beradu tiada henti. Bahkan keduanya tengah terluka parah. Sebab sama-sama sakti, sama-sama mumpuni.
Tiba-tiba ada kilatan petir dari kejauhan yang menyambar kedua senjata mereka yang beradu tanding. Petir tersebut berasal dari tangan Halilintar. Kebetulan Halilintar sedang melintas terbang di atas mereka setelah mengurus Sultonnirojim bersama para pemuda klan Lukman.
Dar,
Kedua Yayu terpental berlawanan arah dan keduanya ditangkap oleh kedua orang tua mereka. Yayu Yuana yang berstatus kakak di pegang oleh Mr. Co sang Ayah. Sedangkan Yayu Yuana yang berstatus Adik di tangkap oleh Madam Sahara. Kedua Yayu tampaknya telah pingsan, sebab terlalu banyak mengeluarkan energi saat keduanya bertarung.
Walau petir dari Halilintar tidak seberapa kuat energinya saat di lontarkan. Tetapi kedua Yayu telah begitu letih, sehingga gampang sekali mereka terpental dan tak sadarkan diri. Rupanya keduanya jua tengah terluka parah.
“Loh Madam Sahara dan Mr. Co kenapa bisa kalian hadir di masa ini. Bukankah kalian adalah legenda yang diceritakan para orang tua. Sebuah cerita dua pasang pendekar penguasa tanah Ijo dan abang atau dalam bahasa Indonesia hijau dan merah yang berarti tanah Jombang di masa sebelum kami. Siapa yang memanggil kalian ke era level up ini?” ujar Halilintar turun perlahan langsung berdiri di tengah-tengah antara Madam Sahara dan Mr. Co yang tengah memegangi kedua Yayu.
“Benar Mas Hal aku yang memanggil mereka. Sebab beberapa saat lalu aku merasakan aura dahsyat pertarungan dua wanita sakti ini dari kejauhan. Saat aku tahu jenis dan pancaran auranya. Aku langsung mengenali aura milik siapa dan siapa yang tengah bertarung. Maka aku putuskan untuk memanggil kedua orang tuanya,” timpal Wahyu yang datang dengan berjalan cepat bersama Dwi yang ada menyusul di belakangnya.
“Eh, bukannya yang ada di pelukan Madam Sahara itu Senja, eh apa Nyi Dasima, apa Yayu Yuana. Ah jadi bingung nama mana yang sebenarnya yang asli,” ucap Halilintar menggaruk-garuk kepalanya.
“Nama Senja saat ia menemanimu sebelum masuk ke dalam organisasi TOH. Benar bukan Halilintar dan nama Senja yang digunakannya waktu itu hanya sekedar nama. Bukannya kau sendiri yang memanggilnya Senja tanpa menanyakan nama sebenarnya,” ucap Dwi mengingatkan tentang kisah kasih asmara Halilintar bersama Senja di masa remajanya yang pada akhirnya Halilintar tahu kalau Senja adalah Yayu Yuwana.
Halilintar tahu akan Senja adalah Yayu Yuana. Saat rapat terakhir sebelum perang dahsyat tiga tahun belakangan ini terjadi. Saat itu Senja yang ternyata Yayu Yuana yang bersifat baik dan lebih muda dari Yayu Yuana yang sekarang dipegang Mr. CO sang Ayah. Datang bersama bangsanya dan sebenarnya mereka bukanlah bangsa manusia.
Melainkan bangsa peri yang sedari jutaan tahun lalu menyamar menjadi manusia. Mereka membaur dengan masyarakat pada umumnya tanpa ada satu orang yang mengetahui. Hanya kelompok para petarung di organisasi TOH saja yang mengetahui hal ini, itu jua hanya para petinggi. Sedangkan punggawa lain tak mengetahuinya.
Saat itu Senja yang tak lain Yayu Yuana datang mewakili bangsa peri. Sebagai persekutuan ribuan tahun dengan bangsa manusia. Mereka ikut andil dalam perang tiga tahun ini sebagai sahabat manusia. Bergabung membela manusia bahu-membahu mempertahankan kota Jombang.
“Benar Mas Hal Senja itu nama yang kau berikan saat dia menjadi kekasihmu. Memang bangsa peri tidak pernah tua dan berusia panjang. Lalu nama Yayu Yuana adalah nama yang diberikan oleh Adhiyaksa. Nama ini yang melekat pada kita, karena kita tahunya salah satu anak Adhiyaksa ada yang bernama Yayu Yuana. Tanpa kita tahu sebenarnya mereka adalah Tuan Putri dari bangsa peri dan mereka kembar,” ucap Wahyu menjelaskan asal-muasal nama Yayu Yuana.
“Benar Nak Halilintar apa yang dikatakan Nak Wahyu dan Nak Dwi semuanya benar. Tetapi nama yang sebenarnya dari anak kami berdua bukanlah yang kalian katakan. Nama putri kami yang lebih muda yang di pegang istriku namanya Nyi Kembang. Lalu yang ada bersamaku ini adalah Nyi Dasima. Sebenarnya mereka tidak kembar dan lahir berbeda jamnya saja. Tetapi kebanyakan dari bangsa kami memang berwajah mirip-mirip. Jadi terlihat seperti kembar dan kami mohon ijin untuk membawa anak kami pulang,” ucap Mr. Co.
“Loh kok pulang, ya, Senja, eh maaf Nyi Kembang,” ujar Halilintar seakan merasa kehilangan kekasihnya dahulu.
“Tenang Nak Halilintar kami tetap merestui hubungan kalian berdua. Suatu saat nanti saya tetap mengizinkan Nyi Kembang bertemu denganmu. Tetapi apakah kalian bisa bersatu sebab kami makhluk abadi sedangkan kau Nak Halilintar manusia dan bisa tua?” ucap Madam Sahara.
“Baiklah kalau begitu lekaslah kalian pergi. Sebelum kalian diketahui makhluk lain yang tengah berperang dengan kami para manusia. Biarkanlah Mas Hal dengan elegi cinta remajanya,” ucap Wahyu menunjukkan jarinya ke arah bagian kosong di sekitar mereka.
Tiba-tiba sebuah portal gaib penghubung antar dimensi terbuka. Lalu Madam Sahara dan Mr. Co memasuki portal gaib tersebut dengan membawa kedua putrinya. Secepat kilat setelah Madam Sahara dan Mr. Co memasuki portal. Wahyu segera menutupnya kembali agar tiada satu makhluk pun tahu atas kedatangan mereka.
“Ya Dek Senja, eh Nyi Kembangku,” ujar Halilintar bersedih hati.
“Halah jangan lebay kamu Mas Hal, masih banyak setan-setan yang harus kita binasakan. Lihatlah hari sudah hampir pagi, kalau sampai pagi kita tak bisa menghentikan perang. Bisa jadi perang akan terus berkecamuk lebih lama lagi. Sebab aku merasakan ada gelombang hitam dari lima sisi yang mulai masuk ke dalam kota Jombang,” ujar Wahyu.