TOH Level Up

TOH Level Up
Dua puluh



Sering, tang, teng,


Suara pertempuran di atas tembok perbatasan Badas semakin lama semakin sengit. Walau gerimis tengah melanda seluruh area perbatasan Badas.


Tetapi percikan api dari benturan dan gesekan senjata pemuda Kediri divisi atas dan sayap-sayap siluman kalong. Tetap membakar beberapa pohon bambu yang ada di sekitar mereka.


Suasana semakin gaduh sebab telah terjadi dua pertempuran. Satu pertempuran di area bawah, pas di depan tembok perbatasan.


Pasukan divisi yang dipimpin oleh Kapten Onal. Melawan pasukan bangsa siluman paling bengis yakni siluman babi. Sedangkan divisi atas yang dipimpin oleh Kapten Rafi melawan pasukan dari bangsa siluman kalong yang dipimpin oleh Nyi Kalong.


Sementara pasukan utama pemuda Kediri yang dipimpin oleh Komandan Evan. Bergerak mengendap melewati samping area sawah. Mereka berjalan jongkok perlahan memutar arah. Agar tidak ketahuan oleh bangsa siluman babi.


Sebab di belakang siluman babi, ada puluhan bangsa manusia serigala yang tengah bersiap. Membuat serangan susulan kepada pasukan divisi Onal yang tengah melawan pasukan siluman babi.


“Komandan kenapa kita tidak langsung menyerang dari depan? Atau kita membantu divisi Kapten Onal saja,” ucap salah satu anggota yang ada di bawah Komandan Evan.


“Kalau seperti itu kita akan mudah dikalahkan mereka. Sebab ada pasukan susulan dari bangsa Serigala itu. Mereka sanggatlah licik menempatkan pasukan siluman babi yang beringas di depan. Lalu membuat serangan susulan saat pasukan kita sudah kelelahan atau mungkin sudah berkurang banyak. Dengan kata lain pada akhirnya kita kalah jumlah lalu musnah,” jawab Komandan Evan yang hanya memiliki pasukan bersumlah dua puluh orang saja.


Namun pasukan di bawah komando komandan Evan bukanlah sembarangan. Mereka pemuda-pemuda pilihan dari marga dan klannya masing-masing. Kebanyakan dari dua puluh anggota pasukan di bawah komando Komandan Evan. Setara dengan seratus orang di bawah arahan Kapten Onal dan Kapten Rafi.


“Tetap waspada dan jangan lengah. Para pemuda dari bangsa manusia itu selalu banyak cara dan taktik. Bisa saja mereka tiba-tiba muncul di depan kita. Bisa saja mereka tiba-tiba mendapat bala-bantuan dari kelompok TOH pemuda dari kota Jombang,” oceh Raja dari manusia serigala yang tengah berbaris di tengah-tengah persawahan.


“Tuan Raja kenapa kita tidak ikut menyerang ke dalam kota Jombang saja seperti bangsa siluman yang lain. Kenapa kira harus repot-repot membantu babi itu menyerang Kediri. Bukankah mereka tidak ada kepentingannya sama sekali dengan perang kali ini. Bangsa babi itu hanya memiliki kepentingan dendam puluhan tahun silam. Kenapa kita membantu mereka?” ucap salah satu manusia serigala berpangkat prajurit di samping manusia serigala yang berpangkat Raja.


“Kau Bodoh! Maka dari itu kau selalu menjadi prajurit selama berpuluh-puluh tahun. Kalau kita tidak menghentikan pemuda Kediri di sini. Mereka pasti akan menghentikan kita di dalam kota Jombang. Sebab lima kota basis para pemuda-pemuda petarung gaib itu telah bersepakat bekerja sama selama ribuan tahun lalu,” ucap Raja dari manusia Serigala memarahi prajuritnya tersebut.


“Raja ada bau manusia dari arah timur dengan jumlah dua puluh orang. Mereka mendekat ke arah kita,” ucap salah satu prajurit manusia serigala yang lain memberi laporan.


“Rupanya Komandan Evan anak Haji Hadi itu sudah bergerak. Mari kita lihat apa dia sehebat gurunya dari kota Jombang yakni Haji Jaka. Hai Prajurit, apa kau sudah mendapat kabar. Tentang para pasukan serigala abadi, para serigala yang bertapa ribuan tahun yang telah saya bangunkan dan saya minta kemari itu?” ujar Raja manusia serigala.


“Maaf Tuan Raja, saya mendapatkan kabar dari mata-mata kita. Jikalau pasukan yang Tuan Raja maksudkan sudah kalah oleh tiga orang kesatria dari Jombang di desa Genuk Watu Jombang. Salah satu dari tiga pemuda tersebut adalah Wahyu ketua pemuda seluruh kota Jombang,” jawab prajurit tersebut.


Lalu ada beberapa pisau terbang dengan diselimuti aura api di sekitar badan pisau. Terus meluncur secara berputar ke arah tengah barisan pasukan manusia serigala.


Sering, sering, sering,


Argtz,


Beberapa manusia serigala akhirnya tumbang. Karena terbabat oleh pisau terbang yang datang secara tiba-tiba. Mereka hancur berkeping-keping terbakar menjadi abu.


“Tidak usah kau menghampiri atau datang kepada kami Raja. Kami yang akan datang ke mari ke hadapanmu,” celoteh Komandan Evan yang ternyata sudah berada pas di depan Raja manusia serigala dengan posisi berdiri sambil membawa pedang apinya.


Sementara sembilan belas anggotanya yang lain sudah berjibaku. Bertarung di tengah-tengah-tengah barisan manusia serigala. Bahkan bangsa manusia serigala dikejutkan serangan dua puluh pemuda Kediri pimpinan Komandan Evan tersebut. Sehingga dengan singkat hampir seperempat pasukan bangsa serigala telah habis dibabat oleh pemuda dua puluh divisi Komandan Evan.


“Kurang ajar kau Evan, manusia licik kau menggunakan taktik cepat dan mencurangi kami. Tanpa aba-aba dan pemberitahuan akan penyerangan. Kau menyalahi aturan perang anak muda!” teriak Raja manusia Serigala melompat mundur menjauh dari Evan.


“Sejak kapan setan memedulikan aturan perang Raja. Sejak kapan setan punya etika dalam peperangan. Bukankah kalian selalu menipu dan mempengaruhi bangsa manusia. Bahkan kalian memperalat separuh dari anggota TOH era tua yang lemah iman. Lalu menggunakan mereka untuk melawan Haji Jaka. Sehingga kalian menang dan dapat membunuh para tetua TOH itu?” ucap Evan mengingatkan Raja manusia serigala yang jua ikut andil dalam pemusnahan masal TOH era tua oleh para setan dan siluman.


“Jangan banyak tingkah kau anak kemarin sore. Terima seranganku dan matilah kau dengan cakarku ini,” teriak manusia serigala melayangkan serangan sambil melompat ke arah Evan.


Tetapi dengan sigap Evan yang sudah ahli dalam silat gaib dan kekuatan levelnya sudah setara dengan para petinggi pemuda TOH era level up. Dapat menghindari serangan-serangan yang dilayangkan oleh Raja manusia serigala.


Tiba-tiba Raja manusia serigala berhenti menyerang dan berdiri mematung sejenak. Ternyata Bulan merah darah bulat sempurna di atas langit kembali terlihat. Secara kebetulan dan keberuntungan bagi bangsa manusia serigala.


Tiba-tiba gerimis reda dan awan agak sedikit tersibak. Pas di balik awan-awan gelap berarak yang menyibak muncullah bulan merah darah. Hal ini membuat seluruh bangsa siluman manusia serigala berhenti sejenak.


Lalu mereka bertransformasi menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih menyeramkan. Bahkan dari tubuh mereka muncul aura-aura hitam pekat dengan daya aura yang sangat mengerikan.


“Celaka kenapa harus saat-saat seperti ini hujan reda dan langit tersibak. Sehingga bulan merah darah itu terlihat,” gerutu Evan khawatir akan keadaan yang menguntungkan para manusia serigala.