TOH Level Up

TOH Level Up
Pasukan Macan



“Kau kira dengan membunuh sahabatku Josh. Kau sudah memenangkan perang kali ini. Kalau begitu anggapanmu kau salah besar. TOH adalah sebuah organisasi masa yang bergerak dibidang teknik-teknik dan jurus gaib yang mampu membuat regenerasi emas di setiap masa petarung mereka. Kali ini jangan senang dahulu wahai raja mumi, masih ada aku yang harus kau lawan,” ucap Rudi membawa pedangnya dan pedang milik Josh yang memiliki satu tipe keistimewaan yakni berselimut cahaya.


“Jangan terlalu banyak bicara kau Rudi. Berapa banyak pun keturunan kalian para TOH. Akan kami binasakan hingga akar-akarnya. Bahkan kami akan membunuh wanita hamil beserta janinnya. Agar tidak ada lagi TOH di muka bumi yang akan muncul kembali. Majulah Rudi buktikan ucapanmu kalau kau memang tangguh,” oceh Raja mumi mengayunkan kapaknya.


“Baiklah terima ini Raja mumi biadab!” teriak Rudi menyabetkan dua pedang berbalut cahaya ke arah Raja mumi dari kejauhan.


Namun cahaya dan sinarnya bagai tebasan yang lurus mengarah menuju Raja mumi. Tapi Raja mumi seakan hanya tersenyum saja. Sebab ia dengan mudah menghindari sinar dari sabetan pedang milik Rudi.


Rudi kembali beberapa kali menyabetkan dua pedangnya. Sehingga membuat sinar panjang serupa tebasan agak berlipat jumlahnya ke arah Raja mumi. Namun tetap saja Raja mumi sudah mengantisipasi hal ini.


Walau tertebas menjadi beberapa bagian. Raja mumi tetap hidup dan menyatu kembali, menjadi satu bagian utuh.


“Apa kau sudah selesai menyerang Rudi. Apa hanya seperti itu saja teknik seorang panglima TOH. Kali ini bergantian biar aku yang menyerang kau,” namun belum selesai mumi berbicara.


Tanpa Rudi menyadari sebenarnya Raja mumi telah menebas tubuh Rudi dengan kampaknya. Bahkan Sang Raja mumi telah melewatinya terlebih dahulu.


Teknik pengecohan lawan dengan terus mengajak bicara. Ternyata bukan hanya dimiliki oleh Lurah Dava saja. Kali ini teknik itu digunakan oleh Raja mumi.


Bruk,


Tubuh Rudi terbelah menjadi dua dan jatuh di atas genangan darahnya sendiri. Setelah dua panglima gugur para prajurit atau rekan anggota TOH yang sebelumnya dalam naungan Josh dan Rudi. Menjadi kocar-kacir tak menentu, mereka lari tunggang langgang.


Sebagian ada jua yang telah gugur dan sebagian lagi mundur perlahan. Walau begitu sebagian besar masih tetap melawan. Menahan pergerakan para mumi dan zombi yang terus meringsek masuk ke dalam kota melewati jalur selatan.


“Terus bunuh, habisi, hancurkan barisan TOH itu. Jangan sisakan satu jua di hadapan kalian. Walau anak-anak yang ada di hadapan kalian bunuh saja atau bila perlu kalau kalian lapar makan saja,” teriak Sang Raja Mumi memberi komando mengerikan pada bala tentaranya.


“Bagaimana ini kawan? Dua panglima kita telah gugur. Kita harus bagaimana untuk melawan mereka tanpa komando dari pimpinan. Sedangkan separuh dari kita sudah binasa. Mungkin kali ini kita tinggal seperempat kekuatan yang lain juga telah melarikan diri,” ujar salah satu punggawa klan Raji pada temannya sesama punggawa klan Raji di sebelahnya.


“Walau kita tanpa komando dari dua Panglima kita sebelumnya. Kita harus tetap berjuang sampai titik darah penghabisan. Kuatkan iman kita bahwa kita adalah ras manusia. Harapan terakhir masyarakat kota ini. Jikalau kita menyerah lalu siapa lagi yang melindungi area selatan kota Jombang,” ujar punggawa Raji yang menjawab pertanyaan temannya sambil terus bertarung.


Namun tak seberapa lama kedua pasukan klan Raji yang tengah bercakap tadi telah tewas jua. Tubuhnya telah tercincang menjadi beberapa bagian. Bahkan kepalanya sudah tidak utuh jua. Sebab mata dan otaknya telah hilang dimakan para zombi.


Tapi langkah pergerakan ratusan bala tentara mumi dan Zombi rupanya terhenti. Bahkan tampak mereka hancur dengan cepat sampai separuh pasukan.


“Ada apa, kenapa kalian mundur kembali?” teriak Raja mumi malah menebas pasukannya yang mundur dan tak menaati komando yang ia berikan.


“Maaf tuan Raja di depan kami teradang oleh pasukan harimau Wonosalam yang dipimpin oleh seorang yang kerap dipanggil dengan panggilan Panglima Pendik,” ujar salah satu mumi yang mundur sampai ke belakang barisan. Padahal awalnya ia ada di barisan paling depan.


“Sial siapa yang berani menghadang pasukanku!” teriak Raja Mumi berjalan ke barisan depan dengan teknik gerak cepat secepat kilat.


Hoar, Har,


Ternyata yang menghadang pasukan mumi dan zombi adalah pasukan dari divisi Panglima Pendik. Sebuah pasukan yang bermukim di area hutan Wonosalam area puncak. Mereka menyerang selalu dengan kekuatan penuh. Kebanyakan dari mereka saat bertarung menggunakan teknik berubah wujud.


Sebagian mengubah wujudnya menjadi layaknya harimau sungguhan. Sebagian menjadi setengah manusia setengah macan atau sering disebut manusia harimau.


Tingkatan berubah menjadi manusia harimau tentu di atas level dari wujud sebagai harimau itu sendiri. Pasukan Panglima Pendik tergolong dalam klasifikasi klan Lukman dan mereka dari klan tersebut.


Sebab Panglima mereka bernama Pendik adalah adik kandung dari Haji Lukman yang telah gugur beberapa tahun silam. Sekarang tampuk pimpinan otomatis turun pada Panglima Pendik.


“Loh Panglima Pendik!” cetus Raja mumi hendak kembali ke barisan belakang. Tetapi dengan cepat Panglima Pendik dengan rupa setengah manusia harimaunya. Sudahlah berdiri di hadapan Raja mumi menghadangnya dari belakang.


Teknik teleportasi Panglima Pendik tentu sangat istimewa. Sebab dia termasuk dalam golongan tetua setingkat dengan Haji Jaka dan Lurah Dava.


“Mau ke mana Raja mumi buru-buru sekali. Bukankah permainan belum selesai? Tadi kamu semangat sekali. Setelah membantai para Panglima kami. Kenapa sekarang kamu mau pergi meninggalkan arena permainan?” ucap Panglima Pendik yang dahulu sering dipanggil Gus Pendik.


“Kenapa kau sampai ada di sini Pendik. Bukankah Wonosalam sudah diratakan oleh pasukan setan tengkorak dan anjing setan?” ujar Raja mumi heran kalau kelompok Panglima Pendik masih utuh dan lengkap.


“Kau kira kau saja yang mampu menggunakan teknik kamuflase transparan. Kami juga mampu menggunakan teknik tersebut. Bahkan level terendah dari pasukan macan kami mampu menggunakannya,” ujar Panglima Pendik berdiri gagah dengan wujud setengah manusia dan setengah harimau di depan Raja Mumi yang tampak sedikit ketakutan.


“Ayolah Raja Mumi kita sedikit bermain-main. Bahkan aku sudah lama tidak meregangkan otot-ototku yang terasa kaku ini. Bantulah aku untuk sedikit olah raga,” ujar Panglima Pendik tampak meregangkan otot-otot tangannya. Terlihat jua otot lengan Panglima Pendik makin membesar. Cakarnya ikut agak memanjang dan auranya semakin menakutkan. Rupanya Panglima Pendik mulai mengaktifkan level tiga dari Sang manusia harimau.