
Kembali di dalam bankker hitam area hutan Pangklungan. Dr. Dono dan Pak Toni sedang berunding akan maha karya manusia buatan yang tengah mereka produksi. Rupanya kali ini rencana berubah haluan yang semula hendak langsung menurunkan para manusia buatan. Kali ini mereka mengubah strategi merombak keseluruhan rencana awal.
“Bagaimana Pak Toni? Semua terserah kepadamu. Sebab kabar yang saya dapat dari mata-mata yang saya kirim ke arena perang. Wahyu sudah datang bahkan dia membalik keadaan di kota Jombang. Kini manusia menguasai peta kekuatan perang. Kalau demikian mungkin saja dan bukan tidak mungkin Wahyu itu sekejap mata bisa saja ada di depan kita,” oceh DR. Dono begitu cemas.
“Memang siapa Wahyu itu dari aku datang beberapa jam yang lalu. Kau hanya membahas tentang satu nama Wahyu saja. Sampai bosan aku mendengarkan ocehanmu tentang Wahyu,” jawab Pak Toni mulai kesal sambil menyulut cerutu yang sudah beberapa kali ia hidup kan dan matikan berulang-ulang.
“Kau belum tahu kekuatan pemuda nomor satu di kota Jombang era ini Pak Toni. Dia Wahyu Satria anak dari almarhum Haji Jaka yang juga tetua utama di era tua yang pernah kita punahkan dahulu,” jawab DR. Dono menjelaskan siapa Wahyu.
“Apa benar anak seperti itu ada, apa benar seperti rumor yang dibicarakan orang-orang dari mulut-ke mulut. Bahwa Wahyu itu kalau sudah datang kelar semua urusan di kota ini. Bahkan ada yang bilang dia bisa menghancurkan satu kota sendirian kalau ia mau, apa benar seperti itu Dr. Dono?” timpal Pak Toni sambil menyeruput secangkir kopi yang hampir habis di depannya.
“Benar Pak Toni, kau belum tahu saja siapa sosok Wahyu itu. Bahkan aku pernah bertemu sekali saat dia remaja. Waktu itu aku menjadi guru lab praktikum ilmu biologi di salah satu sekolah menengah di kota Jombang. Saat dia marah saja dan hanya diam. Satu sekolah akan terdiam dan auranya sungguh menakutkan. Satu lagi jangan sampai kau lupa para petarung TOH. Terutama para tetuanya atau para anggotanya di ring satu. Mereka bisa berpindah tempat dengan sekejap,” ujar DR. Dono.
“Memang benar ya apa yang aku dengar ini?” ucap Pak Toni mulai merasa ngeri dengan nama besar Wahyu Satria.
“Benar Pak Toni, semua yang aku katakan bukan bualan semata, bukan omong kosong semata. Semua yang kau dengar atas ceritaku adalah benar. Maka dari itu aku merekrut beberapa anak muda yang tergiur akan uang tapi berasal dari anggota TOH. Mereka anggota TOH ring paling bawah dan belum benar-benar yakin akan organisasi itu. Kami merekrut mereka untuk menjadi mata-mata dan sebagai penyampai berita atau info yang kami perlukan,” jelas DR. Dono.
“Lalu apa rencana kita kali ini?” ujar Pak Toni mempertanyakan akan rencana yang telah diubah oleh DR. Dono.
“Mereka yang ada di tabung itu akan kami rubah total menjadi cairan-cairan air mani atau ******. Lalu dengan secara rahasia dan dengan cara sembunyi-sembunyi pada saatnya nanti akan kami masukkan ke dalam rahim-rahim para wanita anggota TOH,” ujar Dr. Dono membabarkan rencananya.
“Lalu bagaimana kau akan melakukannya. Jangan bilang kau akan memperkosa gadis-gadis TOH itu?” sahut Pak Toni menatap DR. Dono penasaran.
“Semua bisa diatur Pak tenang saja. Semua bisa diatur kalau ada uang yang Anda cairkan untuk kami. Semua akan berjalan sesuai rencana kita. Walau bisa saja kami menculik gadis-gadis TOH itu. Tetapi itu sangat berisiko tinggi. Tenanglah dan tunggu saja kabar baik dari kami,” ucap DR. Dono sambil berdiri dan mengomando anak buahnya untuk segera mencairkan para manusia buatan yang berjumlah sepuluh buah dan keseluruhan masih ada di dalam kapsul.
Tiba-tiba seluruh kapsul seakan tertutup kabut serta air mendidih mulai muncul di dalam-dalam kapsul. Suara-suara mesin terdengar amat bising. Walau suara mesin begitu gaduh. Tetapi suara tersebut tak sampai keluar Bankker. Sebab Bankker dibuat berlapis-lapis dan kedap akan suara dari luar maupun dari dalam.
Tak seberapa lama uap air yang mendidih turun dan hilang. Terlihat beberapa kapsul kecil melayang di setiap kapsul. Kapsul kecil tersebut adalah manusia buatan yang telah diubah menjadi cairan ******.
Nantinya akan disuntikkan pada gadis-gadis TOH. Rupanya DR. Dono memiliki proyek besar yang amat jahat. Kelak ia ingin menciptakan perang besar di dalam organisasi TOH itu sendiri.
Sebuah perang besar antara ayah dan anak direncanakan oleh otak jahat DR. Dono. Kali ini wajahnya tersenyum culas dan jahat. Seakan ia begitu yakin akan keberhasilan rencananya tersebut.
“Sebentar DR. Dono, apa mungkin mereka bisa menjadi bayi dirahim para gadis TOH itu. Lalu bagaimana dengan CN. 01 dan CN. 00 yang sudah kau lepaskan. Apa kau yakin dan apa kau benar-benar yakin seratus persen akan keberhasilan rencanamu ini?” ucap Pak Toni menanyakan akan semua kemungkinan keberhasilan rencana besar DR. Dono.
“Tenang saja Pak Toni semua akan berjalan sesuai yang kita kehendaki. Bahkan Takdir tak dapat mengubah yang akan kita lakukan. Mengenai manusia buatan CN. 01 adalah hanya percobaan semata biar dia hidup berdampingan dengan para manusia itu. Pada waktunya nanti kau tinggal menekan tombol perintah yang ada di gelang jammu itu. CN. 00 ya biar menjadi peringatan bagi Wahyu dan kawan-kawannya. Bahwa akan ada era baru tak lagi manusia versus setan tapi manusia versus manusia buatan dari mesin yang kita ciptakan,” jawab DR. Dono.
“Oh ia Pak Toni, saya sarankan sekarang Anda kembali ke kota Surabaya. Siapkan saja uang sebanyak mungkin sebagai pendanaan kami di sini. Tidurlah dan istirahatlah dengan tenang di kota Surabaya. Biarkan kami bekerja dan kau tinggal menunggu hasil. Sebab kalau kau terus di sini, kami takut Wahyu itu sudah sampai di sini sebelum Pak Toni pergi. Hal itu sangat berbahaya bagi keselamatan Anda,” ujar DR. Dono mencoba menakut-nakuti Pak Toni.
“Baiklah saya akan pergi dan saya tunggu kabar baik akan hasil kerjamu DR. Dono. Sebab banyak investor luar negeri rekan atau kolega bisnis saya yang ingin segera melihat sepak terjang para manusia buatan itu. Kalau mereka dapat menghancurkan satu kota. Bagi para pemodal luar negeri yang ikut mendanai kerjamu ini. Tentu sebuah pertunjukan bagus dan mereka tentu akan memproduksi masal dan kau akan aku jadikan manajer pabrik manusia buatan nantinya,” ucap Pak Toni.
“Tenang saja Pak, aku juga tidak sembarangan bereksperimen. Kau juga tahu manusia-manusia buatan ini. Sebenarnya terbuat dari gabungan sel-sel mayat para petinggi TOH era tua. Mayat-mayat mereka rapi tersimpan di sini,” ujar DR. Dono.
“Baiklah saya pergi dulu,” ucap Pak Toni berjalan keluar Bankker melalui tangga panjang menuju atas Bankker dari dalam bersama beberapa anak buahnya.
“Silakan Pak Toni, silakan,” jawab DR. Dono menatap punggung Pak Toni yang berjalan menjauhinya.