TOH Level Up

TOH Level Up
Malam ini mati Pak Bupati



Dokter Dono begitu kesakitan sambil memegangi lengan kirinya yang sudah putus. Darah merah agak pekat dan berbau anyir. Terus menetes dari bekas putusnya lengan.


Wajahnya tampak meringis sambil merasakan kesakitan yang teramat sangat. Beberapa saat tadi lengannya telah hancur. Pedang cahaya berselimut api dari level dua teknik pedang cahaya Bupati Bagus telah menebasnya.


“Sial kau Pak Bupati Bagus! Rupanya kau mengerti. Jikalau pusat kekuatanku ada pada gelang jam yang aku pakai di tangan kiriku,” ujar Dokter Dono memaki Bupati Bagus.


“Kali ini kita impas Dokter, bukankah kita sama-sama tidak memiliki lengan kiri. Bedanya tanpa alat itu kau tak bisa menggunakan kekuatan mesin yang kau ciptakan. Sedangkan aku, sedangkan kekuatanku adalah alami dari dalam tubuhku sendiri. Walau garuda sudah habis waktu menemaniku dan dia kembali ke langit. Aku masih bisa memanggil beberapa pendamping gaib lain. Datanglah Sang Naga hitam dari dasar bumi,” ucap Pak Bupati Bagus.


Pak Bupati Bagus menggunakan tangan kanannya untuk pemanggilan gaib pendamping. Kali ini bukan dari atas langit gaib pendamping berasal. Tetapi seekor naga sakti dari dalam tanah.


Seketika tanah di sekitar gedung kantor pusat Bupati kota Jombang bergetar hebat. Layaknya sebuah gempa bumi dengan sekala Ritter begitu kuat.


Sampai-sampai gedung kantor Bupati terbelah menjadi dua dan sisi selatan ada Bupati Bagus berdiri. Sisi utara ada Dokter Dono yang masih memegang lengan kirinya kesakitan.


Keluarlah sosok naga hitam besar bersisik bak besi aji. Keluar dari dalam tanah yang terbelah pas di tengah-tengah gedung kantor Bupati.


“Lama sudah kau tidak memanggilku Bagus. Kali ini apa musuhmu begitu kuat sehingga kau sampai memanggilku keluar. Mana dia lawanmu, dari bangsa setan apa dia rupanya?” ujar naga hitam meliuk-liuk menjadi sosok lebih kecil terbang melingkari tubuh Bupati Bagus.


“Lihatlah di depan kita itu siapa yang berdiri. Dialah musuhku kali ini dan dia bukan dari bangsa setan. Tetapi dia dari ras manusia yang berkepala iblis,” jawab Bupati Bagus menunjuk ke arah Dokter Dono.


“Loh bukannya dia kakak dari Jaka. Akhirnya dia muncul juga setelah sekian lama kita bahas di dalam aula altar gaib yang diciptakan Dewa Raja atau Petapa tanpa nama,” celetuk naga hitam terkejut melihat sosok Dokter Dono yang kini berwujud sebagai Joko.


Memang dahulu pernah ada formasi lingkar bundar. Sebuah formasi perundingan di masa lalu. Namun perundingan ini beranggotakan orang-orang terpilih. Bupati Bagus mengikutinya sebagai wakil dari ras manusia.


Terakhir kali formasi lingkar bundar yang didirikan oleh Petapa tanpa nama diselenggarakan. Saat Pak Bupati Bagus masih begitu remaja dan belum menikah dengan Vivi.


Saat itu Bupati Bagus sudah menjabat tokoh utama TOH. Bahkan dia menjadi wakil dari Haji Kasturi yang saat itu menjadi ketua pusat.


Perundingan formasi lingkar bundar saat itu membahas tentang kemungkinan kehancuran total kota Jombang dan kepunahan atau gugurnya seluruh kru TOH. Lalu muncullah sebuah nama yang akan menghancurkan TOH seluruhnya.


Saat itu nama Joko masih simpang siur dan belum pernah keluar sebagai petarung. Maka dari itu kebanyakan yang hadir dalam perundingan mengasumsikan Joko adalah Jaka.


Tetapi saat itu Bagus mengemukakan pendapat lain. Menyampaikan bahwa ada nama Joko kembaran Jaka yang hilang. Saat terjadinya penyelamatan Jaka yang masih bayi dari rumah keluarga Lurah Mojokembang saat itu.


“Baiklah Bagus kita coba untuk melawannya dan besarkan hatimu kawan manusiaku. Sebab dalam perundingan saat itu diputuskan malam ini kau akan mati di tangannya. Maka aku hanya bisa membantumu semampuku,” ujar naga hitam membesarkan hati Bagus.


“Aku tahu ramalan itu yang telah dijabarkan Petapa tanpa nama. Bahwa semuanya akan mati dan memang takdir bicara demikian. Jaka dan Lurah Dava sudah pergi ke alam baka lebih dahulu. Mungkin yang lain akan menyusul mereka. Malam ini atau besok hari aku pasti akan mati. Maka kita gunakan waktu kita yang tersisa dengan maksimal. Ayi kawanku naga hitam kita berjuang sampai titik darah penghabisan,” ujar Bupati Bagus.


“Baiklah Bagus mari bertarung bersama untuk terakhir kalinya. Aku akan merasa sangat beruntung menemanimu. Menemani seorang pemimpin pusat yang sebenarnya dari para petarung gaib kota Jombang. Majulah kawanku aku akan selalu terus mendampingimu sampai akhir,” ucap naga hitam.


Terlihat naga hitam mengikat dengan cara melingkar di pedang cahaya yang dipegang di tangan kanan Bagus. Seakan pedang cahaya kini menebarkan aura api hitam berukir naga hitam di sisinya.


“Kau belum tahu kekuatanku Bagus dan sebenarnya tubuhku bukanlah manusia seutuhnya. Aku sendiri telah membuat tubuhku menjadi uji coba bertahun-tahun yang lalu. Aku kali ini bukan manusia seperti yang kau sangka Bagus. Lihatlah lengan yang kau tebas bisa aku regenerasi sekali lagi,” teriak Dokter Dono.


Terlihat dari lengan Dokter Dono keluar rangkaian berjuta kabel yang menyatu menjadi sebuah tangan kembali. Tetapi kali ini tangan itu berasal dari sebuah mesin. Ternyata tubuh dari Dokter Dono bukanlah lagi manusia tetapi sebuah mesin.


“Ganggalion keluarlah kau Nak!” teriak Dokter Dono menepak tanah dengan tangan kirinya yang timbul kembali dan terbuat dari mesin.


Ternyata di balik telapak tangan yang ditepakkan ke tanah. Ada satu kapsul yang digunakan untuk mengeluarkan makhluk aneh ciptaannya sendiri.


Satu makhluk raksasa berbentuk cacing besar. Tiba-tiba keluar dari dalam tanah pas dari bawah tepakkan tangan Dokter Dono.


Tetapi cacing raksasa yang keluar bukan sembarang cacing. Memang berbentuk cacing selayaknya pada umumnya cacing.


Tetapi cacing besar milik Dokter Dono kali ini dibalut mesin-mesin beroda besar. Mengeluarkan uap beracun dari beberapa titik tubuhnya. Cacing Ganggalion juga dapat memuntahkan cairan atau lendir penghancur.


Jadi siapa saja manusia atau mesin sekali pun yang terkena lendir Ganggalion. Akan dapat hancur dengan cara keropos perlahan-lahan. Bisa juga mencair seperti mesin terkena cairan air raksa bertingkat tinggi.


“Majulah Ganggalion anak kesayanganku. Sembur Pak Bupati Bagus dengan lendirmu yang mematikan!” teriak Dokter Dono yang selalu memanggil makhluk ciptaannya sebagai seorang anak.


Argtz, Argtz,


Rupanya Ganggalion cukup kuat untuk menghancurkan satu gedung dengan cepat. Kini kantor Bupati kota Jombang sudahlah rata dengan tanah. Akibat aksi dari Ganggalion yang selalu keluar masuk tanah mengejar Bupati Bagus yang terus menghindar.


“Bagaimana Bagus kau tak bisa hanya terus menghindar. Bahkan cahaya tak mampu menepis lendir. Walau bisa membakarnya, tetapi tetap saja asap dari lendir yang terbakar adalah racun yang mematikan. Terlalu berbahaya untuk kita lawan Ganggalion ciptaan Dokter Dono ini. Awas Bagus dia memuntahkan lendirnya,” teriak naga hitam.