
“Bagaimana Josh apa kau sudah siap?” tanya Rudi sambil menyedot segelas minuman kemasan dengan rasa jeruk di tangannya.
“Hari ini yang dikatakan Haji Kasturi ya?” ujar Rudi malah bertanya balik pada Josh.
“Benar waktu itu beliau pernah berkata. Jika ada masanya dimanah kita harus bertarung habis-habisan diperang terakhir,” sahut Josh menyulut sebatang rokok di tangannya.
“Ah sudahlah lagian kita mati hari ini atau besok atau lusa sama saja. Kali ini aku sudah tenang ada mereka Fahmi dan Alak yang akan menggantikan kita memimpin klan Raji,” ucap Rudi ikut menyulut sebatang rokok dari sebungkus yang diulurkan oleh Josh.
Sedangkan di depan mereka sudah ada ratusan jumlahnya bangsa mumi dan zombi dengan berbagai macam bentuk dan rupa. Zombi mengambil bentuk mayat hidup selayaknya dalam film barat.
Sedangkan mumi jua mengambil sosok mayat dalam mitologi negeri Mesir kuno. Tetapi bedanya kali ini mumi dibalut oleh kain kafan.
“Eh Josh sebentar dulu,” ucap Rudi seketika menghentikan langkah Josh yang baru saja hendak bergerak menyerang.
“Apalagi Rudi? Aku mau menyerang ini. Sudah gatal tanganku hendak mencabik mumi dan zombi itu. Apa kau mau taruhan, siapa yang paling banyak membunuh setan dia yang menang. Lalu yang kalah traktir mi ayam deh satu mangkok, bagaimana?” ucap Josh menawarkan taruhan.
“Ah jangan taruhan haram nanti dimarahi Allah,” ucap Rudi.
“Eh Baidewe otewe Baswe, ngemeng-ngemeng zombi bukannya itu anu, apa namanya?” ujar Rudi tidak jadi menyerang malah mengobrol kembali dengan Josh.
“Halah kalau bicara dieja dahulu kenapa Rud. Ngomong kok berlepotan seperti orang kumur-kumur saja,” jawab Josh.
“Begini Josh aku pernah dengar cerita tentang sebuah nama berpangkat panglima di negara samba. Namanya Panglima Zombi dan dia begitu kuat iman dan tenaganya. Bahkan negara barat begitu takut kepadanya dan Panglima tersebut beragama Islam. Suatu hari orang-orang dari negara barat membasmi kekuatan dan basis Panglima Zombi,” ujar Rudi menjelaskan.
“Lalu Panglima Zombi mati karena tipu muslihat orang barat. Lalu orang barat membuat karangan cerita zombi sebagai makhluk seram mayat hidup. Hal ini bertujuan agar bila orang-orang mengingat zombi. Tentu yang mereka ingat adalah sosok mayat hidup yang menakutkan dan buruk rupa begitu,” sahut Josh menambahkan keterangan dari Rudi.
“Loh kamu kok tahu cerita itu Josh. Tapi itu benar atau tidak ya?” ucap Rudi bertanya tentang kebenaran cerita zombi yang asli.
“Entah Wallahualam aku juga tidak hidup di masa itu. Kalau nanti kita ketemu dengan panglima zombi yang asli. Biar aku tanyakan pada beliau,” ucap Josh malah bercanda.
“Ah kau Rud, aku bertanya serius malah bercanda,” keluh Rudi.
“Halah jangan bicara terus itu di sampingmu ada zombi,” ucap Josh memberi tahu kalau di samping Rudi ada zombi yang sudah mendekat.
Akhirnya pertempuran dua emas era tua TOH. Pemimpin klan Raji melawan ratusan zombi dan mumi terjadi sudah. Bak arena perang secara nyata pertarungan mereka membuka awal perang terbuka.
Sehingga meruntun secara serempak di beberapa wilayah kota Jombang. Mulai terjadi beberapa pergesekan secara langsung antara pejuang ras manusia dari kesatria-kesatria TOH melawan para setan.
Darah tertumpah tak bisa diingkari, tiada dipungkiri telah tersiar kabar dan tersebar luas. Bahwa pemimpin tertinggi mereka telah mati. Hal ini sangat meruntuhkan mental juang para kesatria.
Alhasil beberapa titik pertempuran kebanyakan dimenangkan oleh para setan. Setelah kematian Lurah Dava dan istrinya, begitu jua kematian Haji Jaka dan Umi Putri yang sangat menyedihkan.
Kota Jombang sudah terbanjiri darah seketika. Beberapa bangunan sudah hancur walau tiada seluruhnya. Kebakaran melanda hebat bagai seluruh kota.
Kematian sudah terjadi dimanah-mana. Kota Jombang sudah tiada bisa diselamatkan kembali. Semua terjadi begitu saja di depan mata.
Namun saat Josh dan Rudi tengah sibuk membantai para zombi dan mumi yang ada di sekitar mereka. Tidak jauh dari tempat mereka bertarung sekitar seratus meter.
Ada raja mumi yang sedang melakukan kamuflase. Menggunakan teknik transparan dan hanya para tetua TOH saja yang mungkin bisa melihatnya. Bahkan Josh dan Rudi yang hanya masuk dalam golongan ring satu. Belum mampu menandingi kekuatan raja mumi.
Semakin lama raja mumi semakin mendekat ke arah Rudi yang tengah asyik menghitung hasil dari membantai para mumi dan zombi. Tanpa Rudi menyadari kalau di dekatnya. Ada sosok raja mumi yang tengah menggunakan teknik transparan.
“Josh aku sudah membunuh lima puluh enam zombi dan mumi. Kau dapat berapa? Jangan sampai kau yang mentraktirku makan nanti. Sebab aku tak akan malu menambah porsi kali ini,” teriak Rudi.
“Jangan sedih sahabatku, aku membunuh lima puluh tuju zombi dan mumi. Eh Rudi, tidak Rudi awas!” teriak Josh berlari ke arah Rudi. Saat Josh tahu ada sosok mumi tinggi besar membawa kampak hendak melayangkan kampaknya ke arah leher Rudi.
Cres, bluk,
Seketika dan sekejap mata saja kepala Rudi terpisah dari badan dan jatuh ke tanah. Darah mengucur deras bahkan muncrat atau menyembur kencang ke mana-mana. Lalu tubuhnya jatuh tergelebar bak seekor ayam baru disembelih.
“Rudi tidak!” teriak Josh tak mampu menolong sahabatnya yang sudah tak bernyawa lagi.
Raja mumi tampak menari-nari mengayunkan kapak dengan bercak darah Rudi di permukaan kapak. Raja mumi tertawa bahagia sebab dapat membunuh satu panglima dari sisi TOH.
“Sekarang giliranmu Josh bersiaplah,” ucap Raja mumi sambil mengacungkan kampaknya ke arah wajah Josh.
“Kali ini aku tak akan main-main lagi denganmu setan. Aku tak akan lagi bermurah hati seperti bertahun-tahun silam. Kau memang sungguh bersifat setan dengan kelicikan yang memang sudah mengakar daging,” oceh Josh mengambil pedang berselimut cahaya yang selalu ia bawa di balik punggungnya.
Sebuah pedang yang diberi doa dan mantra oleh dirinya sendiri dengan cara melakukan puasa beberapa malam tanpa makan-makanan yang bernyawa. Bahkan ia melakukan puasa ngalong untuk menciptakan balutan cahaya di pedangnya.
Puasa ngalong adalah puasa hanya memakan buah-buahan saja dan tidur bagai kalong atau kelelawar. Tidur dengan cara kepala di bawah dan kaki menggantung di atas pohon.
“Benar begitu mari kita bermain Josh. Dulu aku memang pernah sempat hendak kalah denganmu. Tapi itu dahulu saat aku masih bertaraf panglima. Kini aku adalah raja dan tentu tak sama dengan dulu. Majulah Josh rasakan kekuatan senjata baruku kampak setan ini!” teriak raja mumi berlari ke arah Josh begitu jua sebaliknya. Josh jua berlari mengayunkan pedang berbalut cahaya biru.