The Rebirth Of The Vengeance

The Rebirth Of The Vengeance
79. Bertemu Rajendra Lagi



Raquel dan Raphael berdiri di pintu melihat kepergian Moreno yang memacu kendaraannya dengan cepat seolah sedang terburu-buru, Raquel melirik Raphael seolah ingin mengatakan sesuatu namun saat dilirik balik oleh Raphael dia malah menunduk. Raquel ingin mengatakan perihal tentang tujuannya ke tempat rahasia, dia mengangkat kepalanya lagi dan membuka mulut namun kata-kata tersangkut di kerongkongannya.


"Ada apa? Katakan saja jika kau memiliki pertanyaan! Jangan menyimpannya karena hal seperti itu tidak baik untuk kesehatan," tutur Raphael dengan alis terangkat sebelah.


Raquel menggerakkan bibirnya, "itu, kapan kita pergi ke ...." Belum sempat Raquel berbicara lebih suara langkah kaki yang mendekat menghentikan gerakannya.


Mereka berdua melirik ke asal suara, ternyata yang datang adalah saudara ke-empat mereka. Rajendra yang melihat kehadiran Raquel di sana terkejut sekaligus senang.


"Hei kita bertemu lagi, mengapa kau di sini? Siapa yang kau cari?" Rajendra melontarkan berbagai pertanyaan untuk menarik perhatian Raquel.


Raquel ingin menjawab namun mobil Moreno datang lagi untuk menghentikan percakapan mereka, Raphael menaikkan alisnya saat melihat kedatangan Moreno lagi. Padahal tadi Moreno mengatakan dirinya sedang buru-buru karena memiliki banyak pekerjaan, Moreno turun dari mobil yang dikendarainya dengan segera.


"Ini! Aku lupa menurunkannya tadi, bayangkan saja! Sudah sejauh apa aku tadi, beruntung aku menengok ke belakang kalau tidak benda ini pasti sudah kubawa ke tempat kerja." Moreno menyerahkan satu set perangkat teh lengkap ke tangan Raquel yang akan diberikan pada nenek sebagai hadiah pertemuan.


Raquel menerima itu dengan tangan terbuka, setelah perangkat teh berpindah tangan Moreno naik lagi ke mobilnya dan pergi dengan cepat. Kecepatannya bahkan melebihi tadi, Raquel melihat isi kantong dan tersenyum kecil.


Rajendra yang mengetahui siapa Moreno terdiam di tempatnya, pertanyaan yang akan dia lontarkan lagi tersangkut di tenggorokannya.


'Ah, ternyata dia kekasih Kak Raphael, pantas saja dia berada di sini. Melihat cara Moreno bersikap jelas mereka saling mencintai dan Kak Raphael memperlakukan wanita ini dengan baik.' Rajendra berpikir di dalam hati.


"Oh ya, ini wanita yang kukatakan padamu waktu itu. Orang yang kucari karena sudah membatu diriku." Rajendra memperkenalkan Raquel pada gadis itu.


Gadis itu tersenyum manis, dengan ke-dua tangan memeluk lengan Rajendra gadis itu berusaha bersikap imut dan manis. Gigi putihnya terlihat saat dia tersenyum manis pada Raquel.


"Aku Yeni adik perempuan Rajendra!" ujarnya dengan lembut namun tidak enak terdengar di telinga Raquel karena begitu dibuat-buat.


Raquel hanya tersenyum simpul lalu melenggang masuk ke dalam dengan begitu santainya, jelas sekali kalau dia mengabaikan Rajen dan gadis itu. Raphael tidak menggubris ke-dua orang di depannya dan langsung mengikuti Raquel dari belakang.


Yeni menghentakkan kakinya kesal saat melihat kepergian Raquel, dia merasa sikap Raquel terhadap dirinya begitu kasar.


"Jangan marah, sejak awal bertemu dengannya sikapnya memang seperti itu. Mungkin dia memiliki kepribadian dingin, jangan diambil hati." Rajendra mengelus bahu Yeni lembut berusaha untuk menenangkan amarah Yeni.


Dia sudah berusaha mencari keberadaan Raquel ke sana-kemari dan bahkan membayar seseorang dengan harga yang fantastis namun keberadaan Raquel tidak kunjung juga ditemukan. Seolah Raquel disembunyikan oleh seseorang dengan begitu rapat, jejak Raquel bahkan tidak terendus sama sekali oleh mereka.


Rajendra sangat senang dengan pertemuan ini hingga dia terus membujuk adiknya untuk tidak marah pada Raquel.