
"Sepertinya kalian semua salah paham dengan apa yang aku lakukan," ujar Raphael dingin dan datar.
Raphael mendengkus melihat drama receh di depannya, dia berjalan mendekati Raquel meletakkan tangannya di bahu Raquel memberikan kode.
"Kau mau melakukan apa lakukan saja, aku akan membantumu. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi, lakukan saja yang kau mau. Aku di sini bersamamu," tegas Raphael membuat semua orang yang tadinya begitu heboh dan tidak terkendali langsung diam.
Mereka melotot dengan mulut terbuka, satu sama lain saling melirik dengan tatapan tidak percaya yang tersurat jelas di wajah masing-masing.
Lidah mereka kelu, kehebohan yang tadinya memekakkan telinga sudah menghilang berganti keheningan yang mendalam.
Semua orang tidak berani bertindak gegabah, rencana untuk menjilat Raphael sudah lenyap yang tersisa hanyalah ketakutan yang tidak bisa disembunyikan.
Selena tersentak dengan wajah memucat, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut Raphael begitu pun dengan Rico. Dia tidak mengira pria asing yang datang tiba-tiba ini malah melindungi Raquel dan memasang badannya.
Raquel meraih tas milik Selena, dibukanya resleting tas itu. Raquel membalik tas itu menuangkan semua isi yang ada di dalam sana hingga berjatuhan ke tanah.
"Sayang bantu aku! Jangan biarkan dia melakukan semua itu, tolong ambil kembali tas itu!" pinta Selena memelas pada Rico.
Rico terdiam di tempatnya, dia tidak berani melakukan apa pun karena takut dimarahi oleh Raphael. Apalagi saat matanya menangkap tatapan datar Raphael, jujur saja Rico tidak sanggup akan hal itu.
Rico menggelengkan kepalanya dan memilih menarik Selena mundur membiarkan Raquel melakukan apa pun yang dia inginkan.
"Biarkan saja! Apa yang kau khawatirkan? Dia memiliki dukungan sekarang, kita tidak bisa berbuat apa-apa padanya sekarang." Rico berbisik di telinga Selena.
Tangannya memegang bahu Selena erat, dia menunduk tidak berani bertatapan dengan Raphael secara langsung.
Raquel membandingkan tulisan tangan Selena yang ada di buku dengan tulisan tangan yang ada di surat, ke-duanya sama persis yang membuat Raquel tersenyum puas sedangkan Selena ketakutan setengah mati.
"Bisa jelaskan ini apa?" tanya Raquel sembari mengangkat surat itu bersamaan dengan buku yang dipegangnya.
Dia memperlihatkan ke-duanya kehadapan semua orang, Selena menggelengkan kepalanya cepat dengan bibir memucat.
"Apa maksudmu? Aku tidak tahu apa yang kau katakan? Jangan membuat orang berprasangka buruk padaku," jawab Selena cepat berusaha untuk tenang.
Raquel tersenyum, dia melempar buku itu ke tanah dan memandang Raquel lama dari atas ke bawah.
"Kau kan yang menulis surat ini? Kau yang sudah menjebak diriku membuat semua orang benci dan marah padaku kan? Apa yang kau inginkan? Kenapa kau berbuat seperti ini?" Raquel bertanya dengan santai tapi nada dinginnya jelas menunjukkan dia tidak akan memaafkan semua ini begitu saja.
Selena menggeleng lagi, "aku tidak, kau pasti salah orang. Jangan menuduh secara sembarangan, untuk apa aku melakukan semua itu? Apa untungnya bagiku?" tanya Selena berusaha untuk tetap tenang.
Raquel tidak memberikan jawaban, dia menatap Selena lama dan lebih dalam lagi.
Semua orang mengangguk, mereka melirik wanita yang terjatuh di samping itu. Dia cukup menyedihkan dan terlupakan oleh semua orang karena kehadiran Raphael barusan.
Raquel sekali lagi tersenyum manis, dia tahu kalau semua adalah perbuatan Selena. Orang yang diangga sahabat baiknya, orang yang dia harapkan akan mengerti keadaannya ternyata adalah orang yang selama ini diam-diam mengacaukan hidupnya.
Raquel tahu Selena meminta orang lain untuk menyerahkan surat ini pada Raquel, dia yang sudah menghancurkan nama baik Raquel dan membuat semua orang membenci Raquel hingga gadis itu harus merenggut nyawa.
Surat itu ada di dalam tasnya karena diberikan oleh seseorang, dan Selena lah yang menyuruh orang itu untuk berbuat hal ini.
'Cih, dia masih berpura-pura baik. Padahal dia yang sudah merusak nama baik tubuh ini, dia yang sudah membuat gadis ini meninggal dunia dan kehilangan reputasi. Benar-benar lotus putih,' ejek Raquel di dalam hati.
Raphael menatap keributan itu, dia melihat dan memberikan acungan jempol pada ketenangan yang dimiliki Raquel saat menghadapi situasi.
'Gadis ini sungguh sangat menarik, dia bahkan tidak memperlihatkan ekspresi apa pun saat disudutkan oleh semua orang.
Raquel melirik anak perempuan yang terluka akibat ulahnya, Raquel hanya tersenyum dan terlihat tidak peduli.
"Apa? Kau masih mau aku pukul?" tanya Raquel pada anak perempuan itu yang langsung dibalas gelengan kepala.
Mereka tidak berkutik di bawah keberanian Raquel, Raquel melepaskan tangan Raphael. Dia berjalan mendekati Selena berdiri di depan mereka dengan jarak yang begitu dekat.
Melihat itu Selena merasakan ketakutan yang hebat, dia tidak berani untuk mengatakan apa pun karena Raphael memberikan peringatan dengan kode.
Ditamparnya oleh Raquel Selena hingga wajahnya ikut beralih ke arah tamparan itu, Selena terkejut. Matanya melotot dengan bibir terbuka lebar, tangan Selena memegang pipinya yang perih. Tamparan Raquel tidak main-main, bekas merah lima hari tercipta di sana membuat semua orang meringis.
"Sampah," ejek Raquel dengan datar.
Dia mengangkat tangan menampar pipi Selena sekali lagi hingga membuat Selena jatuh tersungkur, tangan Selena terluka. Dia terpisah dari Rico yang tadi memeluknya dengan erat.
"K-k-kau, beraninya kau. Apa yang kau lakukan ha? Belum cukup kau melukai temanku sekarang kau mau melukai diriku juga ga?" tanya Selena tidak terima atas perlakuan Raquel padanya.
Selena menatap Rico mengiba dia membutuhkan bantuan Rico saat ini untuk memberikan pelajaran pada Raquel yang sudah berani merusak wajah cantiknya yang terawat dengan baik.
Rico ingin mengatakan sesuatu namun belum sempat kata-kata terucap dari bibirnya sebuah tendangan mendarat di perutnya membuat Rico terdorong ke belakang. Rico memegang perutnya yang kesakitan, dia meringis menatap Raquel dengan tatapan tidak percaya.
"Tidak terima? Kalian benar-benar sangat cocok, sama-sama banyak drama dah kebohongan. Semoga kalian berjodoh dan tidak terpisahkan sama sekali," ejek Raquel dengan senyum tanpa dosa.
Sekali lagi Raquel mendekati Rico, ditendangnya kako Rico dengan kejam membuat Rico tidak bisa berdiri dengan benar. Senyum indah ditampilkan pada Rico membuat Rico ingin sekali memberikan pelajaran pada Raquel yang sudah membuatnya tidak bisa melakukan perlawanan.
"Apa? Masih kurang? Aku akan menambahnya lagi sesuai dengan keinginanmu," ujar Raquel tanpa dosa dan satu tendangan lagi mendarat di tubuh Rico membuat Selena menatap tidak percaya.