
Keributan terjadi lantaran tidak ada bukti yang tertinggal, semua orang melirik ke arah Raphael dengan pandangan menuduh.
"Mana? Kau mau melindungi pembohong ini kah? Kau mau namamu ikut rusak karena gadis pendusta ini?" Yenny sengaja mengatakan itu untuk memojokkan Raquel maupun Raphael.
Para tetua berbisik, mereka ikut membuat keributan menandakan kalau mereka memang ada kepentingan terselubung terhadap Yenny.
"Aku dan dia memang kemari tadi, kami tidak berbohong. Mungkin ada seseorang yang berniat jahat pada dirinya, jelas aku sangat mengingat apa yang terjadi tadi." Raphael meletakkan tangannya di dagu.
Dia tersenyum namun tidak ada yang menyadari arti dari tindakannya.
Sebelum Raphael mengatakan sesuatu Raquel mengambil langkah lebar mengangkat gaunnya ke atas sedikit lalu mengambil telepon milik Reina. Hal itu membuat Reina memekik karena terkejut dan bahkan melontarkan kata-kata kasar.
"Kembalikan! Apa yang kau inginkan? Itu milikku, barang pribadiku beraninya kau mengganggu privasiku." Reina membentak dengan keras.
Sayangnya Raquel tidak peduli, melihat telepon Reina yang tidak memiliki pengaman tentu saja Raquel merasa tenang dan bebas mengotak-atik telepon itu. Raquel menekan nomor terakhir yang dihubungi oleh Reina dan panggilan itu langsung terhubung.
Dering telepon terdengar di sana, semua orang melihat sekeliling mencari asal suara. Ternyata asal dering berada di taman belakang mereka, orang-orang yang tadi berbicara langsung menutup mulut mereka karena malu.
"Kek, bisakah aku meminjam orangmu untuk mencari asal dering telepon itu? Aku yakin itu adalah bukti penting yang dapat kita gunakan untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah." Raffertha langsung mengambil tindakan.
Dia tidak mungkin menyuruh orangnya untuk bertindak, hal itu dapat menimbulkan kecurigaan kakek dan membuat hubungan mereka buruk. Kakek mengangguk, dia melambaikan tangan memberikan kode pada bawahan yang berdiri di belakangnya.
Raquel melirik Yenny yang panik, Yenny sendiri tidak mengira rencana yang dia pikir begitu hebat akan diselesaikan dengan begitu mudahnya oleh Raquel.
Pengawal kakek menyisiri tempat itu, mereka mendengar dering itu dan menuju lebih dekat lagi. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan beberapa mayat yang diikat menjadi satu dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
"Mereka dibunuh dalam satu gerakan dan juga mereka adalah orang-orang yang bekerja untuk Nona Reina, saya melihatnya beberapa kali pergi bersama Nona Reina di beberapa acara penting." Bawahan kakek menyampaikan hasil temuannya.
Hal ini membuat suara gaduh kembali muncul, mereka yang tadinya berada di pihak Yenny dan dengan bersemangat menjilat Yenny menggeser posisi berdiri mereka agak menjarak. Mereka seperti takut terlibat dalam masalah yang diciptakan oleh Yenny dan Reina.
"Bu-buk-bukan begitu Kakek! Aku tidak tahu kenapa mereka semua begini, aku juga tidak tahu apa yang mereka lakukan. Ba-ba-bagaimana kalau ini jebakan? Ya, ini pasti ulah Raquel, dia ingin membuat namaku jelek di hadapan semua orang Kek!" Reina mencoba berkilah untuk menyelamatkan dirinya dari tuduhan kejam ini.
Raquel maju untuk melihat lebih dekat mayat-mayat itu dan ternyata pria yang tadi akan digunakannya untuk senjata utama membuka kedok Reina juga mati terbunuh.
Raquel memperhatikan luka di tubuh mereka semua dan mengerutkan kening, jelas tadi mereka hanya mati dalam satu serangan tapi serangan ada banyak luka di tubuh setiap mayat. Ada beberapa yang anggota tubuhnya nyaris hampir putus dan bahkan ada yang sudah terlepas, Raquel melirik ke sekeliling dan tatapan matanya bertemu dengan lirikan mata Yenny.
Yenny tersenyum samar, bibirnya bergerak mengatakan sesuatu yang hanya dilihat oleh mereka berdua.
Dimaz mengalami luka paling parah di antara yang lain, kerongkongannya hampir putus, lidahnya dicabut dan kuku jarinya dilepas dengan paksa. Raquel terus menelepon nomor Dimaz dan akhirnya mengetahui letak telepon Dimaz.
Raquel mulai menggali tanah dengan tangannya, gaun yang dia pakai menjadi kotor. Tapi Raquel terlihat tidak peduli, saat ini yang terpenting adalah membuka kedok Yenny agar semua orang kehilangan kepercayaan terhadap mereka berdua.
Raquel menggali lebih giat lagi hingga suara dering semakin terdengar dekat, dengan cepat Raquel mengeluarkan telepon itu menekan sandi telepon lalu mencari file yang dia simpan tadi.
Raquel memutar rekaman suara yang sempat dia ambil tadi, percakapan antara Reina dan Dimaz di mana Reina meminta mayat raquel dikubur di taman belakang.