The Rebirth Of The Vengeance

The Rebirth Of The Vengeance
29. Terbuka



Tatapan iri dilayangkan orang-orang sekitar pada Reina, mereka yang menjilat Reina ingin segera mendekat agar bisa mendapatkan keuntungan dari Kimberly juga. Dada Reina membusung bangga, dia senang dengan ekspresi wajah semua orang yang ada di sana.


Reina berputar-putar di sekitar dengan senyum bangga, hidungnya kembang kempis atas pujian itu. Raquel meletakkan jari telunjuknya di dagu, dia menatap Reina dengan senyum dangkal.


'Entah kapan aku berteman dengannya? Aku saja tidak mengenal dia sejak dulu, ah, atau mungkin aku pernah berselisih jalan dengannya? Atau mungkin aku pernah satu ruangan, lebih baik dulu aku memilih orang-orang yang akan membeli dan bekerjasama denganku.' Raquel memijat pelipisnya yang berdenyut.


Ini adalah kelalaian dirinya, dia harusnya tidak menjual pakaian atau produk buatannya secara sembarangan. Di sisi lain,


Derrick sedang mempelajari apa yang diberikan oleh Raquel padanya, dia ingin menciptakan sesuatu yang baru dan menghebohkan.


Dia tidak akan mengecewakan Raquel, semenjak mendapatkan kertas itu dia tidak pernah keluar ruang kerja kecuali untuk hal-hal penting dan tertentu. Raquel memberikan dia kepercayaan yang begitu besar dan dia harus memanfaatkan semua itu agar bisa berjalan berdampingan dengan Raquel di masa depan.


"Ini benar-benar menarik, ini teknologi canggih yang bahkan belum dipelajari oleh siapapun. Aku memiliki keberuntungan yang begitu besar," ujar Derrick senang meski dia kekurangan istirahat.


Derrick berharap dapat bertemu dengan Raquel lagi dan memperlihatkan pada Raquel kalau dia berhasil membuat sesuai dengan apa yang Raquel minta.


Derrick meraih piring makan di depannya yang belum disentuh sejak tadi, dia menepuk kening lalu melahap santapan lezat itu dengan cepat. Dia ingin segera menghabiskan semua yang tersedia agar bisa melanjutkan kembali tugasnya.


"Ah, aku juga harus memperbaiki keamanan tempat ini. Aku harus memperketat keamanan, bagaimana kalau aku bertemu dengan orang yang memiliki kemampuan tinggi lainnya." Derrick hampir saja melupakan masalah keamanan karena terlalu gembira dengan desain yang dia dapatkan.


Setelah makan Derrick mengambil laptopnya, dia mulai menyusun dan memindai fitur keamanan yang ada. Bagian yang mudah dimasuki oleh Raquel diperiksa dengan teliti di mana letak kekurangannya, dia menemukan letak kesalahannya setelah meneliti cukup lama.


Dia mulai meningkatkan keamanan, menambah lagi tingkatan keamanan itu agar tidak ada yang bisa menerobos masuk.


Sedangkan pengasuh di rumah mengerjakan semua pekerjaannya dengan perasaan tidak tenang, dia mulai khawatir tidak karuan apalagi semenjak Raquel berani melakukan perlawanan padanya.


"Semoga saja dia tidak mengatakan apa-apa pada kakak maupun pada orang tuanya, bisa kacau semuanya. Aku pasti akan kehilangan nyawaku, apa yang harus aku lakukan? Aku sudah mengikuti keinginannya," ujar pengasuh sembari mengintip ke jendela.


Dia takut seseorang tiba-tiba datang dan menangkap dirinya begitu saja, dia sudah berusaha untuk tidak membuat Raquel marah atau bahkan sekedar kesal pada dirinya.


Pengasuh sesekali akan meninggalkan pekerjaannya hanya untuk melihat apakah ada orang yang datang atau tidak, dia menggigit kuku jarinya saat kekhawatiran itu semakin meningkat setiap saatnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada gadis sialan itu? Kenapa dia menjadi begitu berani, dia bahkan menentang diriku dan memukul aku lebih kejam daripada yang aku lakukan, padahal dulunya dia sangat penakut." Pengasuh mengusap keringat di keningnya dengan tangan.


"Kimberly itu orang penting, kalau kita bisa terhubung dengannya kita akan mendapatkan keuntungan besar. Reina sangat beruntung ya dapat berteman dengan orang sehebat itu?" Bisik-bisik terdengar.


"Yap kau benar, tidak banyak yang mengetahui wajah dan usaha yang dirintisnya. Semua orang hanya tahu dia pewaris kekayaan kakeknya, betapa beruntungnya Reina." Suara pujian disertai decak kagum memasuki telinga semua orang.


Raquel tersenyum sinis, dia melangkah ke depan, ditariknya rambut Reina dengan paksa ke arah kue yang tersusun rapi di atas meja. Ditekannya wajah Reina ke kue itu membuat suara tertahan keluar dari bibir orang-orang yang menonton semua itu.


Mereka tidak mengira kalau Raquel akan melakukan tindakan berani seperti itu, belum pernah ada yang menyentuh dan membalas perbuatan tidak menyenangkan putri kecil dan Raquel adalah orang yang pertama melakukan semua itu.


"Dia pasti akan marah mendengar ocehanmu, kau pamer dan menyombongkan diri sedangkan dia saja tidak mengenal dirimu dengan baik." Raquel membuka kebohongan Reina di depan semua orang menyebabkan Reina panik.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Raquel pandangan mencemooh diarahkan pada Reina yang membuat Reina gelagapan, Reina takut kebohongannya akan terbongkar sedangkan wajahnya masih ditahan oleh Raquel di atas kue.


Saat itulah Raffertha muncul entah darimana, melihat kehadiran Raffertha yang tidak terduga Raquel langsung menarik tangannya dan tersenyum manis tanpa dosa.


"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali? Kau baik-baik saja kan Sayang? Apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Raffertha khawatir sembari membalik tubuh Raquel untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Raquel menggelengkan kepalanya dan tersenyum, "tidak ada terjadi sesuatu Kak! Kami hanya bermain sebagai salam perkenalan, dia menyambut kunjunganku dengan baik dan tentu saja aku harus memberikan hal yang lebih bagus." Raquel tersenyum manis dengan lesung pipi terlihat.


Reina mengangkat kepalanya dan ikut tersenyum, dia melihat sekeliling dan melayangkan tatapan dengan air mata berlinang. Untuk menjaga citra lemah lembut dan penuh kasihnya Reina ikut mengangguk dan tersenyum anggun.


"Benar, Kak! Kami hanya sedang bermain saja, aku baik-baik saja kok. Aku akan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian dulu. Selamat tinggal," ujar Reina lari terbirit-birit meninggalkan area itu.


Raquel tersenyum sinis dan mendengkus, tindakan Reina yang lebih dermawan dan lembut nyatanya tidak membuat Raquel menaruh iri. Dia mengambil tisu membersihkan tangannya lalu tersenyum manis pada Raffertha.


Dari atas nenek melihat semua itu dan tersenyum, dia kagum atas apa yang Raquel lakukan serta ketenangan yang dia perlihatkan di depan semua orang mesku dirinya diintimidasi dan dijatuhkan.


Reina masuk ke kamar mandi dengan kaki menghentak dan wajah cemberut, dia kesal atas apa yang baru saja Raquep lakukan padanya. Dia memilih pakaian mahal yang dibawanya mengganti pakaiannya yang kotor dan rusak, setelah itu Reina memperbaiki dandanannya yang berhasil dihancurkan oleh Raquel.


"Anak sialan itu berani bermain denganku, awas saja! Akan kuberikan dia pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup ini! Kita lihat saja apakah dia masih memiliki keberanian setelah ini atau tidak, akan kupastikan dia menyesal telah mempermalukan diriku di depan umum." Reina menghapus make-up yang dipakainya tadi terlebih dahulu.


Setelah itu dia mengaplikasikannya lagi sesuai dengan gaun yang dipakainya hari ini.