
Moreno tersenyum pada Raquel, "Anda tenang saja di sini Nona, pengawasan di sini sangat ketat tidak ada yang bisa macam-macam dengan Anda di sini." Moreno meyakinkan Raquel akan keamanan tempat ini dan dirinya jika tinggal di sini.
Saat mereka tengah berbincang seorang pelayan mengikuti dari belakang, dia sepertinya tidak rela akan kedekatan Moreno dan Raquel. Entah mungkin dia ingin mengambil keuntungan atau tidak yang jelas kehadirannya sungguh tidak diinginkan oleh Raquel di sana.
Mungkin karena Raquel diabaikan dan tidak pernah dianggap ada oleh anggota keluarganya sehingga banyak orang yang tidak mengetahui adanya hubungan antara dia dan Raphael. Wajar saja jika banyak yang salah paham akan hubungan mereka, apalagi Raphael tidak pernah bersikap lembut pada wanita lain.
Raquel melihat kiri dan kanan, dia memang menemukan berbagai macam bentuk penjagaan serta kamera pengawas yang tersusun sangat rapi. Tapi bagi Raquel ini adalah bencana, dia tidak suka diawasi oleh eselon ibukota kekaisaran apalagi itu berada di bawah pengawasan Raphael.
"Aku sudah paham akan apa yang engkau jelaskan, kalau begitu kau bisa pergi sekarang juga!" usir Raquel dengan gerakak tangan dan senyum manis.
Sayangnya Moreno tidak beranjak dari posisinya, mungkin dia merasa tidak aman meninggalkan Raquel sendirian di vila ini mengingat bedanya perlakuan yang mereka terima.
"Kalau boleh tahu Anda siapa ya? Hubungan seperti apa yang Anda miliki dengan majikan kami?" Salah satu pelayan mencoba mencari tahu identitas Raquel.
Baru saja pertanyaan itu selesai dia langsung mendapatkan tatapan dingin tidak bersahabat dari Moreno, dari perlakuan Morena saja jelas kalau Raquel memiliki posisi yang begitu penting dan tidak bisa diabaikan.
Para pelayan langsung memberi hormat dan menutup mulut mereka rapat, beberapa orang langsung mengikuti Moreno pergi meninggalkan Raquel sendirian di sana sedangkan yang lain sibuk membersihkan area rumah entah debu mana yang mereka bersihkan tapi semua terlihat mengkilap.
"Jangan menyentuh benda apapun secara sembarangan di sini, jika rusak atau pecah kau tidak akan mampu membayarnya." Selepas kepergian Moreno para pelayan langsung memperlihatkan wajah asli mereka dihadapan Raquel.
Tatapan tidak senang dan kecemburuan yang begitu luar biasa jelas ditujukan padanya, Raquel merasa kesal namun karena berpikir dia hanya akan tinggal sementara di sana dia mengabaikan semua itu.
"Tolong jaga dan rawat diri Anda sendiri, kurang-kurangi keberadaan Anda di sini karena yang kami layani adalah tuan kami tidak akan melayani orang luar seperti dirimu." Pelayan itu mengucapkan dengan jelas kata-kata itu.
Raquel cukup terkejut dengan apa yang dia dengar barusan, ya memang dia orang luar di sana. Dia hanya menetap sementara karena ingin pergi ke tempat rahasia bersama Raphael, dia juga tidak menganggap dirinya tuan rumah.
Walau begitu dia masih kesal mendengar kata-kata yang dilontarkan pelayan, 'Ish, andai saja kau tahu hubungan antara diriku dan tuanmu maka kau tidak akan mengatakan hal seperti ini, lagi pula tidak ada untungnya bagiku memberitahu kalian hanya buamg-buang energi saja."
Raquel termasuk ke dalam kamar dengan wajah cemberut miliknya yang malah terlihat menggemaskan, sayang sekali Raphael tidak berada di sana untuk melihat semua itu.
Raquel memilih mandi berganti pakaian lalu tidur, saat ini dia tidak ingin mempermasalahkan sesuatu yang tidak penting. Keesokan harinya aku bangun dengan tubuh begitu, dia melakukan peregangan baru bangun dan mandi.
Saat akan keluar kamar untuk meminta sesuatu Raquel mendengar para pelayan menggumamkan sesuatu dan mengatakan menaburi pakaiannya dengan bubuk.