The Rebirth Of The Vengeance

The Rebirth Of The Vengeance
65. Asisten Ke-dua



Raquel masuk ke dalam ruang penelitian setelah berhasil membuka sandi dan menyelesaikan semua masalah yang muncul di depan matanya, bagi Raquel semua yang menghadang dirinya seperti sekumpulan sampah yang tidak berguna. Kemampuan jelas lebih dari ini, dia tidak tahu darimana kepercayaan diri di dapatkan oleh orang-orang yang bekerja di laboratorium ini.


"Tempat paling rahasia apanya, aku bisa masuk hanya dalam hitungan menit. Bahkan tempat penelitianku mungkin lebih hebat dari ini," ejek Raquel sinis.


Dia mengibaskan tangannya yang terkena tanah, rambutnya diikat tinggi ke atas memperlihatkan lehernya yang mulus. Dia tidak ingin rambutnya menjadi penghalang saat dia akan bertarung nanti, Raquel melihat ke sekeliling tempat itu.


"Sebenarnya aku malas ke sini, tapi karena orang yang kucari berada di tempat tidak layak ini terpaksa aku datang. Apa perlu aku hancurkan saja segalanya yang ada di tempat ini?" Raquel menggosok dagunya tampak bingung dengan pilihan yang harus diambilnya dengan segera.


Raquel berkeliling dari satu ruangan ke ruang lain, jika dilihat dia seperti mengitari rumahnya begitu santai dan tidak terganggu dengan suara mesin dan banyaknya penjaga. Siapa yang menyapa dan menghalangi dirinya akan langsung disapu bersih oleh Raquel, dia terus memeriksa hingga sampai di sebuah ruangan.


"Hanya tersisa beberapa ruangan lagi, di mana dia menahan Marvel? Apa kemampuan anak itu begitu menakutkan hingga mereka menyembunyikan dirinya dengan sangat jauh," gerutu Raquel dengan bibir mengerucut.


Dia berjalan membuka ruangan dengan pintu berwarna cokelat di depannya, ya, Raquel ke sini untuk mencari Marvel. Saat masuk ke dalam ruangan dia menemukan seorang pria tengah direndam di dalam air jernih, kelihatannya umur si pria masih kurang dari 16 tahun.


Tubuhnya belum berkembang dengan sempurna, kali dan tangannya diikat, lehernya bahkan dirantai. Raquel melihat sekeliling, dia mengambil besi yang ada di samping lemari dan langsung memecahkan kaca tempat anak itu direndam.


Raquel mengguncang tubuh anak itu dengan kuat, kekhawatiran yang tertulis jelas di wajahnya membuat siapa saja tahu kalau anak itu penting untuk Raquel.


"Marvel bangun! Vel ayo bangun! Mari kita pergi dari sini!" ajak Raquel berusaha untuk membangunkan Marvel.


Derrick dan Marvel adalah asisten paling kompeten milik Kimberly, mereka adalah duo pasangan yang sangat mempermudah pekerjaan Kimberly. Dari cerita yang Derrick sampaikan tadi lewat pesan, setelah Kimberly terlahir kembali ke tubuh Raquel jasadnya tidak bisa ditemukan di manapun.


Raquel memegang ke-dua tangan yang mencekik lehernya, dia tersenyum lembut dan tidak terlihat marah sama sekali.


"Vel ini aku Kimberly! Mungkin kau tidak percaya tapi rahasia yang hanya kita ketahui berdua dapat aku ceritakan padamu, kau bisa bertanya pada Derrick apakah aku berbohong atau tidak." Raquel berbicara dengan begitu lembut dan tidak berniat menyalahkan kewaspadaan Marvel.


Setelah apa yang terjadi pada dirinya Raquel paham kenapa Marvel bisa melakukan semua ini, Marvel pasti kesakitan dan ketakutan dan semua ini adalah kesalahannya secara tidak sengaja.


Marvel terdiam, "i-i-itu tidak mungkin, bagaimana bisa itu terjadi. Tuan! Apakah benar ini Anda? Tapi kenapa wajah kalian terlihat jauh berbeda?" tanya Melvin dengan wajah kebingungan.


Tangan Melvin jatuh ke samping, dia menatap wajah di depannya dengan rasa penasaran tinggi. Rahasia itu memang hanya diketahui oleh dirinya dan Kimberly, dia tidak mengerti kenapa semua ini bisa terjadi.


"Maafkan aku!" lirih Marvel meski dia masih berpikir ini tidak memungkinkan.


"Aku tahu kau tidak mungkin langsung percaya dengan apa yang aku katakan tapi aku tidak akan berbohong padamu, mari ikut aku pergi!" ajak Raquel pada Marvel.


Mereka keluar dari tempat itu dengan mudah karena kamera pengawas yang berada di seluruh ruangan telah dimusnahkan oleh Raquel tadi.


Di sebuah tempat sebuah mobil berhenti dan pintunya terbuka, orang itu adalah Raphael. Dia menunggu kedatangan Raquel dengan sabar, saat melihat Raquel datang dengan membawa seseorang bersamanya alisnya berkerut tapi dia tidak banyak bertanya.