The Rebirth Of The Vengeance

The Rebirth Of The Vengeance
Bab 64. Tangga Rahasia



Di tengah malam nan sunyi mobil yang tadi dikendarai oleh Raquel berhenti di sebuah lapangan kosong, lapangan itu terlihat bersih dan tidak banyak pohon kayu besar yang tumbuh di sekelilingnya.


"Kau yakin tempat yang kau tuju di sini? Tidak ada orang loh di sini? Bahkan tadi saat akan mencapai tempat ini kita tidak menemukan permukiman penduduk," jelas pria itu, tangannya dengan cepat menjangkau lengan Raquel agar Raquel bisa melihat ke arah dirinya.


Alis Raquel naik sebelah, dia memutar matanya malas lalu melepas sabuk pengaman yang melindungi dirinya.


"Tidak masalah, aku hanya melihat ke sekitar saja kok. Kau tidak melihat ke arah sana, di sana banyak rumah penduduk." Raquel menunjuk ke sembarang arah dan beruntung jarinya tidak menunjuk ke arah mereka datang tadi.


Pria yang dibantunya mengerutkan alis namun pada akhirnya melepaskan tangan Raquel.


"Terima kasih sudah membantu diriku untuk sampai di tempat ini," ujar Raquel dengan senyum manis lalu dengan cepat dia turun dari mobil.


Raquel berdiri di depan mobil memandang hamparan tanah luas itu, dia tersenyum semringah dengan mata menyipit yang menunjukkan kelicikan dan kenakalan. Sepertinya dia memiliki sebuah rencana, pria yang dibantu Raquel yang masih tidak senang hati turun dari mobil untuk bertanya lagi.


"Kau yakin kutinggalkan di sini? Ini sudah larut malam, angin malam sangat tidak baik untuk kesehatan. Bagaimana kalau aku antar kau pulang saja dan kau bisa kembali lagi ke sini nanti? Sangat berbahaya berada di tempat seperti ini sendirian," bujuknya dengan perasaan tidak tenang.


Raquel menggelengkan kepalanya, dia mencoba mencari alasan lagi agar tetap di sini. "Terima kasih tapi aku benar-benar baik-baik saja, kau bisa pergi sekarang, sungguh aku tidak apa-apa di sini sendirian."


Raquel berjalan di gelapnya malam sembari meraba-raba agar tidak terjatuh hingga sebuah suara berdengung di otaknya mengajak Raquel untuk berkomunikasi.


"Aku akan membantu dirimu, kau tidak perlu menggunakan alat penerangan lainnya." Suara itu hanya berbicara sebentar lalu cahaya terang menyilaukan keluar dari tubuh Raquel.


Raquel mengitari area itu hingga dia berhenti di sebuah bunga mawar merah yang begitu mencolok di tempat itu, Raquel berhenti di sana lalu mengeluarkan teleponnya untuk membaca pesan yang dikirimkan oleh Derrick tadi siang.


Itu merupakan sebuah kode rahasia yang dikirimkan Derrick melalui pesan.


"Apakah di sini tempatnya?" tanya Raquel dengan wajah datar.


Dia mengobrak-abrik tanah yang ada di bawah bunga hingga menemukan sebuah tombol berwarna hampir sama dengan tanah itu di antara bentuk yang hampir menyerupai tombol itu. Raquel menekannya pelan hingga sebuah tangga untuk jalan menuju ke bawah terlihat, Raquel menuruni tangga secara perlahan.


Di ujung tangga dia menemukan sebuah pintu yang membutuhkan pemindaian sidik jari, jika salah dalam bergerak rintangan akan muncul.


Raquel mengeluarkan senjata yang dibawanya ke mana-mana itu, dia menekan bagian area sidik jari hingga pintu terbuka dan serangan menggunakan senapan mesin ringan yang hanya akan melukai dirinya sedikit saja. Jika dia berhati-hati tentu saja dia akan selamat.