The Rebirth Of The Vengeance

The Rebirth Of The Vengeance
75. Salah Pengertian



Ke-duanya berdiri di depan meja pendaftaran di mana ada dua wanita di sana yang sejak tadi sibuk mencatat sesuatu, sejak awal datang dan masuk ke dalam ruangan petugas bersangkutan sudah menyadari kehadiran Raquel dan Moreno namun mereka malah berpura-pura tidak melihat kedatangan ke-duanya dan masih tetap bertahan duduk di kursi masing-masing.


Moreno mengetuk meja untuk mengalihkan perhatian para pekerja ke arah dirinya, padahal sebelumnya para perempuan di sana sangat antusias dengan kedatangan Moreno dan Raphael. Dia dan Raphael mendapatkan perlakuan yang begitu manis, tapi sekarang dia merasa ada sesuatu yang tidak sesuai.


"Permisi! Saya datang untuk mendaftarkan gadis ini di sini, aku peringatkan kalian semua untuk tidak memprovokasi dirinya atau kalian akan mendapatkan akibatnya dan itu tidaklah mudah." Morena langsung mengingatkan perempuan yang ada di meja sana agar berbuat baik.


"Mereka sepertinya sangat tidak menyukai saya," bisik Raquel ke telinga Moreno sembari menarik ujung baju Moreno ke bawah.


Moreno hanya tersenyum karena dia sudah mengingatkan orang-orang ini agar tidak bertindak sembarangan, dari interaksi yang terjadi di atas mobil sendiri dan interaksi waktu di tempat pesta sudah menjelaskan arti penting Raquel bagi Raphael.


"Kau tenang saja mereka tidak akan berani macam-macam denganmu, jika sudah ku ingat begini mereka masih saja berat tindak sembarangan maka hukuman yang pantas akan mereka dapatkan. Bukan hanya kehilangan pekerjaan saja Raphael pasti melakukan sesuatu yang lebih terhadap mereka," ujar Moreno sembari mengeraskan suaranya agar terdengar oleh semua orang.


Raquel menegakkan tubuhnya menatap wanita itu dengan angkuh, Dia pikir setelah mendapatkan ancaman dari Moreno orang-orang ini tidak berani menyentuh dirinya.


"Baik, Tuan!" jawab wanita itu dengan senyum yang tidak ikhlas.


Wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya pada Moreno dan Raquel, mendapatkan apa yang mereka inginkan ke-duanya langsung meninggalkan meja jalan menuju lift agar bisa sampai ke tempat yang dituju.


"Kau lihatkan perhatian yang didapatkan wanita itu, bahkan sampai Tuan Moreno sendiri yang turun tangan untuk mengantarnya ke sini. Aku yakin dia melakukan sesuatu hingga berhasil mendapatkan simpati dari tuan Raphael, pasti dia menggunakan cara-cara licik." Perempuan dengan baju seksi yang mengira kalau Raquel adalah kekasih Rafael berbisik di belakang punggung mereka berdua pada teman di sebelahnya.


Rumah itu sudah dibersihkan dan layak untuk ditinggali, semua perabotan juga sudah ditukar dengan barang-barang berkualitas bagus dan baru. Semua dilakukan oleh sanak saudara Raquel agar dia betah tinggal di sana dan tidak layak dan ke sana kemari.


"Terima kasih untuk bantuannya hari ini," ujar Raquel dengan tulus.


Moreno menganggukkan kepalanya dan ia sedikit membungkukkan tubuhnya dengan tangan menjulur ke depan. "Sama-sama gadis cantik jika kau membutuhkan sesuatu langsung hubungi aku saja, jam berapa pun itu aku siap untuk mengerjakan tugas yang kau berikan."


Di saat seperti ini Moreno jelas tahu paha siapa yang harus dia pegang, daripada mencari muka di depan Raphaael lebih baik dia membujuk Raquel dan memberikan Raquel pelayanan yang terbaik. Tawa manis lepas dari bibir Raquel saat dia mendengar kata-kata yang keluar begitu saja dari bibir Moreno, dia merasa apa yang Moreno katakan hanya sebuah candaan saja.


"Hanya sekedar saran lebih baik kau membeli beberapa pakaian yang bagus, aku yakin kamu membutuhkannya." Moreno melirik pakaian Raquel serta tas yang di bawahnya.


Raquel pun melakukan hal yang sama, dia merasa pakaian yang saat ini dikenakannya baik-baik saja dan tidak ada kendala apa pun.


"Baiklah jika membutuhkan sesuatu aku akan langsung menghubungi dirimu awas saja jika kamu menolak." Raquel menganggukkan kepalanya karena tidak ingin memperpanjang masalah.


'Ah sepertinya dia salah paham dengan hubunganku dan Raphael, ya sudahlah! Aku tidak perlu menjelaskan semua ini. Bisa-bisa nantinya terjadi masalah lain yang tidak diinginkan,' batin Raquel dengan bahu terangkat serentak.


Perlakuan manis Raphael memang membuat semua orang meragu, cara dan tutur kata Raphael serta sikapnya jelas terlihat ambigu.