The Rebirth Of The Vengeance

The Rebirth Of The Vengeance
77. Drama Lagi



Ketukan di pintu terdengar, seorang pelayan dengan senyum semringah melihat ke arah rekannya yang berdiri di belakangnya dengan tangan lain memberikan kode. Jelas para pelayan di sana sangat senang, mereka menunggu Raquel untuk jatuh ke dalam perangkap yang mereka buat.


Sayang sekali percakapan yang mereka katakan tadi semuanya terdengar oleh Raquel, Raquel yang awalnya tidak ingin mencari masalah dan berniat hidup damai di sana menjadi kesal.


"Hei buka pintunya! Pakaian ganti untuk dirimu sudah dibawakan oleh Tuan Moreno ke sini, silakan pakai ini!" Pelayan itu tidak berani bersuara terlalu keras karena takut ketahuan oleh orang lain dan disampaikan pada Moreno nantinya.


Perlahan Raquel membuka pintu, dia melirik malas pelayan yang berdiri di depannya. Senyum mencurigakan yang tertaut di bibir si pelayan jelas menunjukkan sesuatu yang tidak baik-baik saja, bahkan untuk menyembunyikan niat jahatnya saja si pelayan tidak bisa.


"Pakai ini! Jangan membuat masalah untuk kami jika kau tahu tempatmu," jelas si pelayan.


Nada memerintah yang dipenuhi dengan ancaman jelas ditujukan pada Raquel yang terlihat tidak ingin mencari masalah sejak kemarin, mungkin mereka berpikir Raquel takut menghadapi mereka. Padahal Raquel hanya menahan diri karena tidak ingin kedamaiannya terganggu, andai saja mereka tahu seperti apa sifat Raquel sebenarnya mungkin mereka tidak akan berani melakukan hal ini.


Raquel melihat bubuk yang berserakan di pakaian itu, dia mengangkatnya dan memperlihatkan pada si pelayan yang membuat si pelayan terdiam dengan mata melotot.


"Aku tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja, sejak kemarin aku diam karena aku tidak ingin menambah masalah tapi itu bukan berarti aku bisa melepas kalian begitu saja. Perlakuan kalian yang tidak menyenangkan padaku sudah aku abaikan tapi kali ini kalian malah ingin melakukan sesuatu yang buruk padaku," ungkap Raquel kesal.


Bukannya merasa bersalah atau meminta maaf para pelayan itu malah berpikir kalau Raquel sengaja melakukan hal ini untuk mempermalukan mereka di depan Moreno yang jelas berpihak pada Raquel.


"Jadilah anak baik kali ini dan dengarkan apa yang kami perintahkan, kau masih ingin tinggal di sini kan?" ancam si pelayan dengan senyum kejam terpatri di bibir mereka semua.


Beberapa pelayan langsung bergerak maju ke depan jelas mereka ingin menahan pergerakan Raquel agar mereka bisa memakaikan pakaian itu. Raquel memberontak dan secara horizontal menendang para pelayan hingga mereka berterbangan, ada juga yang terbang ke rumput.


"Dasar kurang ajar beraninya kau melakukan ini pada kami," bentak salah satu sembari meringis memegangi tangannya yang terbentur.


Morena kembali dengan cepat, di tangannya ada beberapa berkas yang sepertinya merupakan pekerjaan Moreno. Pelayan yang melihat kedatangan Moreno langsung mengeluarkan air mata buayanya dan mengeluh dengan cara yang sangat menyedihkan.


"Lihat dia, Tuan Moreno! Dia tidak mau memakai pakaian yang Anda berikan padanya, jelas dia sangat tidak menghargai pemberian Anda." Pelayan itu menangis terisak.


"Benar, Tuan! Kami sudah menyuruhnya secara baik-baik tapi dia malah melakukan ini pada kami, dia sengaja mencari-cari masalah agar kami mendapatkan hukuman." Yang lain ikut bersuara mendukung temannya.


Rekan pria itu mengerutkan kening dan jelas tidak percaya dengan apa yang terjadi, tentu saja hal ini menyebabkan pelayan semakin menangis keras.


"Ini semua salahnya, kami sudah berbicara secara baik-baik tapi dia malah bersikap kasar pada kami." Bukannya menyerah mereka malah bersikeras.