
Raquel memegang pergelangan tangan kanan Nenek sembari memejamkan mata, melihat apa yang tengah Raquel lakukan tawa mengejek semakin terdengar riuh memekakkan telinga.
"Aku sangat sangat tidak yakin dia bisa melakukan itu, kemampuan apa yang dia miliki? Belajar saja sangat malas, dia sering tidak masuk sekolah dan suka keluyuran di klub malam." Suara ejekan tanpa disembunyikan itu memasuki telinga Raquel membuat Raquel tersenyum sinis.
Raffertha berbisik pada Richard, dia menendang kaki Richard memberi kode namun perhatian Richard tetap tertuju pada Raquel.
"Hei, bagaimana kalau dia gagal menyelematkan nenek? Kenapa kau diam saja dan tidak melakukan apa pun untuk mencegahnya? Kita harus melindungi dia, jangan sampai orang-orang ini melakukan sesuatu yang buruk padanya." Raffertha sangat tidak senang dengan kenekatan Raquel kali ini.
Dia tahu Raquel ingin semua orang merubah pandangan mereka padanya tapi Raffertha tidak mau Raquel menggunakan cara seperti ini, Richard hanya diam. Dia tidak mengubah arah pandangan matanya dan tetap berdiri di sana memandang wajah cantik Raquel.
"Bagaimana kalau semuanya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan kondisi Nenek malah semakin parah? Kau mau sesuatu yang buruk terjadi pada Raquel?" tanya Raffertha kesal dengan tingkah Richard.
Richard mencebik, diraihnya telinga Raffertha kuat membuat tubuh Raffertha ikut bergeser ke arah Richard. Raffertha memegang telinganya yang ditarik oleh Richard dan dia mengdengkus saat pegangan itu terlepas.
"Ish kau ini! Kenapa kau sangat nakal sekali? Biarkan dia mencoba, jika gagal kita hanya perlu mencari dokter terbaik untuk mengobati nenek. Lagipula kita semua tahu seperti apa penyakit nenek, bukan masalah besar kalau Raquel melakukan percobaan." Richard menjawab dengan santai.
Richard tampak santai dengan apa yang terjadi, Jika Raquel ingin memeriksa orang lain dia tidak akan mencegahnya. Asalkan itu bisa membuat Raquel senang dia akan membiarkan semua itu terjadi, jika terjadi masalah maka dia akan menyelesaikan itu dengan cepat.
Richard mencubit telinga Raffertha, sejak tadi Raffertha terus mengganggu fokusnya padahal dia tengah memerhatikan kegiatan Raquel.
Di sisi lain Raquel tengah menggunakan kekuatan permata untuk mengecek keadaan nenek, dari batu permata dia mengetahui kalau penyakit jantung yang diderita nenek kumat. Raquel mengerahkan kekuatan permata untuk melihat apakah nenek bisa diselamatkan atau tidak, Raquel melihat satu-persatu perbuatan baik yang pernah nenek lakukan dan dia terkejut.
Nenek sering membantu orang lain, dia bahkan memberikan beberapa kebutuhan makan untuk kaum miskin. Raquel mencoba memastikan lagi apa yang dia lihat hingga itu terus diputar beberapa kali, alisnya berkerut.
'Bagaimana ini mungkin? Nenek jelas menyuruh seseorang mencoba mencelakai tubuh ini? Di dalam buku diary yang dia miliki jelas kalau dia ingin membunuh pemilik asli tubuh ini.' Alis Raquel berkerut.
Dia terkejut dengan apa yang terjadi dan sangat ingin memastikan semuanya, Raquel ingin melihat apa yang sebenarnya diinginkan oleh nenek dan kenapa itu bisa terjadi.
'Apakah ada suatu rahasia yang mereka sembunyikan dariku? Kenapa nenek melakukan ini? Aku harus mengetahui jawabannya,' ujar Raquel membatin.
Raquel melakukan akupuntur, dalam hitungan menit nenek mendapatkan kesadarannya kembali. Nenek membuka matanya secara perlahan, dan orang-orang yang tadinya meremehkan Raquel benar-benar terkejut dengan mata melebar sempurna.