
Richard dan Raffertha datang tepat waktu untuk melakukan pembelaan terhadap Raquel, keduanya langsung memasang badan di depan Raquel dengan tangan terbentang.
"Ada apa ini? Kenapa kalian semua berkumpul di sini? Apa tidak ada hal lain yang bisa kalian nikmati sehingga kalian berkumpul di tempat ini hingga membuat kerumunan seperti pasar." Richard mendengkus dengan mata melotot pada semua orang yang ada di sana.
Reina merasa iri dan cemburu atas dukungan yang Raquel dapatkan, padahal dari informasi yang dia dapatkan selama ini tidak ada yang peduli pada Raquel bahkan orang tuanya kandungnya sendiri.
Orang-orang itu mulai menjaga jarak, mereka tidak berani untuk berbicara panjang lebar karena takut dengan aura tidak bersahabat yang diperlihatkan oleh Richard dan Raffertha terhadap mereka semua.
"Ah itu Kak! Raquel tidak sengaja mendorong diriku hingga menyebabkan aku tersandung dan jatuh, orang-orang ini tidak bermaksud untuk menyudutkan Raquel hanya mengatakan apa yang dilihat dan apa yang mereka dengar." Seperti biasa Lotus putih itu kembali beraksi untuk mendapatkan perhatian semua orang.
Reina ingin orang-orang ini benar-benar menganggapnya seperti seorang Dewi yang berhati putih dan sungguh sangat tulus, orang yang disakiti tapi masih berusaha berbuat baik pada orang yang telah menyakitinya.
Bukannya tersenyum senang Richard malah mengerucutkan bibirnya, melayangkan tatapan tidak senang pada Reina yang begitu munafik dan pintar bersilat lidah. Dari wajah yang Reina perlihatkan jelas kalau ia cemburu dan merasa iri akan dukungan yang Raquel dapatkan dari kedua kakaknya.
"Kami di sini tidak menyalahkan Raquel kami hanya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin Raquel melakukan semua itu tanpa sengaja, benarkan Raquel?" Sekali lagi Reina berusaha untuk membela rakyat namun kata-kata yang ia keluarkan jelas mengungkit kalau Raquel itu salah.
"Lihat betapa baiknya Reina! Di saat seperti ini dia masih membela Raquel sedangkan orang yang dia bantu malah bersikap abai dan tidak peduli." Akibat tindakan Reina sekali lagi Raquel disalahkan oleh orang-orang itu.
Sayangnya orang yang disalahkan malah terlihat tidak peduli dan sibuk bermain dengan kuku jarinya, jari lentik milik Raquel tersusun ke depan.
Hinaan dan cemoohan dari sekitar semakin meningkat, mereka yang tidak tahu siapa yang benar dan salah tentu saja terus menyudutkan Raquel. Telunjuk itu terus mengarah ke hidung Raquel meski mereka tidak berani mengucapkan kata-kata itu dengan keras dan lantang.
Setelah puas mendengar segala macam kata-kata menyakitkan itu Raquel akhirnya mengangkat kepalanya, dengan tangan terlipat di dada Raquel tersenyum manis pada Reina.
"Bagaimana? Apakah aku sudah cukup berperilaku pura-pura baik seperti yang kau inginkan? Pasti semua orang yang kau bully yang tidak memiliki kekuatan dan dukungan hanya bisa diam seperti ini kan? Betapa bodohnya mereka? Tapi mau bagaimana lagi tidak punya kekuatan untuk melakukan perlawanan memang sangat menyedihkan," jelas Raquel dengan begitu santainya.
Sontak, apa yang Raquel katakan membuat seisi ruangan terdiam. Bahkan Richard dan Raffertha mengacungkan kedua jempol mereka takjub akan apa yang telah dikatakan oleh Raquel.
Rena memberikan kode lewat mata pada asisten rumah tangga yang berada di dekat Raquel, asisten yang tadi saat dia berganti baju sudah diberikan amanat untuk menjebak Raquel.
Keinginannya mudah dan hanya satu, Reina ingin Raquel diusir dari perjamuan itu dan tidak mendapatkan haknya.
Sebenarnya Reina sudah menyuruh asisten rumah tangga itu untuk meletakkan permata yang dipakainya tadi di tempat Raquel, dia berencana untuk menjebak Raquel dan menuduh Raquel mencuri. Berbagai cara akan Reina lakukan agar nama Raquel semakin buruk di mata masyarakat.
Sayangnya orang yang dia jebak jelas tahu rencana itu dan ingin menggunakan itu untuk melakukan serangan balik pada Reina, Raquel merasakan permata itu ada di belakangnya.
Ikatan yang kuat antara dirinya dan permata itu membuat Raquel entah kenapa bisa merasakan keberadaannya.
Lirikan mata antara asisten rumah tangga dan Reina jelas diperhatikan sejak tadi oekh Raquel tapi dia tidak ingin membuka rahasia itu. Di luar rumah, ada beberapa orang melakukan pergerakan, mereka menyusup masuk dan bersembunyi dengan hati-hati di beberapa tempat setelah berhasil memeriksa keadaan.
Orang-orang itu dipimpin oleh seseorang menggunakan alat yang menempel di telinga mereka, gerakan cepat dan tangkas orang-orang itu jelas sudah terlatih. Mereka berpindah dari satu sisi ke sisi lain dengan terorganisir menghindari orang-orang yang hadir ke jamuan makan itu.