The Rebirth Of The Vengeance

The Rebirth Of The Vengeance
47. Terbongkar



Yenny berdiri, dia berjalan menuju ke arah Raquel menunjuk Raquel dengan tatapan tidak senang.


"Dia, dia yang sudah memprovokasi putriku. Jika bukan karena dia putriku tidak akan turun tangan, kalian tidak bisa menyalahkan putriku saja. Dia tidak bersalah," teriak Yenny dengan suara lantang.


Saat ini yang ada dipikirannya adalah membawa Raquel ikut serta.


'Jika aku diusir dan tidak mendapatkan hakku, maka anak haram ini juga tidak boleh mendapatkan haknya. Dia harus pergi dari rumah ini dan kehilangan kepercayaan semua orang,' ejek Yenny di dalam hatinya.


Yenny tersenyum sinis membayangkan orang-orang ini akan berpikiran sama dengannya dan ikut mengusir Raquel. Beberapa tetua ikut mengangguk setuju, mereka juga tidak senang dengan kehadiran Raquel di sana, mereka menganggap Raquel sebagai aib yang harus dibuang.


"Benar, Tuan! Apa yang dikatakan Nona Yenny sangat tepat? Anak ini sejak tadi memang terus memprovokasi Nona Reina, jika bukan karena dirinya apakah Nona Reina akan terluka seperti sekarang?" tanya salah satu tetua pada kakek.


Dia menunjuk pada wajah Reina yang membengkak semakin besar, wajah cantik itu sudah hilang dan seperti disengat lebah. Reina bersembunyi lagi di belakang Yenny berusaha menyembunyikan bentuk tubuhnya yang terus membengkak.


"Ayah, kau harus memberikan keadilan untuk putriku? Dia tidak bersalah dan hanya terpancing oleh wanita sialan ini, jika bukan karena dirinya tidak mungkin anakku seperti ini. Ayah, tolong usir juga dia dari sini!" pinta Yenny memelas.


Dia bersujud di kaki kakek, kakek mundur, dia tersenyum sinis menunggu rekan-rekan Yenny menampakkan diri.


Raquel meludah jijik kemudian bertepuk tangan, dia melangkah ke depan menatap Yenny dan putrinya serta menatap pada tetua yang membela Yenny dan mereka yang menyudutkan dirinya. Raquel mendekati Reina lalu melayangkan tamparan hingga wajah Reina menoleh ke samping.


"Bagus, ini sangat bagus. Kalian menyalahkan diriku untuk sesuatu yang tidak aku kerjakan, apa kalian sangat membenciku? Apa anak seperti diriku sangat rendah di mata kalian?" tanya Raquel bertepuk tangan.


Kakek dan nenek senang akan apa yang sudah dilakukan oleh Raquel, sejak awal mereka berdua berdiri di lantai dua dan telah melihat apa yang sudah dilakukan Reina. Mereka berdua juga melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh Reina pada Raquel.


"Diam!" bentak kakek marah saat melihat Yenny masih ingin membuat kekacauan.


Dia menatap wajah orang-orang di sekitar, dia mencebik dengan ekspresi kesal lalu memberikan kode pada anak buahnya yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Usir pasangan ibu dan anak ini! Jangan biarkan mereka masuk ke dalam rumah ini, jika mereka tetap nekat kalian bisa mengusir mereka dengan kejam." Kakek memberikan perintah pada bawahannya dan langsung pergi menarik Yenny pergi meninggalkan ruangan itu.


Yenny meronta, kakinya diseret dipaksa untuk meninggalkan tempat itu secara kejam. Reina pun begitu, dia ditarik paksa dengan teriakan tidak rela terus keluar dari bibirnya.


"Lepaskan aku! Beraninya kalian melakukan semua ini padaku, kalian tidak tahu siapa aku? Ayo cepat lepaskan! Awas saja, jika aku berhasil menjadi pimpinan kalian orang pertama yang akan kubunuh." Yenny masih tidak rela dengan rencananya yang kacau dan hancur di tangan Raquel.