
Raquel menekuk lengannya menjadi telapak tangannya sebagai bantal dengan siku menempel ke meja, tampak malas namun menambah keanggunan miliknya. Rambut panjang Raquel tergerai menutupi punggungnya, lekuk tubuhnya yang indah membuat beberapa pasang mata enggan untuk berpaling dari dirinya.
Mata indah itu menatap Yenny enggan, dia bosan sebenarnya menghadapi dua orang yang banyak drama ini tapi mau bagaimana lagi. Sudah bertahun-tahun Raquel dirundung oleh ibu dan anak ini sehingga mereka menjadi ringan tangan dan sering melecehkan Raquel di beberapa kesempatan yang ada.
Raquel mencoba mengingat isi diary di mana ada curahan hati tentang dirinya yang didorong ke kolam renang oleh Reina.
Hari itu, Raquel memang pergi ke sebuah acara ulang tahun temannya. Meski tidak ada semangat dan keinginan untuk pergi tapi dia harus ikut agar bisa menambah temannya.
Saat itu acara ulang tahun itu diadakan di kolam renang, Raquel kala itu tengah berdiri di samping kolam renang sendirian karena tidak ada yang mau berbicara dengan dirinya.
"Hei apa kabar?" sapa Reina dengan geng kecilnya dari belakang, mereka tersenyum manis pada Raquel membuat perasaan Raquel menjadi tidak nyaman.
Apalagi saat itu tatapan semua orang tertuju pada mereka, Raquel mengangkat tangan dan tersenyum pada Reina sembari melangkah mundur.
"Kau takut?" tanya Reina tertawa, "aku tidak menggigit kok, paling hanya melukaimu sedikit saja." Reina berbisik pelan membuat bulu kuduk Raquel berdiri.
Raquel melihat ke sekeliling tempat itu namun semua orang sudah tidak melihat ke arah mereka, Raquel semakin panik saat melihat Reina melangkah mendekati dirinya.
Lamunan Raquel buyar saat melihat Yenny mengeluarkan telepon dari tas mahalny, di depan ke-tiganya Yenny memberikan perintah pada anak buahnya yang berjaga di belakang.
"Lakukan yang aku perintahkan tadi!" perintahnya dengan senyum menyeramkan.
Raquel menguap malas, dia memperbaiki posisi duduknya memandang Yenny dengan mata setengah terbuka. Hal ini memicu kemarahan Yenny yang diabaikan oleh Raquel.
"Beginilah kehidupan anak yang tidak memiliki orang tua, suka keluyuran dan tidak tahu aturan. Keluar malam sesuka hati, nilai rendah dan hanya mengandalkan kekuatan keluarga untuk bisa masuk ke sekolah bagus. Kau tidak layak disandingkan dengan putriku yang prestasinya bagus," ujar Yenny memprovokasi.
Yenny sudah menyelidiki tentang kehidupan Raquel, dia bahkan mengirimkan orang untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap Raquel dan bahkan ikut membantu anak-anak nakal itu merundung Raquel dan melindungi mereka dari jerat hukum.
"Lalu?" tanya Raquel santai tidak terpengaruh.
Meski begitu kedua kakak Raquel marah atas apa yang Yenny katakan barusan, bukan mereka mengabaikan Raquel tapi Raquel yang enggan untuk memberitahu mereka dan memilih menyembunyikan semua itu dari keluarganya.
"Kau pelacur sama seperti ibumu, jika tidak dengan menjual tubuhmu bagaimana kau bisa bertahan hidup hingga sampai sekarang? Ya, ibumu pelacur tentu saja anaknya juga seperti itu." Yenny mulai membahas tentang ibu Raquel.
Wanita yang hingga saat ini tidak pernah peduli akan hidup dan matinya, wanita yang tidak pernah bertanya seperti apa hari-hari yang dilaluinya. Wanita yang bahkan ikut mencoba membunuhnya, Raquel tidak memiliki hati untuk wanita itu sama sekali.
"Jangan samakan aku dengan wanita itu!" bentak Raquel marah dengan mata melotot.
Tangannya terkepal, jika bukan karena ada kakek dan kedua kakaknya di sana dia pasti sudah menghajar Yenny. Raquel menahan diri, dia tidak bisa menunjukkan perubahan besarnya secara signifikan atau semua itu akan membuat semua orang di sana curiga.
"Jaga mulutmu! Apa ini yang dinamakan wanita berkelas? Wanita berpendidikan tinggi tapi tidak memiliki attitude yang baik, kau bahkan hampir sama dengan wanita yang berjualan di luar sana." Raquel mendengkus menatap Yenny dengan sebelah mata
Tiba-tiba seorang pria dengan pakaian acak masuk ke dalam perjamuan, di telinganya ada anting terpasang. Ada tindik di lidah dan dagunya, begitupula dengan hidungnya, pria itu berlari dengan kecepatan penuh lalu bersujud di kaki Raquel dengan pandangan wajah memelas.
Semua orang yang hadir di sana terkejut melihat kedatangan si pria, mereka tidak tahu dari mana masuknya pria itu dan siapa yang menolongnya.
"Sayang maafkan aku! Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, aku mohon jangan menghukum diriku seperti ini!" Pria itu mengatakan kebohongan yang begitu fasih seolah dia sudah merangkai kata itu dengan baik dan benar.
Raquel mendesah, dia pikir akan ada hal lain yang lebih menarik yang Yenny persiapkan sebagai kejutan namun yang mampu dipikirkan oleh Yenny adalah ini.
"Maaf semuanya! Saya adalah kekasih Raquel, kami memiliki masalah dan dia sedang marah padaku. Aku minta maaf karena mengacau di sini tapi aku tidak punya pilihan lain," ungkap pria itu sembari melihat semua orang dengan perasaan bersalah.
Ekspresi wajah kakek langsung berubah ketika mendengarkan ucapan pria itu, kakek sangat tidak senang apalagi dengan cara si pria berpakaian. Jelas kalau pria ini adalah gengster, kakek memandang Raquel dengan tatapan tajam menuntut penjelasannya.
Orang-orang di sekitar kembali berbicara secara sembarangan, mereka berbisik satu sama lain menilai apa yang tengah terjadi di sana. Keributan besar terjadi, semua orang mencemooh Raquel.
"Kau siapa? Aku tidak mengenalmu, kapan kita pernah bertemu? Siapa yang membantumu masuk ke sini?" tanya Raquel dengan alis terangkat.
Raquel begitu tenang dan terkendali, sama seperti tadi, dia masih bersandar malas dan terlihat mengantuk.
Mata si pria berkaca-kaca, dia menatap Raquel sedih seolah hatinya sangat terluka oleh apa yang Raquel katakan barusan.
"Aku tahu kau marah padaku karena aku tidak mau membantumu menyakiti wanita itu, tapi jangan lakukan hal ini padaku. Aku melakukan semua ini karena tidak ingin berpisah denganmu, kau juga masih ingat kan kalau kita sudah membuat janji seumur hidup." Pria itu tidak kehabisan akal.
Dia sudah memikirkan hal-hal yang bisa membuat Raquel malu dan tidak memiliki wajah untuk tetap di sana.
"Aku memang miskin dan tidak bisa membuatmu kaya, tapi cintaku padaku benar-benar sangat tulus. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja keras agar ke depannya kita bisa hidup tenang," ujar pria itu lagi dengan suara keras.
Dia sengaja lagi untuk membuat semua orang tahu apa penyebab mereka bertengkar dan Raquel berpura-pura tidak mengenal dirinya.
Raquel tertawa, dia mengibaskan rambutnya dengan drama itu. Rasanya cukup menarik, dia sangat ingin tahu seperti apa permainan yang disusun oleh Yenny.
Apakah hanya sampai di sini atau ada permainan yang lebih menarik lagi.