
Raquel selesai berpakaian dan turun ke bawah, dia berjalan menuju ke tempat Richard sembari memamerkan gaun yang dipakainya. Melihat kecantikan gaun itu di tubuh Raquel mata Richard memancarkan senyum bahagia.
"Ayo pergi! Aku takut kalau lama-lama di sini kita akan terlambat," ujar Richard sembari membawa Raquel untuk ikut bersamanya.
Raquel mengikuti langkah kaki Richard, dia meremas tangannya dengan erat saat memasuki mobil yang akan membawanya menuju ke rumah utama.
Richard melihat hal itu namun tidak bersuara, dia duduk di sebelah Raquel memakai sabuk pengaman. Dia juga mengingatkan Raquel untuk memakai sabuk pengaman, Raquel tersenyum lalu memakai itu agar bisa sama seperti Richard.
Setengah perjalanan Raquel melirik Richard, awalnya Richard tidak memperhatikan itu namun cukup lama dilirik seperti itu membuat Richard mengalihkan pandangan matanya dari laptop itu ke arah Raquel.
"Ada apa?" tanya Richard.
"Itu, apakah anak haram seperti diriku akan diakui? Apakah aku akan diterima di rumah itu?" tanya Raquel setelah dirinya lama diam.
Tangannya saling menggenggam satu sama lain untuk meyakinkan Richard kalau itu adalah Raquel yang lama, sejujurnya Raquel tidak ingin membuat Richard curiga akan keanehan yang dia lakukan.
Richard mengembuskan napas lega, dia tersenyum sembari melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
"Jangan memikirkan itu! Kau tidak perlu khawatir akan masalah itu, aku bersamamu, siapa yang akan berani berbuat masalah?" Richard mencoba menghibur Raquel menghilangkan segala ketakutan yang dirasakan oleh Raquel.
"Ta-ta-tapi," gagap Raquel masih dengan tangan saling menggenggam satu sama lain.
"Sudah jangan pikirkan itu! Aku akan membantumu untuk mendapatkan apa yang harusnya kau dapatkan, sudah saatnya kita menagih semua barang-barang milikmu dan aku akan membuat mereka semua tidak berkutik nantinya." Richard menatap lurus ke depan.
Dia tahu apa yang Raquel takutkan apalagi setelah percobaan pembunuhan yang terus-menerus menimpa Raquel, jika itu dirinya dia juga sudah pasti tidak sanggup untuk menghadapi semua itu.
Raquel menunduk, dia berbicara di dalam hati mengingatkan pada dirinya sendiri tentang apa yang dijalani oleh pemimpin tubuh asli. Richard yang melihat itu menepuk bahu Raquel ringan.
"Jangan takut! Ada aku di sana yang akan menjagamu, kita juga membawa pengawal bersama kita. Siapa yang akan berani menghentikan diriku di sana?" tanya Richard sombong yang membuat Raquel mengangguk senang.
Pemilik asli memiliki lima kakak laki-laki termasuk Richard dan dia satu-satunya anak perempuan di rumah. Hanya saja karena dia anak haram semua orang di keluarga memandang rendah dirinya dan menganggap dia tidak memiliki kekuasaan atau kekuatan.
Bahkan ibu kandungnya sendiri pernah mencoba untuk membunuh dirinya, saat itu Raquel sedang duduk di tepi kolam renang. Dia didorong ke dalam dan kesulitan untuk bernapas, tangannya menggapai-gapai ke atas namun tidak ada yang peduli dengan itu.
Saat dirinya sudah lemas dan menyerah untuk berusaha dia mendengar seseorang menceburkan diri ke air menariknya ke atas dan melakukan pertolongan pertama padanya. Saat membuka mata Raquel menemukan kakak laki-laki pertama dan kedua lah yang telah menolong dirinya.
"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Richard sembari menepuk bahu Raquel membuat Raquel terbangun dari lamunannya.
"Hah, tidak ada Kak! Aku hanya sedang mengingat kejadian yang lampau saja, apakah menurutmu tidak akan ada masalah jika aku datang ke sana, Kak? Bagaimana kalau aku diusir oleh keluarga kita?" Raquel ingin mencari alasan.
Padahal dia hanya iba terhadap apa yang sudah dialami oleh pemilik asli, penderitaan yang dialaminya dari kecil sudah sangat berat. Beruntung dia bisa berganti tubuh hingga bisa membalaskan dendam pemilik tubuh asli, Raquel mengepalkan tangannya dan menatap jauh ke depan.
Banyak kejadian yang ditulis oleh pemilik asli di buku diary, semua hal buruk yang pernah dilaluinya. Penyiksaan fisik dan mental yang dia terima dan berikan oleh orang-orang sekitar membuat pemilik asli sering berpikir untuk mengakhiri hidupnya.
Beban hidupnya yang begitu berat membuatnya begitu tertutup dan bergantung dengan orang yang dekat dengannya. Bahkan meski dia tahu orang itu memanfaatkan dirinya dia tetap mengikuti orang itu dengan sepenuh hati, hanya untuk sebuah perhatian pemimpin asli rela melakukan hal bodoh hanya untuk menyenangkan hati orang lain.
Apalagi cerita sedih yang ditulis pemilik asli tentang alasannya tidak ingin sekolah, dia tidak memiliki teman dan menjadi korban perundangan. Dia disiram dengan air, dikunci di kamar mandi dan bahkan dilempar dengan telur dan makanan.
Sekali dia pernah disiram dengan air dingin, saat itu dia baru saja datang ke sekolah. Dia memasuki sekolah dengan hati-hati sembari melirik kiri dan kanan. Saat merasakan dirinya aman, Raquel berjalan menuju ke kelasnya namun siapa yang mengira kalau sebaskom air dingin akan menyiram dirinya dari lantai dua.
Seluruh tubuh Raquel basah oleh air dingin itu bahkan tas sekolah yang dibawanya juga ikut basah, buku-buku yang dibawanya bahkan tidak terselamatkan.
Raquel mengeringkan wajahnya menghilangkan air yang membasahi wajahnya itu, dia menggigil kedinginan namun teman-temannya malah tertawa lebar sembari mencemooh.
"Yah basah! Bagaimana dong? Sepertinya kau tidak bisa ikut ujian lagi hari ini, bagaimana kalau kau pulang saja dan mengganti bajumu di rumah. Tapi ya itu, kau pasti akan terlambat datang ke sekolah." Raquel mendengar ejekan temannya itu dengan mata terpejam dan tangan terkepal.
Ingin rasanya dia melawan namun dia tahu tidak akan ada yang membela dan percaya dengan apa yang akan dia katakan dan dirinya juga yang akan disalahkan nantinya.
Raquel tetap melangkah masuk ke dalam kelas dengan pakaian basah, semua temannya memandang Raquel dengan tatapan aneh dan ada juga merendahkan. Raquel duduk di kursinya mengeluarkan buku yang basah di dalam tas menyusun semuanya di atas meja.
Dia harus ikut ujian pagi ini baru nanti berganti pakaian, Raquel mengabaikan semua tatapan itu berpura-pura tidak melihat. Ujian akhirnya selesai, setelah ujian usai Raquel buru-buru mencari baju olahraga di lokernya, beruntung di dalam sana ada baju ganti yang ada dipakai hingga dia bisa melanjutkan sekolahnya.
Belum cukup sampai di sana, sepulang sekolah Raquel dikurung di dalam kamar mandi oleh temannya. Dia terkurung hingga malam hari sampai penjaga keamanan datang untuk membantu dirinya.
Raquel mengepalkan tangan mengingat semua itu, 'kau tenang saja, aku akan membalas semua yang sudah kau terima. Mereka yang membuatmu menderita akan kubuat menderita juga, semua yang kau alami akan dialami oleh mereka juga. Dendammu adalah dendamku juga, sakitmu sakit juga. "
Mereka akhirnya sampai di rumah utama, ada seorang pria tampan yang sedang menunggu dirinya di sana. Pria itu datang untuk menjemput dirinya dan dia adalah ilmuwan terkenal dan paling hebat di ibukota.