The Other Side Of Kama

The Other Side Of Kama
Masa Kecil dan Masa Remaja



Lagi, Kama kecil terbangun dalam gelap dan sunyi. Dalam mimpi buruk yang setiap hari harus ia lewati. Setiap hari baginya tidak akan habis jika mata nya tidak memerah dan membengkak. Ntah siapa yang berulah, dirinya atau nasibnya yang tak inginkan senyum terpancar setia di bibir kecilnya.


Dengan rasa takut, ia perlahan mengangkat wajahnya. Berusaha untuk melihat cahaya terang di tengah gelapnya tumpukan barang berdebu dan tikus yang bersemayam di sela-sela sudut ruang itu.


Lututnya bergetar berusaha untuk menopang tubuh yang terkulai lemas. Ia berdiri setelah berhasil mengumpulkan tenaga untuk sekedar mengatakan, "Tolong buka pintunya Ibu, ayah..."


Krekkk...


Suara pintu terbuka, tampak Ibu Kama yang berdiri bertolak pinggang dan masih dalam keadaan murka.


"Kau!!!... Apa ini bisa membuatmu jerah?!"


Kama kecil hanya diam membisu. Bahkan, memandang Ibunya pun ia tak punya nyali.


Sang Ibu menariknya tanpa perasaan. Ia di seret ke kamar mandi, lalu di sirami dengan air tanpa jeda. Hingga air mata tak lagi tampak karena terbawa tengelam dan menyatu dengan air yang mengaliri tubuh kecilnya.


Gemetar dingin ia di tinggalkan begitu saja. Kama duduk di sudut kamar mandi, sambil menggigit ujung jarinya yang bergetar karena hebatnya dingin yang menyelimuti sekujur tubuhnya.


"Apa uang sebanyak apapun tidak pernah cukup bagimu, Carlee ?!!... Jawab aku !!!" Suara teriakan sang Ayah sampai pada telinga Kama.


Praang!!!...


Bahkan suara benda apapun itu, ikut mengiringi perpercahan yang ada di dalam rumah itu.


"Uangmu memang tidak pernah cukup untukku!!!... Aku peringatkan padamu ! Jika kau tidak bisa memberikan aku uang sejumlah 100 juta bulan ini, aku akan tetap memberikan tubuh ku ini untuk di nikmati pria lain, paham ?!!..." Ibu Kama pun tak mau kalah.


Pak!!!...


"Kau memang wanita murahan!!!..." Ayah Kama menampar istrinyanya begitu keras.


"Murahan kau bilang??? Haha... bahkan aku di bayar lebih mahal dari gaji mu itu !!!..."


"Baik. Aku akan lakukan apapun untuk memuaskan nafsumu itu terhadap uang. Tapi, jangan pernah kau jual dirimu untuk pria lain, atau aku akan menceraikan mu!!!..."


Kama menutup kedua telinganya setiap kali, jika sudah tidak sanggup lagi menerima teriakan keras antara mulut Ayah dan Ibunya.


-------------------------


Berapa tahun berlalu. Kama tumbuh menjadi anak remaja yang tampan, licik dan di takuti di sekolahnya. Banyak wanita yang mengejar dirinya. Hal itu dia manfaatkan untuk memuaskan nafsunya juga meraup uang dari mereka.


Banyak perubahan yang terjadi di keluarga Kama. Ayah Kama kini menjadi seorang pengusaha sukses dan terkenal di Singapura dan ibunya tidak lagi menjadi wanita murahan karena segala kehidupan nya di penuhi dengan kemewahan. Tetapi, masa kecil tetap menjadi penentu karakter Kama yang buruk. Orang tua Kama sudah berlaku baik dan meminta maaf atas kejadian di masa lampau. Namun, itu tidak bisa menciptakan Kama yang baru.


Orang tua Kama, berserta kakaknya memilih untuk tinggal di Singapura. Sedangkan, Kama tidak ingin ikut bersama. Ia memilih tinggal sendiri di Jakarta.


"Kau mengapa tidak berubah sejak kecil, hah ?! Selalu saja membuat ulah !!!..." Sang Ayah memarahinya untuk kesekian ribu kali.


Kali ini berbeda, Kama tidak takut akan apapun dan tubuhnya tidak bergetar hebat lagi, juga matanya tidak lagi membengkak akibat tangisan. Ia malah memilih untuk duduk menyilangkan kakinya di sofa dan tersenyum sinis.


"Tidak ingin menampar, hah?!" Tantang Kama pada Ayahnya.


"Kama... Jangan berkata seperti itu pada Ayah," Sambung sang Ibu mencoba untuk menasehati.


"Hahaha.... Kau Carlee wanita murahan sekaligus ibu, apa tidak ingin memandikan aku ?! Memukul ku atau kau ingin mengunciku di gudang ?!" Kama tertawa gila seperti orang yang sedang mabuk.


Pak!!!...


"Diam kau Kama!!!..." Sang kakak menampar nya dengan keras.


Kama menyentuh bekas tamparan di pipinya sambil tersenyum sinis, "Haha... Kau ini adalah wanita yang suka mencium bibir lelaki manapun kan? Rasanya aku ingin sekali menikmati bibirmu juga..."


"Kau!!!..." Sang kakak mencoba untuk memberikan tamparan lagi, tapi tertahankan oleh tangan Ayah.


"Kalau seperti ini Ayah tidak akan pernah mempercayai kamu menjadi pewaris bisnis Ayah. Kau hanya bisa membuat ulah, menghabiskan uang dan tidak miliki rasa sopan santun!" Sambung sang Ayah.


Kama berdiri dan tersenyum sinis. Kemudian meninggalkan mereka semua, menuju kamarnya.


Kita lihat saja siapa yang akan terlengser.


"Silakan kembali ke habitat kalian ke Singapura, jangan urus aku!!!..." Teriak Kama dari kamarnya.


Setelah banyak kejadian yang terlewati. Kama tak hanya menjadi pria yang licik dan jahat, tetapi juga menjadi orang yang gila akan uang dan harta. Sebab ketika kecil, ia tidak pernah mendapatkan apapun yang ia inginkan.


Mulai dari SMA, ia sudah menyusun strategi untuk mendapatkan uang yang banyak juga tahta dan jabatan. Oleh sebab itu, ia menjalin hubungan dengan anak pengusaha kaya, bernama Chloe di bangku SMA. Ia tidak menjalani nya dengan serius karena Chloe bukan wanita yang menarik atau cantik. Bahkan, untuk menyentuhnya pun Kama tidak berselera, tidak seperti wanita yang sudah ia rusak sebelumnya.


Semua ia lakukan perlahan tapi pasti. Membuat Chloe jatuh cinta akan ketampanan nya juga sikap manis palsu yang selalu ia tunjukkan. Sampai akhirnya, mereka lulus sekolah. Ayah Chloe berniat untuk langsung menikahkan putrinya dengan Kama. Tetapi, Kama malah memberi syarat berupa tahta, jabatan dan harta secara cuma-cuma.


Hal itu membuat Ayah Chloe mengetahui siapa Kama sebenarnya dan meminta Kama untuk meninggalkan putrinya itu. Kama tidak keberatan untuk itu. Tapi, ia berjanji untuk membalaskan dendam nya.


Lalu, ia membohongi Chloe. Ia berpura-pura memutuskan wanita itu dengan alasan akan kuliah di Inggris. Padahal, Ayah Kama tidak pernah menyetujui hal itu. Chloe sempat terpukul atas kepergian Kama karena ia begitu mencintai Kama waktu itu.


Kama kuliah di Jakarta. Setelah gagal dalam rencana nya untuk mendapatkan harta dan jabatan dari Ayah Chloe, ia menyusun rencana pula untuk bisa melengserkan Ayahnya dan kakak perempuan nya dengan cara apapun. Asal itu, mampu membuat ia dapat menguasai segalanya.


Dengan begitu, ia bisa membalaskan dendam terhadap rasa pahit, serta sakit hatinya terhadap ibu juga kakaknya dan masa kecil buruk yang ia miliki kepada semua orang. Khusus nya, wanita.


Baginya menyakiti wanita adalah hal yang menyenangkan. Semua wanita hanya inginkan uang, uang dan uang. Mungkin setelah memiliki harta, jabatan dan uang yang melimpah, Kama bisa membeli banyak wanita hanya untuk kepuasan nya, mainan atau bahkan untuk menjadi objek kenikmatan sementara dan objek pembalasan dendam, pada ibu dan kakak perempuan nya.