The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 70



The One bisa mengenali arah pandangan pemuda kecil yang berdiri jauh dihadapannya, meski sekilas tetapi dirinya tahu jika pemuda tersebut tengah mencuri pandang ke arah seorang wanita yang sedang menghadapi calon pengantinnya juga seorang pria besar yang sedang membantai pasukan black ronin nya.


Serasa menemukan sebuah celah untuk bisa mengalahkan pemuda yang kekuatannya bisa menandingi dirinya, mahluk mengerikan itu pun mengarahkan sinar merah yang memancar dari tangan kirinya ke arah wanita tersebut.


Srak!


“Arrgghhh!!”


Secepat kilat Khaii bergerak untuk melindungi sang ibu dengan tubuhnya, serangan mahluk mengerikan itu berhasil mengenai punggungnya. Meski sekilas, tetapi dirinya bisa mengenali sasaran sinar kemerahan milik The One yang mengarah kepada Zaya.


Khaii tengah berada dalam kondisi yang lengah, satu sisi dia harus menahan serangan itu dengan tubuhnya dan di sisi lainnya dia harus melindungi sang ibu dari serangannya.


Entah harus marah, sedih, atau bahkan bahagia yang dirasakan oleh Hira saat ini. Wanita itu terkejut dan marah saat serangan the one berhasil mengenai tubuh keponakannya, tetapi hatinya senang karena pada akhirnya mahluk-mahluk sombong yang sejak tadi menonton perjuangan mereka akhirnya turun tangan.


Perlahan mereka mendaratkan pesawat-pesawat tempurnya di sekeliling altar maha besar berbentuk piramid tersebut, lalu mengosongkan pesawat mereka dan berdiri tegak mengelilingi altar untuk menjaga agar tidak ada seorangpun yang mendekati mereka.


“Kita bertemu lagi Onedai…” Mordor mendaratkan tubuhnya secara perlahan dihadapan sesosok mahluk dengan tampilan yang sungguh mengerikan. Kulit di sekujur tubuhnya berwarna merah dan bola matanya hitam legam!


“Mordor…Apa gerangan yang telah membuatmu datang kemari?” One terkekeh, dirinya tahu jika mahluk sombong dari bangsa Homobien tersebut telah berada di atas langitnya sejak tadi. Tetapi dirinya tidak menyangka jika dengan robohnya pemuda itu ditangannya telah memicu kehadirannya saat ini.


“Aku hanya ingin menepati janjiku kepada mahluk yang telah menyelamatkan planetku” Mordor mulai mengangkat tongkat saktinya, dia bermaksud untuk menahan serangan mahluk mengerikan tersebut dengannya.


Dengan senang hati Onedai pun menyerang mahluk sombong dihadapannya ini dengan sinar merahnya secara bertubi-tubi, dan…


Duarrr!!!


Onedai hampir saja meyakini kekuatan dirinya yang maha dahsyat karena telah berhasil membunuh Mordor dengan sangat mudah, tetapi lenyapnya ledakan tersebut bersamaan dengan lenyapnya pemuda dan wanita tadi, juga pria besar yang dengan brutal membunuh black ronin nya, serta pemuda berkulit biru yang terlihat sangat lemah dimatanya.


Bukan hanya itu saja, langit di krox pun telah kembali seperti semula. Tanpa kehadiran pesawat-pesawat tempur milik musuh, yang ada hanyalah sisa-sisa perjuangan mereka berupa mayat-mayat yang bergelimpangan serta para black ronin yang terluka.


“Mordor! Dimana mahluk terkutuk itu?!” One mengedarkan pandangannya


“Tidak mungkin! Tidak mungkin! Ini semua tidak mungkin terjadi!” Dirinya tetap mengedarkan pandangannya ke seluruh wilayah di sekitar altarnya, dari kejauhan dia bisa melihat monster-monster itu bergerak ke arahnya.


Bagaimana mungkin musuh-musuhnya bisa meninggalkan tempat itu dengan sangat mudah? Dan bagaimana mungkin dirinya bisa terkecoh semudah itu pikirnya.


“Musnahkan mahluk-mahluk itu bodoh!” Pekiknya, mencoba untuk memberikan perintah para black ronin yang tersisa sementara dirinya mulai mengarahkan sinar merahnya ke arah ribuan mahluk berkaki delapan tersebut. Tetapi bukannya musnah, jumlah mereka justru menjadi semakin banyak!


“Samael! Kau terkutuk! Kau juga Mordor!”


.


.


Dia sangat bersyukur karena bantuan tak terduga yang datang dari para Homobien tiba pada waktu yang sangat tepat! Yakni ketika dirinya sedang berusaha untuk mengaktifkan kembali portal yang telah berhasil mengenyahkan monster-monster berkaki delapan tersebut dari planetnya. Dan luar biasanya lagi mesin portal yang di bawa oleh para homobien bisa membesar hingga ratusan kali lipatnya! Ini terbukti dengan para naga dan pesawat jet yang muncul dari sana.


“Terimakasih yang mulia” Dhar tengah berlutut dihadapan mahluk besar tersebut, kini mereka tengah berada di planet Neuro setelah berhasil melewati portal yang tiba-tiba hadir di Krox.


“Bangunlah! Jasa kalian lebih besar dari apa yang kami lakukan hari ini” Balasnya, lalu menyerahkan kembali tubuh Khaii yang kini telah terbebas dari luka yang di akibatkan oleh serangan Onedai tadi kepada Gorg.


“Aku hanya tidak menyangka, ternyata mahluk kecil seperti kalian lah yang berhasil mengenyahkan tirani mahluk bodoh itu dari alam semesta ini”


Well, sombong tetaplah sombong pikir Hira. Sepertinya roh agung tengah dipuncak kesombongannya ketika sedang menciptakan mahluk kuno berukuran tinggi itu batinnya kesal. Tetapi Hira yakin jika sebenarnya mereka adalah mahluk baik yang cinta akan kedamaian, buktinya diam-diam mereka mengirimkan bantuannya hari ini.


Para Homobien pun meninggalkan Neuro setelah sesi bertekuk lutut yang dilakukan oleh semua mahluk di hadapannya selesai, dan bukan homobien namanya jika kepergiannya pun tidak meninggalkan jejak kesombongannya di sana. Mordor telah menaruh patung dirinya di sektor Z! Dimana mereka telah memasang pintu portalnya tadi.


Malam harinya seluruh penghuni Neuro disuguhi kilatan cahaya kemerahan di langitnya yang di susul dengan tayangan hujan meteor setelahnya, meski terlihat kecil tetapi mereka yakin jika keberadaan Krox saat ini telah lenyap dari galaksinya.


Sayang, Melinda tidak hadir bersama dengan mereka untuk menikmati pemandangan indah ini. Wanita itu memilih untuk tetap bersama dengan panutannya, meski harus lenyap bersama dengannya.


Kekuatan sebesar apapun bila hanya di miliki oleh satu orang saja akan mudah dikalahkan oleh sekelompok orang yang memiliki kekuatan kecil dengan hati yang sangat besar serta tingkat kegigihan yang begitu tinggi.


Sepertinya roh agung sedang tersenyum saat ini, melihat kemenangan dari mahluk-mahluk yang setia kepadanya.


THE END


Terimakasih kepada para pembaca setia novel ini, yang telah mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir.


Mohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan dalam novel ini, yang mungkin mengecewakan kakak-kakak tercinta semua.


Terimakasih atas dukungan penuhnya, semoga mendapatkan balasan yang indah dariNYA. Aamiin…


Love you all se-alam semesta raya 🤗🤗🤗🤗🤗


Nantikan novel berikutnya dari Othor yaaa 😍😍😍😍