
Tidak ada cara lain bagi Gorg, untuk menyelamatkan Zaya saat ini yakni dengan menghubungi anggota klan nya yang berada di permukaan secara diam-diam.
Peraturan yang dia buat jika ada para kesatria nya yang jatuh seperti yang di alami oleh Zaya dan Bessara, mereka hanya memberlakukan 1x24 jam untuk melakukan pencarian. Jika waktu tersebut terlampaui maka para kesatria tersebut akan dinyatakan gugur dalam peperangan.
Gorg tidak mau mengambil resiko hubungan nya dengan Zaya akan diketahui oleh banyak orang saat ini, begitu pula dengan indentitas diri yang dirahasiakan nya.
Satu yang masih menahannya di planet mars, yakni urusannya dengan Supreme Leader dan para dewan parlemen.
Jika Gorg memutuskan untuk pergi seperti yang disarankan oleh Dhar, maka dirinya akan kehilangan kesempatan untuk memperjuangkan nasib para kadet barunya, juga para kesatria nya yang lain.
"Sebaiknya kita menggali pasir untuk tidur malam ini" Bessara mencari permukaan pasir yang tinggi untuk mereka bersembunyi sekaligus bermalam.
"Tunggu Bessara, kita berada di perbatasan sektor X" Zaya memeriksa lokasi terbaru nya melalui layar virtual yang muncul dari bedan ditangannya.
"Kita harus segera mencari bukti bebatuan!" Zaya dan Bessara mengucapkannya secara bersamaan, lalu berlari sekencang-kencangnya mencari tempat yang mereka maksud sebelum malam tiba.
Wilayah perbatasan X dihuni oleh cacing tanah raksasa, mahluk itu bermutasi menjadi sebesar itu ketika energi biru meledak. Dan mereka hanya keluar pada malam hari untuk mencari mangsanya.
Crogh memiliki tentakel-tentakel kecil untuk mendeteksi mangsanya melalui getaran yang terjadi dipermukaan, dia akan melahap apapun yang bergerak pada malam hari termasuk pesawat tempur.
"Cepat lari Zaya!!! Dia datang!!!" Pekik Bessara ketika dirinya merasakan getaran hebat dipermukaan tanah, pada saat keduanya berlari menuju bukit berbatu yang cukup jauh itu.
"Akh sial! Ranselku!" Pekik Zaya, gadis itu bermaksud untuk mengambilnya tetapi dengan cepat Bessara menarik tangannya sebelum mulut besar Crogh muncul dan melahap mereka.
"Biarkan Zaya!"
Bbbrrrrr.....!
Getaran hebat hampir saja membuat keduanya jatuh, Zaya dan Bessara mengerahkan sisa tenaga untuk melompat ke permukaan keras dihadapannya.
"Aaaaahhhhh!!!!"
Brugh!!!
"Demi roh agung! Untunglah kita selamat!" Ucap Zaya dengan nafas yang tersengal-sengal, keduanya masih tetap dalam posisinya, terlentang!
"Ini petualangan paling gila yang pernah aku lakukan Zaya" Balas Bessara.
Sayangnya tak lama kemudian Zaya mendengar alarm tanda bahaya dari pakaian yang dikenakan oleh Bessara, rupanya saat mereka mendarat tadi benturan keras yang terjadi telah menghantam alat pendingin pada baju yang dikenakan oleh gadis berkulit pucat tersebut.
"Owh tidak!" Pekik Zaya, secepat mungkin gadis itu membatu Bessara untuk duduk agar dia bisa memperbaiki sistem pendingin pada pakaian nya.
Tanpa sistem pendingin tidak mungkin Bessara bisa melanjutkan perjalanan pada siang hari karena serangan panas matahari, sementara merekapun tidak bisa melanjutkan perjalanan pada malam hari karena banyaknya kendala. Salah satunya Crogh ini.
Keduanya tidak tahu apalagi yang akan mereka hadapi didepan sana, tetapi yang mereka tahu permukaan sektor Y sangatlah panas karena radiasi yang memancar.
"Zaya, kau harus melanjutkan perjalanan ini seorang diri, aku akan menunggumu disini oke" Bessara meraih kedua bahu gadis pemberani yang ada dihadapannya, serta menggoyangkan tubuhnya.
"Kita akan membicarakan nya lagi besok Bessara, sekarang sebaiknya kita beristirahat"
"Baik Gorg, perintah dilaksanakan"
Jauh di wilayah lain di planet tersebut, tepatnya di sektor industri seorang wanita berjubah baru saja mendapatkan perintah dari Gorg untuk mencari keberadaan Zaya lewat seorang pengirim pesan.
Gadis tersebut segera meninggalkan tempat itu untuk mengumpulkan teman-teman nya dan segera melakukan pencarian.
Kembali ke sektor X dimana Fin beserta para kesatria Eagle dan Hawk berada, mereka baru saja tiba di lokasi tersebut dan menemukan sisa-sisa keberadaan kedua temannya.
Fin menyentuh pembungkus makanan yang sengaja ditinggalkan oleh Zaya, gadis berkulit biru itu langsung mendapatkan gambaran tentang peristiwa yang telah dialami oleh kedua temannya dan kemana kemungkinan mereka pergi.
"Kita hanya punya waktu 5 jam lagi Fin, sebelum mereka dinyatakan tewas oleh pusat" Ucap seorang kesatria Hawk.
"Mereka masih hidup teman-teman, mereka menuju sektor Z!" Fin berlari menaiki pesawatnya dan segera menerbangkannya kembali menuju sektor Z, gadis itu sengaja terbang serendah mungkin untuk menelusuri jalan menuju ke sana.
"Ayolah kawan-kawan...Beri aku tanda" Batin Fin.
Waktu menunjukkan pukul 5 pagi saat ini, itu artinya Fin hanya memiliki satu jam lebih untuk bisa menemukan keberadaan kedua temannya setelah hampir semalam mereka melakukan pencarian sebelum mereka kembali ke markas.
"Fin, kita harus segera kembali"
Seorang kesatria Eagle memberi tahunya lewat alat komunikasi yang ada didalam pesawat yang diterbangkan oleh gadis itu, beruntung saat Fin akan menentukan titik koordinat kepulangan dia melihat asap mengepul dari salah satu bukit berbatu dibawahnya .
"Disana teman-teman!" Ucap Fin lalu mendaratkan pesawatnya disekitar bukit tersebut.
Disana dia hanya menemukan keberadaan Bessara yang tergeletak tak berdaya karena hampir saja kepanasan, meski keadaan masih pagi tetapi sinar matahari sudah membuat udara sangat panas disana.
"Dimana Zaya??" Fin segera meminta bantuan kepada teman-teman nya untuk memindahkan Bessara ke dalam pesawatnya.
"Dia sudah berangkat sejak tadi Fin, kemungkinan besar dia berada di sektor Y sekarang ini"
Sayangnya waktu yang mereka miliki sudah habis, mereka harus segera kembali ke stasiun luar angkasa sebelum waktu yang sudah diberikan berakhir. Fin dan teman-temannya harus tiba disana tepat pukul 6 pagi!
"Jangan Fin! Jangan pernah melanggar perintah! Kita bisa meminta bantuan kepada para kesatria daratan untuk mencari Zaya" Bessara yang mengetahui niat Fin segera memberikan peringatan kepada teman biru nya tersebut.
"Sial! Aku yakin jika Zaya ada di posisi kita, dia tak akan segan untuk melanggar perintah" Umpat Fin, lalu menerbangkan kembali pesawatnya menyusul para kesatria Hawk dan Eagle.
"Kita sama-sama tahu siapa yang akan melindungi nya jika gadis itu berani melanggar perintah Fin" Kekeh Bessara, saat ini dirinya pun yakin jika panglima tinggi nya tersebut tidak akan tinggal diam meski saat ini pria tinggi besar berambut panjang itu masih berada jauh di planet mars.
"Maafkan aku Bessara, aku terpaksa meninggalkan mu disana... Semoga roh agung memberikan pertolongan kepadanya"
Sepanjang jalan Zaya tak hentinya menyesali diri karena terpaksa meneruskan perjalanan seorang diri, dengan membawa perbekalan milik Bessara. Gadis berkulit pucat itu telah memaksa dirinya bahkan mengancamnya tadi.
"Demi roh agung....Apa itu???