
“Sektor Z semakin subur! Ramalan itu terbukti…!” Seru salah seorang anggota perompak, pria tersebut baru saja kembali sehabis berpatroli disana. Dia tidak melihat siapa yang sedang berdiri diantara pemimpin dan anggotanya yang lain.
“Owh…Maafkan aku” Lanjutnya setelah dia dan teman-temannya menyadari sorot mata tajam seorang pria tinggi besar bermata biru ke arahnya, apalagi saat dia pun melihat sang pemimpin yang tunduk dihadapannya.
“Ingat kata-kataku, dan jangan pernah berpikir sedikitpun untuk membelot atau kalian semua akan mati di mulut cacing raksasa itu” Gorg kembali menekankan kata-katanya, sambil semua orang yang sedang mengelilinginya, dia pun berpesan agar mereka menyampaikan berita tersebut ke seluruh penjuru planet.
Mereka harus merahasiakan tentang hidupnya kembali planet ini, dengan jaminan bahwa mereka akan ikut andil dalam pemberontakan yang tidak lama lagi akan terjadi. Dulunya mereka adalah tentara yang melindungi planet ini dari ancaman bangsa-bangsa luar, tetapi setelah energi biru hancur mereka terpaksa bertahan di permukaan dengan cara merampok setelah semua persediaan makanan mereka habis.
Mereka merampok para kesatria daratan yang kebetulan lewat atau tersesat, mereka pun terpaksa merampok suku Sinth demi bertahan hidup demi keyakinan yang ditanamkan nenek moyang mereka akan hidupnya kembali planet ini setelah bangsa amarath dan omarath berhasil membangun kembali benda biru tersebut.
“Baik Gorg kami akan mulai bergerak, tetapi kami butuh persediaan bahan makanan serta amunisi”
Ucapan sang pemimpin pun disetujui oleh para anggotanya, mereka saling bersahutan untuk menambah keyakinan Gorg agar pria dari klan serigala itu mau menyediakan berbagai kebutuhan untuk mereka. Terutama karena tiga hari terakhir ini mereka tidak bisa menemukan sumber makanan di manapun.
Gorg memberitahu mereka dimana mereka bisa mendapatkan sumber makanannya serta persediaan amunisi dan lain sebagainya, satu hal yang harus mereka lakukan saat ini selain melaksanakan perintah Gorg adalah larangan mereka untuk memasuki goa di sektor Y sebelum mereka menerima perintah langsung dari Gorg. Mereka pun harus menjaga sekeliling tempat tersebut dari siapapun yang bermaksud memasukinya terutama dari para kesatria yang bekerja dibawah pimpinan supreme leader.
“Kalian akan mendapatkan bantuan selama aku berada di bulan” Ucap Gorg sebelum dia memasuki pesawatnya, Zaya hanya bisa menatap semua orang melalui jendela pesawat karena pria besarnya itu melarangnya untuk ikut bersama dengannya untuk menemui mereka.
Zaya bahkan diharuskan untuk menutupi wajahnya dengan penutup wajah khusus yang telah dibuatkan oleh Seren, gadis itu harus menutupi identitasnya terlebih dulu dari semua orang karena pada kenyataannya semua orang telah menganggapnya mati setahun yang lalu.
“Jaga mata kalian!”
Semua mata yang tadinya memandangi Zaya dengan perasaan kagum langsung membuang pandangan mereka ke sembarang arah setelah suara berat Gorg kembali terdengar, mereka pun bisa bernafas lega kembali setelah pesawat yang membawa Gorg serta para penumpangnya terbang meninggalkan mereka.
“Memasuki lapisan udara, mode phantom di aktifkan” Ucap Dhar sambil menekan deretan tombol-tombol dihadapannya, seketika pesawat mereka pun menghilang baik dari pandangan maupun dari radar. Dhar pun mengubah kecepatan menjadi kecepatan cahaya agar mereka bisa lebih cepat lagi tiba di bulan, untuk bergabung bersama dengan teman-temannya yang lain.
Beberapa saat kemudian setelah Dhar mengubah kembali mode kecepatan terbangnya.
“Demi roh agung!” Pekik pria biru tersebut, hampir saja pesawat yang diterbangkan nya terkena tembakan laser musuh. Untung saja pesawat tersebut masih dalam mode phantom, jika tidak sudah pasti kedatangan mereka akan menjadi sasaran empuk dari musuh yang sedang menembaki pesawat anggota revolusi.
Seketika itu pula mulai terdengar permintaan pertolongan dari para anggota revolusi melalui alat komunikasi di dalam pesawat.
“Tempati posisi kalian!” Titah Dhar kepada Zaya dan Hira terutama kepada Gorg. Mereka harus segera membantu teman-temannya yang mulai kewalahan saat menghadapi serangan musuh yang mereka yakini pasti datang secara tiba-tiba.
“Tidak mungkin mereka bisa menemukan lokasi kita!” Geram Gorg, “Kecuali ada orang yang telah membocorkannya!” Gorg memukul meja besi dihadapannya hingga hancur. Harapannya untuk datang ke bulan dan memberikan sebuah berita yang menggembirakan telah sirna seketika, bulan merupakan satu-satunya tempat yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari bangsa manapun di seluruh galaksi ini.
“Bagaimana ini bisa terjadi?” Batinnya.
“Status!” Titah Gorg saat para perwiranya datang sambil membawa informasi yang dibutuhkan olehnya.
Satu persatu dari mereka mulai menyampaikan hasil temuannya, kemungkinan ditemukannya lokasi mereka oleh pihak musuh adalah kelalaian yang dilakukan oleh salah satu anggota revolusi saat pesawat yang diterbangkannya di curigai oleh musuh dan pada akhirnya salah satu pesawat mereka mengikutinya hingga ke bulan.
“Mereka pasti akan terus bermunculan mulai saat ini Gorg, kita harus waspada setiap saat” Lanjutnya.
“Aku punya ide yang lebih bagus!” Zaya berseru setelah keheningan tercipta di ruangan itu.
Sementara itu di stasiun luar angkasa yang melayang mengelilingi planet Neuro, Fin, Xande, serta Bessara diam-diam meninggalkan pesawat mega besar tersebut menuju planet Neuro. Mereka telah menerima sebuah perintah rahasia yang mengharuskan mereka untuk pergi ke sektor X, dan menemui seseorang disana.
“Kita tidak bisa menggunakan pesawat kita jika kita tidak mau aksi kita sampai ketahuan para perwira” Bisik Xande, sambil mengarahkan pandangannya ke sebuah pesawat yang biasa diterbangkan oleh para ksatria Hawk.
“Ide yang bagus” Bisik Fin, lalu ketiganya pun diam-diam menaiki pesawat itu dan bersembunyi di bagasi kapal. Dimana mereka menaruh suplai obat-obatan serta bahan makanan.
Pesawat yang akan membawa mereka akan berhenti di sektor Z untuk menurunkan barang-barang bawaan mereka, disana titik awal mereka untuk bergerak menuju sektor X. Mereka pun sudah membuat rencana untuk menyamar sebagai kesatria daratan agar bisa mengambil kendaraan yang akan membawa mereka ke sektor tersebut.
Beruntung rencana berjalan sesuai dengan harapan mereka, tanpa kendala yang berarti. Mereka pun memulai perjalanan panjangnya menuju sektor yang telah lama ditinggalkan oleh para penghuninya tersebut.
“KIta harus berhati-hati terhadap serangan perampok pada malam hari” Ucap Bessara, dia masih mengingat terakhir kalinya dia berada di sektor tersebut bersama dengan Zaya. Mereka hampir saja habis ditangan para perampok itu.
“Hei kawan-kawan, apa kalian menyadari perubahan yang terjadi disini?” Xande tiba-tiba angkat bicara, pasalnya selama perjalanan suhu udara tidak mengalami lonjakan seperti biasanya.
“Maksud mu?” Fin mengerutkan keningnya.
“Lihat ini..” Xande menunjuk layar monitor pengatur tekanan suhu, disana warna lampu masih menunjukan warna hijau.
“Demi roh agung! Lihat disana!”