The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 31



Zaya mengingat satu-satunya momen yang membuat dirinya secara tidak sadar berada dekat dengan Gorg, yakni ketika dirinya kembali dalam keadaan terluka setelah sang panglima memerintahkannya untuk menemui seseorang di sektor industri waktu itu. Mungkin kah saat itu Gorg telah menaruh Xin itu didalam tubuhnya? Tetapi bagaimana caranya pikir Zaya.


“Aku akan menanyakan hal ini langsung kepadanya nanti” Batinnya, gadis itu juga berharap jika saat itu Gorg tidak melakukan hal tak senonoh terhadap dirinya.


“Kau akan memiliki serigala mu sendiri Zaya” Hira mengejutkan Zaya dengan suara indahnya, gadis itu menghampiri Zaya yang sedang asik duduk di atas batu besar dengan Serigala besar milik Gorg yang setia menemaninya.


“Mahluk sebesar ini? Bagaimana caranya?” Zaya melirik sekilas mahluk besar tersebut, lalu kembali menatap Hira yang sedang menggaruk lehernya.


“Itu mudah, kau hanya harus mendapatkan kepercayaannya saja”


Sementara keduanya berbincang, dari balik jendela rumah Khan serta sang istri tengah mengintip keduanya. Khan berharap strategi yang dia buat berhasil membuat Zaya dengan sukarela memilih serigalanya sendiri dengan bantuan Hira. Syarat mutlak yang harus dimiliki oleh anggota klan.


“Tenanglah sayang, aku yakin Hira pasti berhasil meyakinkan gadis itu?” Ucap Seren sambil mengelus bahu kokoh milik Khan.


Baik Khan maupun Zaya sendiri merasa tidak yakin akan dapat menjinakkan binatang buas sebesar itu, dua-duanya pun memiliki alasan yang sama yakni postur tubuh Zaya yang mungil. Tinggi gadis itu hanya 170an sentimeter saja! Bila dibandingkan dengan tinggi serigala yang rata-rata mencapai 2-2.5 meter, Zaya jelas terlihat kecil.


Hira mengajak Zaya ke sebuah tempat jauh ke dalam hutan, dimana sarang serigala berada. Konon menurut legenda sang serigala lah yang akan memilih tuannya, bukan sebaliknya.


Sepanjang jalan Zaya mendengarkan kisah klan serigala yang legendaris itu dari mulut Hira langsung, gadis itu merasa takjub dengan kekuatan tubuh anggota klan baik pria maupun wanitanya. Mereka bisa mematahkan tubuh seseorang dengan tangan kosong dengan begitu mudah, daya tahan tubuh mereka terhadap cuaca pun patut di acungi jempol.


Dulu belum lama setelah klan tersebut hijrah ke planet Neuro, planet tersebut mengalami kehancuran setelah meledaknya energi biru. Planet yang dulunya begitu indah dengan udara yang sangat sejuk dan banyaknya hutan itu tiba-tiba berubah menjadi tandus dalam waktu sekejap saja, dan hanya klan serigala lah yang bisa bertahan disana hingga saat ini bersama dengan bangsa asli planet tersebut yakni Amarath dan Omarath.


“Pantas saja Gorg sangat kuat sekali” Batin Zaya.


Tiba di tengah-tengah hutan rimba yang dimaksud, Hira meminta Zaya untuk ikut bersembunyi dibalik sebuah batu besar diantara pepohonan didepan sebuah mulut goa.


“Kita tunggu mereka disini Zaya” Bisik Hira, lalu meminta Zaya untuk tenang dan tidak mengeluarkan suara.


Hira tidak mengetahui dampak yang akan timbul dari Xin milik Gorg yang ada ditubuh Zaya, karena selama ini anggota klan mereka belum pernah memiliki hubungan khusus diluar klannya sendiri hingga siapapun belum pernah menaruh Xin nya ditubuh orang lain seperti halnya yang telah dilakukan oleh kakaknya Gorg terhadap Zaya.


Brrrrhhh…


“Diamlah Ru, kau jangan mengganggu kami” Ucap Zaya tanpa melihat ke arah belakangnya. Kebiasaan serigala milik Gorg itu selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.


“Ru katamu?” Perlahan Hira menoleh ke belakang, diikuti oleh Zaya yang baru menyadari jika serigala besar itu berada di rumah bersama dengan Khan. Sebelum pergi ke hutan ini tadi, Zaya meminta kepada serigala besar itu untuk tidak mengikutinya.


Glek!


Baik Zaya maupun Hira menelan saliva nya dengan susah payah setelah melihat seekor serigala putih telah berdiri sambil mendengus dihadapan mereka.


“Jangan bergerak sedikitpun Zaya” Pinta Hira, seraya perlahan memutar tubuhnya diikuti oleh Zaya.


“Dia adalah seekor serigala legenda Zaya, dan akupun baru pertama kali ini bisa melihatnya…Aku pikir dia hanya ada dalam dongeng”


Huufffhhhhsss…


Serigala besar putih itu mulai mengendus tubuh Zaya dari kejauhan, tetapi setelah dia mencium sesuatu ditubuhnya tiba-tiba saja dia mengeluarkan taringnya.


Ggggrrrrr…


“Tenanglah..Aku tidak memiliki maksud jahat, aku hanya ingin berteman denganmu kawan” Zaya mengulurkan tangannya, lalu melangkahkan kakinya secara perlahan.


Wuuffh! GGrrrr….!


“Oke…Oke aku akan berhenti disini, kau mau aku berhenti disini kan?” Zaya menurunkan kembali tangannya, serigala itupun pergi.


“Demi roh agung…” Hira mengelus dadanya, jantungnya kini berdegup sangat kencang. Baru pertama kali ini dia melihat mahluk yang diketahuinya hanya dari dongeng pengantar tidur yang selalu diceritakan oleh ayah ataupun ibunya.


“Well, that was close” Ucap Zaya, rasa takut yang sempat hadir didalam dirinya tadi berubah menjadi rasa penasaran yang amat tinggi. Dia ingin tahu apakah dia bisa mengambil kepercayaan dari serigala putih tersebut, dan berniat untuk kembali keesokan harinya.


“Entahlah…Tapi ada yang menarik dengan serigala putih itu” Batin Zaya.


Ditempat lain Gorg dan teman-temannya sedang menantikan kedatangan anak buah Jawk ditempat yang telah ditentukan, setelah sebelumnya mereka berhasil menangkap Jule yang sedang bersiap untuk menyambut kehadiran mahluk dari planet Borg itu disana.


“Ini terlalu mudah Dhar, mereka tidak sebodoh itu” Gorg menghela nafasnya berat, dia bahkan hanya menyaksikan Ann Marrie beserta teman-temannya menangkap mahluk-mahluk tersebut tanpa perlawanan yang berarti.


“Aku merasakan hal yang sama yang mulia, sepertinya kita harus memasang mata dan telinga kita dimana-mana mulai hari ini” Balas Dhar, lalu mengikuti langkah sang panglima kembali ke ruangannya.


“Sepertinya dia sudah mulai mencurigai dirimu Gorg, berhati-hatilah mulai saat ini” Lanjut Dhar, tanpa membuka mulutnya.


Pemanggilan dirinya ke planet mars tempo hari, juga kemunculan tiba-tiba seorang gadis aneh, serta kejadian hari ini dianggap Gorg sebagai sebuah hinaan. Rupanya seseorang sedang bermain-main dengannya, sedang berusaha untuk membuat dirinya menunjukan identitas dirinya yang sesungguhnya.


“Sepertinya kau sedang mencoba peruntungan mu sendiri” Gorg bergumam, setelah Dhar meninggalkannya sendiri di dalam ruangannya.


Gorg memutuskan untuk tidak mengikuti permainan yang sedang dibuat untuknya, dia menyadari dia tidak punya kemampuan untuk itu. Gorg mengakui bahwa dirinya adalah seorang pria yang kurang pandai dalam mengikuti sebuah permainan, dan hanya satu orang yang memiliki kemampuan untuk itu yakni Zaya.


Zaya adalah gadis yang cerdas, dan Gorg mengakui hal tersebut setelah gadis itu menerbangkan Shinok nya saat sedang menghadapi Jawk dulu. Dia berhasil menemukan celah kecil untuk mereka melakukan manuver saat itu, dan itu tidak akan mungkin bisa ditemukan olehnya.


Hanya satu hal yang harus Gorg lakukan saat ini, yakni menemui gadis itu jauh dikedalaman planet.