The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 45



“Kirim pasukan lebih banyak! Dan musnahkan mereka semua sampai tak bersisa!” Supreme leader X menyapu semua benda yang ada diatas mejanya, dia tidak bisa menerima kekalahan yang baru saja dialami oleh pasukannya. Semenjak mereka berhasil menyingkirkan Gorg dari kepemimpinan para kesatria langit, pria arogan dari bangsa Mars itu langsung mengubah sistem. Dan saat ini dialah pimpinan tertinggi di sana.


Mau tidak mau para perwira memberikan perintah langsung kepada pasukannya agar mereka segera bersiap untuk pergi ke bulan dan menghabisi semua pasukan revolusi hingga tidak bersisa, tak tanggung-tanggung mereka pun membawa salah satu pesawat induk untuk memperkuat persenjataannya.


Dan secara kebetulan, setelah semua pasukan diberangkatkan berita mengenai kerusakan pada mesin tenaga inti dari stasiun luar angkasa Neuro masuk dan diterima oleh salah seorang perwira tinggi disana. Mau tidak mau merekapun mengirimkan bala bantuan untuk mengevakuasi para awak serta para kesatria yang masuk dalam daftar pengikut setia The One serta bala tentaranya, sesuai dengan perintah yang diberikan oleh sang supreme leader.


“Apa anda yakin dengan keputusan anda yang mulia? Kekosongan akan terjadi disini jika semua pasukan anda kirimkan” Sang wakil merasa khawatir karena saat ini di stasiun luar angkasa Mars hanya tersisa kurang dari seribu orang, itupun sudah termasuk para awak kapal serta para kesatria. Mereka akan menjadi sasaran empuk dari musuh pikirnya.


“Apa kau meragukan keputusanku?!” Geram sang supreme leader, dengan tatapan tajam mengarah kepada sang ajudan. Pada prinsipnya dia akan melakukan apapun untuk membuat The One bangga akan kinerjanya, bahkan jika harus mengorbankan seluruh kesatrianya baik langit maupun daratan.


Tiba di bulan pasukan yang dipimpin langsung oleh perwira tinggi utusan sang supreme leader langsung membombardir markas pasukan revolusi, setelah mereka menelurusuri kawah raksasa di bagian tergelap planet mati itu. Mereka bahkan tidak berusaha untuk melakukan kotak terlebih dulu dengan pasukan pemberontak tersebut, karena yang mereka yakini saat ini adalah semua pasukan pembelot itu pasti sedang dalam kondisi lengah karena harus memperbaiki pesawat-pesawatnya yang rusak.


Tembakan demi tembakan laser langsung menghancurkan markas besar pasukan revolusi, ditambah lagi dengan tembakan meriam serta tembakan kejut listrik yang akan mematikan semua sistem kelistrikan di seluruh markas tersebut hingga sebuah besar terjadi yang memporak porandakan seluruh wilayah.


“Kerja yang bagus anak-anak! The One pasti akan bangga dengan hasil kerja kita!


“ Seruan sang perwira tinggi langsung terdengar di seluruh pesawat melalui pengeras suara disana, sontak seluruh pasukan pun bersorak gembira karena telah berhasil memusnahkan musuh dengan mudahnya.


Sayangnya ketika mereka akan kembali, pintu utama yang sedari tadi dibiarkan terbuka tiba-tiba tertutup.


“Apa yang terjadi?!” Sang perwira tinggi yang berada didalam pesawat induk mencoba untuk menghubungi seluruh pasukannya yang saat ini terjebak didalam kawah raksasa tersebut, begitupun sebaliknya.


Tetapi sekeras apapun mereka saling menghubungi satu sama lain, hasilnya nihil. Dan tak lama kemudian sebuah ledakan hebat terjadi dan langsung menewaskan seluruh pasukan yang terjebak didalam sana, yang juga hampir mengenai pesawat induk yang terbang di depan mulut kawah raksasa tersebut.


Kesialan tidak hanya terjadi pada pasukan yang menyerang markas pasukan revolusi, pasukan yang dikirim oleh supreme leader untuk mengevakuasi awak stasiun luar angkasa Neuro pun mengalami hal yang sama. Mereka hanya berhasil menyelamatkan sebagian dari mereka termasuk Ann Marrie, karena kedatangan mereka kesana langsung disambut meriah oleh pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Drax dari planet Cosmix yang telah berhasil menduduki pesawat mega besar itu.


Lalu apa yang terjadi di stasiun luar angkasa Mars?


Saat ini Supreme Leader X tengah bertatapan langsung dengan Gorg serta kawan-kawannya, hanya saja kali ini dia melihat bola mata pria tinggi menyeramkan tersebut telah berubah menjadi biru terang. Berbeda dengan saat terakhir kali mereka bertemu.


Zaya meminta kepada Gorg untuk membagi pasukan mereka menjadi dua, satu pasukan dipimpin oleh Drax dan satu pasukan lagi dipimpin oleh dirinya. Gadis itu meminta pasukan Drax untuk mengambil alih stasiun luar angkasa Neuro sementara pasukan yang dipimpin langsung oleh Gorg akan menemui sang supreme leader di stasiun luar angkasa Mars.


Baik Zaya maupun Gorg sudah bisa mengira jika pria arogan dari bangsa Mars itu pasti akan bertindak hanya berlandaskan pada emosinya semata yang sangat ingin mendapatkan tempat di sisi The One, dengan mengirimkan pasukan secara besar-besaran ke bulan. Padahal disana Gorg telah menyiapkan sebuah sambutan meriah untuk menyambut kedatangan mereka, berupa jebakan bom.


Sesuai dugaan Zaya, sang supreme leader pasti mengira jika saat ini pasukan revolusi sedang dalam keadaan lengah akibat serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh mereka. Dan untuk pasukan yang dikirim ke stasiun luar angkasa Neuro untuk mengevakuasi para awak, itu diluar dugaan gadis yang saat ini memiliki bola mata biru terang tersebut. Tetapi dia yakin jika pasukan Drax mampu mengalahkan mereka, apalagi dengan bantuan yang didapatkan dari bangsa Sinth dan Babilon yang menghuni pesawat mega besar tersebut.


“Kau! Kau masih hidup?!!!” X memandangi para tamu spesialnya satu persatu, dia bahkan tidak sanggup untuk melanjutkan ucapannya saat kedua matanya berhasil melihat pemandangan luar biasa dari balik jendela kacanya. Seluruh awak yang tersisa telah menyerahkan diri, dan pasukan revolusi tengah mengirimkan mereka kembali ke planet Mars dengan pesawat angkut barang.


Perlawanan sengit yang mereka berikan ketika pasukan Gorg berusaha mengambil alih stasiun besar tersebut hanya menyisakan beberapa ratus orang saja, termasuk supreme leader X yang tidak berhasil menyelamatkan diri karena Dhar terlebih dulu memergoki aksinya.


“Save and sound X” Jawab Gorg, lalu menduduki kursi kebesaran pria itu dan kembali menatapnya.


“Aku sedang berbaik hati kali ini, karena gadisku…” Lanjut Gorg, seraya menarik tubuh Zaya keatas pangkuannya.


“Kirimkan salam ku untuk Dia” Gorg mengepalkan telapak tangan kanannya, lalu membukanya kembali. Disana muncul batu kristal kecil berwarna biru terang yang mengambang, Gorg lalu memberikan batu kristal itu kepada X dengan menanamkannya di keningnya.


“Aaaaakhhhhhhh!!!” Pekik X saat batu kristal tersebut menempel di keningnya, seluruh tubuhnya bergetar hebat akibat menahan rasa sakit yang luar biasa. Saat ini X lebih memilih untuk mati daripada hidup dengan rasa sakit pada kepalanya.


“Bunuh aku brengsek! Bunuh aku!”


“Masukan dia kedalam kapsul, dan kirim dia ke markas mereka” Titah Gorg pada perwiranya.


Lalu apa yang terjadi di sektor Z?


Disana para kesatria daratan tengah menjamu tamu tak diundang, yakni pasukan perompak yang dipimpin oleh Neo.


Seluruh bala tentara The One harus meninggalkan planet tersebut sebelum klan serigala muncul kembali ke permukaan.