The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 50



Gorg dan Zaya harus bergerak lebih cepat, pasalnya bukan hanya ancaman akan serangan besar-besaran para utusan The One saja yang akan mereka hadapi. Tetapi saat ini planet Mars telah mengalami invasi dari tentara mahluk kuno tersebut, The one telah mengerahkan sebagian kekuatannya disana dengan mendatangkan pasukan Black Horn dari bangsa Kerz di planet Neptunus. Salah satu pengikut setia dari sektenya yang terkenal sadis.


Tiba di kedalaman planet neuro keduanya langsung datang menghadap pemimpin tertinggi bangsa Amarath dan Omarath, mereka meminta ijin untuk membawa seluruh klan serigala untuk kembali ke permukaan. Dan bukan hanya itu saja, Gorg serta Zaya meminta ijin kepada keduanya untuk mengajak serta hewan-hewan terkuat penghuni disana untuk turut serta.


“Kita tidak bisa mengalahkan mereka di luar angkasa, karena jumlah mereka terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah pasukan kami” Gorg berdiri dihadapan para pemimpin bangsa itu, dan menatap semua orang yang duduk disana.


“Jadi rencana mu adalah untuk mengalahkan mereka di permukaan? Apa kau tahu apa resikonya Gorg?” Salah satu dari mereka menatap tajam ke arah keduanya.


Resiko mengalahkan para musuh di permukaan itu artinya Gorg serta pasukannya akan membawa mereka masuk ke planet Neuro, itu artinya juga keberadaan energi biru dan kedua bangsa kuno ini akan diketahui oleh musuh. Benda itu memang sudah siap untuk menghidupkan kembali planet yang hampir mati ini, tetapi keputusan kedua bangsa kuno tersebut untuk tidak ikut campur secara langsung dalam peperangan tersebut tidak dapat ditarik kembali.


“Kamu tahu, untuk itulah kami memohon satu lagi bantuan dari kalian semua” Gorg menghela nafasnya kasar, permintaannya kali ini memang akan sedikit sulit untuk dikabulkan oleh kedua bangsa ini. Tetapi ini pun merupakan salah satu strategi jitu yang harus dia gunakan nantinya.


“Aku meminta bantuan kepada kalian untuk membangunkan kembali bangsa Homobien, Mars dalam keadaan genting saat ini…The one telah mengerahkan kekuatannya disana”


Bangsa Homobien adalah bangsa kuno planet Mars, mereka memiliki sedikit kemiripan dengan bangsa asli planet Neuro, perbedaan mereka hanya terletak pada jumlah jari-jarinya saja. Jika bangsa Amarah dan Omarat memiliki 5 jari pada masing-masing tangan kanan dan kirinya, maka bangsa Homobien hanya memiliki 3 jari panjang pada masing-masing tangannya.


“Itu hal yang sangat mustahil! Mereka telah terkubur di suatu tempat di planet itu!” Ucap salah satu tetua bangsa Omarath.


“Salah satu teman kami telah menemukan keberadaan mereka, kami hanya perlu sedikit kekuatan dari energi biru untuk membangunkan mereka kembali” Balas Gorg, kali ini Zaya pun memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya.


Zaya memberikan sedikit pertimbangan kepada para pemimpin kedua bangsa tersebut agar mereka mau memberikan sedikit kekuatan dari energi biru, mereka tetap akan berada di tempat ini karena yang akan membawa kristal biru itu ke sana adalah Dhar dan Hira.


“Disana banyak manusia dan orang-orang dari bangsa Mars juga bangsa lain yang tidak bersalah yang mulia, andaikan saja jumlah kekuatan kami sebanding dengan jumlah kekuatan yang dimiliki oleh saudara kita The One maka hal ini tidak mungkin kami lakukan…”


Mereka pun akhirnya mengijinkan kedua mahluk berbeda bangsa tersebut untuk mengambil sedikit kristal biru untuk di bawa ke planet Mars dan membangunkan bangsa Kuno yang telah lama tertidur itu, dan tak hanya itu saja sang pemimpin memberikan sebuah tanda yang akan Dhar dan Hira berikan kepada mereka setelah mereka terbangun nantinya.


Selesai menghadap para pemimpin bangsa kuno tersebut, Gorg mengunjungi wilayah kekuasaan klan serigala. Sudah saatnya mereka muncul kembali ke permukaan untuk ikut mempertahankan planet tersebut dari serangan musuh. Sementara Zaya pergi ke padang rumput untuk memanggil hewan-hewan terkuat disana.


“Iya ayah, dan kita harus bergerak cepat” Jawab Gorg, lalu berdiri dari posisinya setelah sang ayah menuntunnya lalu memeluknya.


“Lalu dimana gadismu itu?” Khan mencari keberadaan Zaya, biasanya mereka akan datang bersama-sama tetapi kali ini gadis bertubuh kecil itu tidak ada di samping sang anak.


“Dia sedang memanggil bala bantuan” Gorg menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pasalnya hewan-hewan itu memang lebih menuruti keinginan Zaya ketimbang dirinya. Dan sebagai calon pemimpin dari klan terkuat dia merasa malu dengan hal tersebut, apalagi setelah mengetahui father dragon pun lebih mendengarkan perintah Zaya.


Khan tertawa getir melihat tingkah sang anak, pasalnya keadaan mereka pun kurang lebih sama. Meski dirinya adalah pemimpin dari klan serigala, tetapi untuk urusan siapa yang lebih berkuasa diantara dirinya dan Seren tentu saja jawabannya adalah sang istri.


“Jangan kau khawatirkan hal itu nak, sebaiknya kita segera bersiap-siap…” Kilah Khan, setelah dia tanpa sengaja melihat sang istri yang tengah menatap penuh arti kepadanya. Lebih tepatnya meminta agar pria besar tersebut untuk tutup mulut ketimbang salah bicara dan nantinya akan berakibat kurang baik pada dirinya.


Khan segera mengumpulkan seluruh anggota klan nya, dia memerintahkan kepada semuanya untuk segera bersiap karena mereka akan pergi ke permukaan secepatnya. Kabar luar biasa tersebut disambut antusias oleh seluruh anggota klan, mereka saling bersorak dan pada akhirnya melolong bersama.


Suku Sinth yang mendiami tempat itupun turut menyambut berita tersebut dengan gembira, dan atas perintah dari Xi mereka pun segera mempersiapkan diri untuk meninggalkan tempat yang indah itu.


Sementara itu di padang rumput yang sangat luas, Zaya sedang berdiri dihadapan mother dan father dragon dengan kedua tangan menempel pada kening mereka. Gadis itu sedang berkomunikasi dengan keduanya, meminta bantuan kepada mereka agar keduanya mengajak serta semua hewan terkuat disana dan ikut bersama dirinya dan seluruh klan serigala untuk kembali ke permukaan.


Zaya tidak bisa berbicara kepada seluruh hewan disana, karena itu akan menghabiskan waktu serta energinya. Untuk itu diapun memutuskan untuk meminta bantuan kepada hewan terkuat disana, yakni father dan mother dragon.


Tak lama kemudian kedua bola mata masing-masing hewan besar tersebut terbuka, setelah Zaya menarik tangannya dari kening kedua mahluk majestik itu. Sepasang naga tersebut mengubah posisinya menjadi saling berhadapan, keduanya mengarahkan moncongnya ke udara lalu menyemburkan apinya bersama-sama.


Selang beberapa saat kemudian hewan-hewan besarpun bermunculan disana, bersamaan dengan getaran hebat pada permukaan tanah. Jumlah mereka sangat banyak dan dari banyak macam jenis, hingga membuat Zaya seperti seekor semut diantara mereka. Bahkan Zaya pun  tidak mengenali sebagian jenisnya, karena mereka muncul dari tempat yang belum Zaya ketahui sebelumnya.


Mother dragon menundukkan kepalanya, meminta Zaya untuk segera menaikinya. Merekapun bergerak bersama-sama meninggalkan padang rumput yang luas tersebut menuju pemukiman klan serigala.