The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 68



Satu persatu pesawat induk para pengikut mahluk merah mengerikan itu berhenti dan melayang mengelilingi sebuah planet kecil nan gelap bernama Krox, dari sana mereka mengirimkan para tabibnya untuk memasuki planet tersebut untuk melakukan sebuah ritual terakhir guna membebaskan pemimpin agung mereka The One.


Planet yang hanya di huni oleh peri-peri kecil serta beberapa jenis binatang yang juga berukuran kecil itu telah menjadi markas bagi para pengikut setia The One, disana mereka telah membuat sebuah altar yang juga merupakan sebuah portal menuju sebuah pulau terisolir di planet Neuro.


Bertahun-tahun mereka keluar masuk pulau tersebut tanpa menyadari jika sebenarnya kehadiran mereka disana telah diketahui oleh seorang pemuda tampan bertelinga runcing dan berambut putih panjang, diam-diam Khaii mengawasi pergerakan mereka dari Colloseum melalui layar pemantau dan mengetahui hampir setiap pencapaian mereka disana.


Maka ketika Zaya hadir disana dan memberitahukan kabar mengenai keadaan di pulau itu, tanpa pikir panjang Eden memanggilnya dan dia pun langsung ikut bersama sang ibu menuju permukaan.


“Hiduplah dengan tenang disini mahluk kecil” Ucap Khaii saat dirinya dan Abram melepaskan peri-peri kecil tersebut di sebuah sektor tempat dimana para kong berada. Meski mahluk-mahluk tersebut sangat besar dan menyeramkan tetapi mereka memiliki sisi yang halus, kedua pemuda tampan itu yakin jika para kong akan menyayangi mahluk-mahluk kecil bersayap itu.


Sementara itu di sektor yang lain, para pasukan revolusi sedang sibuk memasang alat untuk membuka portal. Mereka tengah berupaya untuk memindahkan monster berkaki delapan yang selama ini sudah cukup membuat mereka lelah dengan cara mereka untuk berkembang biak, hingga membuat para kong dan para naga serta hewan lainnya kewalahan dengan tingkah mereka yang cukup mengganggu.


“Tinggal menunggu perintah” Xande berkacak pinggang, dengan bangga melihat kecepatan pasukannya dalam menyelesaikan misi besar yang telah diberikan oleh Dhar kepadanya. Memindahkan monster-monster tersebut ke planet Krox! Dia dan pasukannya harus memindahkan mereka bersamaan dengan berhasilnya musuh memindahkan mahluk mengerikan serta bala tentaranya itu kesana.


Wanita berkebangsaan Babilon itu tertawa dalam hatinya, dia tidak bisa membayangkan betapa terkejutnya mereka dengan kehadiran mahluk yang sama -sama menyerikannya itu kesana.


“Aku akan memastikan sendiri monster-moster itu tiba disana dengan selamat!” Gumamnya, seketika senyuman tipis pun terlukis diwajahnya.


.


.


Krak! Krak! Krak!


Duarrrr!!!


Kali ini bukan hanya melolong, tetapi sebagian dari kawanan serigala itu menyalak! Bahkan di langit terlihat para naga tengah terbang mengitari pulau yang selalu basah itu, sementara para Kong dan hewan lainnya saling bersautan mengeluarkan suaranya masing-masing.


Sayangnya aksi pemindahan The One serta para black ronin yang dilakukan oleh para pengikut setianya telah memicu reaksi dari para naga, hingga mereka menyemburkan apinya dan menghancurkan portal tersebut hingga terjadilah peristiwa paling mengerikan sepanjang sejarah.


Semburan api dari mother dan father dragin telah meledakkan portal tersebut hingga membuatnya menarik segala apapun yang ada disekitarnya termasuk para naga yang terbang diatasnya, sontak hal itu membuat Khaii serta Abram dan pasukan yang terbang diatas pulau itu ikut terseret kedalamnya dan portal itupun tertutup.


“Khaii!! Abram!!” Pekik Hira, suara wanita itu pun langsung memicu Zaya untuk terbangun dari tidur panjangnya di ruangan yang berbeda.


“Cepat siagakan pasukan!” Titah Gorg, melalui alat komunikasi yang terhubung langsung kepada Drax dan pasukannya di pesawat besar yang tetap terbang mengitari planet tersebut.


Suasana yang berbeda tengah terjadi di sektor yang lain, disana Xande beserta pasukannya tengah merayakan keberhasilan mereka memindahkan monster-monster berkaki delapan itu ke tempat yang lain hingga tak bersisa. Tetapi kebahagiaannya itu lenyap seketika ketika dirinya mendapatkan kabar buruk dari panglimanya.


“Dasar reptil tak tahu diri!”  Xande mengepalkan kedua tangannya sambil memejamkan matanya, rasanya dia ingin menghabisi mahluk mengerikan itu saat ini juga. Jika saja kedua mahluk besar itu bukan hewan kesayangan sahabatnya Zaya.


Secepat kilat dia menerbangkan pesawatnya menuju markas utama untuk bergabung bersama dengan pasukan lainnya menyelamatkan dua pemuda, anak dari para panglima tertingginya Gorg dan Dhar serta para naga menyebalkan itu.


.


.


“Well…well…well, lihat siapa yang berada disini bersama dengan kita” Mahluk yang kini terlihat semakin menyeramkan itu terkekeh, saat menyadari keberadaan Khaii dan Abram disana.


Pesawat-pesawat yang mereka terbangkan ikut terhempas ketika mereka berhasil tersedot kedalam portal itu tadi, mereka harus memilih untuk mendarat di tempat yang tiba-tiba dipenuhi oleh monster-monster mengerikan atau di dekat mahluk merah mengerikan itu bersama dengan pengikutnya.


Pilihan jatuh ke tempat dimana musuh berada saat ini, karena dengan itu Khaii bisa dengan mudah melenyapkan dia dan para pengikut setianya.


Khaii dan Abram serta pasukannya telah dipaksa untuk bertekuk lutut dihadapan The One, ditengah-tengah para pengikutnya. Satu sosok yang mengganggu penglihatan kedua pemuda berbeda warna kulit itu, adalah sosok seorang wanita yang wajahnya mirip dengan wanita yang kini masih terbaring lemah di planet asal mereka Neuro.


Wanita itu memandang dingin keduanya, dia dengan setia menuruti semua ucapan mahluk mengerikan disampingnya. Dan itu terlihat sangat menjijikan dimata Khaii juga Abram.


“Aku yakin saat ini kedua orang tua kalian sedang mencari keberadaan kalian, hingga saat mereka tiba disini aku akan bersenang-senang bersama dengan kalian..”Ucapnya dengan suara yang mengerikan.


Duar! Duar!


Suasana yang asalnya begitu hening dan khidmat tiba-tiba menjadi riuh saat tiba-tiba pasukan black ronin melepaskan tembakan mereka ke arah belakang mereka, kemunculan mahluk mengerikan berkaki depalan yang sangat agresif itu telah memicu kemarahan mereka.


Kraaakkkk! Kraaakkk!


Monster-monster mengerikan itu bertambah banyak! Dan semakin banyak lagi setelah pasukan black ronin berhasil menembak jatuh mereka dan mereka bangun kembali dengan jumlah ganda.


“Darimana asal mereka!” Geram The One, lalu memerintahkan seluruh pasukannya untuk segera melenyapkan mahluk berkaki delapan itu.


Khaii dan Abram menggunakan kesempatan tersebut untuk mencari perlindungan, sayangnya sebagian pasukannya telah tewas di kaki runcing monster-monster tersebut saat mereka berlarian disana.


“Kita harus segera meledakkan tempat ini Ab” Ucap Khaii, pemuda itu dengan mudah melepaskan kekangan tangannya lalu membantu Abram untuk melepaskan kekangan di pergelangan tangannya.


Berbeda dengan Khaii yang rela melenyapkan dirinya bersamaan dengan meledaknya tempat ini, pemuda berkulit biru itu memilih untuk mencari cara agar mereka selamat dari ledakan yang akan terjadi.


“Tunggu Khaii! Lihat disana!”