The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 44



Xande, Fin serta Bessara melihat sesuatu yang luar biasa aneh ketika merek terbang rendah disepanjang perbatasan sektor Y dan X, ketiganya merasa takjub dengan pemandangan kontras antara kedua sektor tersebut.


Sektor Y yang dulu tandus dengan paparan radiasi yang sangat tinggi kini terlihat hijau, bahkan radar pendeteksi radiasi pun hampir tidak bergeming. Sementara sektor X tetap tandus seperti biasanya.


"Apa kau berpikir apa yang aku pikirkan?" Xande kembali bertanya kepada kedua temannya, tanpa menatap salah satu pun dari mereka.


"Aku rasa planet ini akan kembali hidup" Jawab Fin, lalu mematikan semua sistem komunikasi pada pesawatnya. Gadis berkulit biru itu merasa hal tersebut adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan nya saat ini, untungnya dia telah mematikan sistem pengintai dalam pesawat jika tidak sudah pasti gerak-gerik mereka akan terekam pada sistem navigasi pusat.


Fin mendaratkan pesawatnya di titik koordinat yang telah ditentukan, kedatangan merekapun langsung disambut oleh para perampok yang dulu sempat akan menghabisi Zaya dan Bessara.


"Apa mereka akan membunuh kita?" Bessara sudah mempersiapkan senjatanya, tetapi tangan Xande melarangnya dan meminta gadis itu untuk menurunkan kembali senjata miliknya.


ketiganya pun keluar dari pesawat tersebut dengan tangan terangkat di atas kepala.


"Kami datang atas undangan yang diberikan!" Seru Xande, saat kesemuanya menodongkan senjata ke arah mereka.


"Siapa yang telah memberikan pesan kepada kalian?!" Seseorang dengan penutup kepala menyerukan pertanyaan itu dari dalam mobilnya, dia harus benar-benar yakin sebelum mengijinkan ketiganya untuk ikut bersama dengan anggota nya menuju markas baru mereka.


"Panglima Dharco!" Jawab ketiganya hampir bersamaan.


Xande, Fin dan Bessara digiring memasuki kendaraan oleh dua orang bersenjata lengkap, kendaraan mereka pun melaju dengan kecepatan tinggi setelah ketiganya menduduki kursinya masing-masing. Tidak ada percakapan yang terjadi selama mereka menempuh perjalanan sekitar kurang dari satu jam, hingga mereka tiba ditujuan dan pria tadi meminta ketiga nya untuk turun dan berjalan mengikuti nya memasuki sebuah goa yang sangat besar.


"Tunggu disini, dia akan menemui kalian " Ucapnya lalu meninggalkan ketiganya di sebuah ruangan kosong dengan satu meja kecil di tengahnya.


Tak lama kemudian muncul sosok virtual dari meja kecil tersebut, yang membuat bola mata ketiganya membulat sempurna ketika sosok yang dikenalnya menyapa.


"Zaya!!" Pekik mereka secara bersamaan.


"Hallo teman-teman, lama tidak berjumpa"


"Kau benar-benar Zaya? Kau masih hidup?!!" Fin menyentuh sosok virtual Zaya, yang tentu saja tidak bisa disentuh nya sama sekali.


"Sebenarnya aku ingin menjelaskan nya kepada kalian teman-teman tapi kami tidak memiliki banyak waktu, aku membutuhkan bantuan kalian"


Zaya pun menceritakan rencananya kepada ketiga sahabatnya, dia membutuhkan bantuan mereka untuk meyakinkan semua bangsa Sinth dan Babilon yang ada di stasiun luar angkasa Neuro untuk bersiap menyambut kedatangan mereka. Zaya bermaksud untuk mengambil alih stasiun tersebut dan akan menjadikan nya sebagai markas pasukannya.


"Aku setuju! Kau jangan khawatir Zaya...Kami akan bersiap!" Xande menoleh ke arah dua orang temannya, akhirnya setelah sekian lama mereka benar-benar mempunyai tujuan dalam perjuangannya.


"Semua sudah selesai, kita hanya tinggal menunggu kabar dari mereka" Zaya meminta kepada salah satu perwira disana untuk mematikan kembali alat komunikasi nya.


Gorg memerintahkan kepada seluruh pasukannya untuk segera bersiap guna meninggalkan tempat yang selama ini menjadi tempat teraman bagi mereka, tak lupa dirinya pun memberitahu kepada mereka untuk meninggalkan benda-benda yang tidak berguna disana.


Selain Zaya, pria tinggi besar itupun telah memiliki rencana untuk menyambut serangan yang akan kembali dilancarkan oleh musuh.


Xande, Fin dan Bessara saat ini sudah kembali ke markasnya, secepat mungkin mereka memberi tahu kaum Sinth dan Babilon untuk mempersiapkan diri secara diam-diam. Tak tanggung-tanggung mereka pun berencana untuk membuat alarm palsu agar para awak stasiun selain kedua kaum tersebut meninggalkan tempat itu dengan sukarela sebelum pasukan revolusi benar-benar datang dan mengambil alih.


"Pastikan aksi dilakukan pada jam yang telah kita tentukan" Ucap Xande, dan mereka pun menyetujuinya.


Sayangnya beberapa saat setelah mereka mengatur rencana, perintah penangkapan terhadap semua kaum Sinth dan Babilon turun. Bahkan Ann Marrie sendiri yang menjemput Xande beserta teman-temannya dan menggiring mereka masuk kedalam tahanan.


"Kenapa kau melakukan ini Ann Marrie? Apa salah kami?!" Xande berusaha untuk mengambil hati sesama perwira yang telah sama-sama mengabdi disana dalam jangka waktu yang cukup lama.


"Sorry, aku hanya menjalankan perintah" Balasnya lalu meninggalkan mereka semua terkurung dalam sebuah ruangan yang sangat besar.


Xande curiga jika mereka semua akan dimusnahkan sekaligus, jika melihat tempat mereka dikumpulkan saat ini. Dia pun mulai mengatur rencana baru agar mereka dapat meloloskan diri dan menyelesaikan kembali rencana awalnya.


"Apa kalian akan melupakan kami?"


Ingram dari bangsa Arya diam-diam mendatangi mereka bersama dengan teman-temannya, satu hal yang selalu Xande dan teman-temannya lupakan adalah keberadaan mereka disana. Keahlian dari orang-orang yang berasal dari bangsa kecil tersebut didalam stasiun besar itu adalah sebagai teknisi, dan kedatangan mereka ke sama merupakan berkah bagi Xande dan teman-temannya.


Xande pun meminta kepada mereka untuk melakukan sesuatu pada mesin pesawat besar tersebut, sementara dirinya beserta teman-temannya akan memberikan jalan masuk bagi pasukan revolusi yang sebentar lagi akan tiba.


"Baiklah kawan-kawan, mari kita manfaatkan keahlian kita selama ini" Ingram dan kawan-kawan nya telah bersiap untuk memberikan sedikit sentuhan kepada alat besar yang selama ini menjadi pekerjaan penting bagi mereka.


Tak lama kemudian..


"Terjadi kegagalan fungsi pada mesin inti, semua awak kapal diharapkan untuk mengevakuasi diri" Suara dari artificial intelijen terdengar di seluruh penjuru stasiun secara berulang-ulang, bersamaan dengan suara alarm yang menambah kepanikan seisinya.


Dan disaat seluruh awak kapal tengah berusaha untuk menyelamatkan diri, Ann Marrie dan teman-temannya memergoki Xande beserta teman-temannya tengah berusaha untuk meloloskan diri. Tak ayal peperangan kecil pun terjadi, Ann Marrie mulai menembakkan sinar laser nya ke arah mereka, begitu pun Xande dan teman-temannya. Mereka bahu membahu memberikan serangan balasan kepada Ann Marrie dan pasukan nya.


Duarrrr!!! Bummm!!


"Lupakan mereka Ann! kita harus segera pergi! Pesawat ini akan hancur bersama dengan mereka!"