The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 30



 Ann Marrie sedang beristirahat makan siang bersama dengan teman sesama perwiranya saat sudut matanya mengenali sosok dari seseorang yang dia kenal dalam waktu yang cukup lama, hanya saja selama tiga tahun belakangan ini mereka berpisah karena selisih pendapat yang terjadi.


Ann Marrie memiliki pemikiran yang hampir sama dengan Zaya, dirinya lebih memilih untuk berada di medan perang ketimbang harus berperang melawan prinsipnya sendiri. Berbeda dengan Jule, gadis ini akan melakukan berbagai macam cara termasuk mengesampingkan prinsip yang dia pegang teguh demi menggapai ambisinya.


“Apa yang dia lakukan disini?” Batin Ann Marrie, seingatnya seorang perwira tinggi sebelum Gorg telah memecat gadis itu karena telah melakukan kecurangan saat sedang melakukan test pemilihan calon perwira. Jule telah meracuni teman-teman yang dia anggap saingan terberatnya dengan menaruh bubuk jamur Org pada makanan mereka.


Lalu dia mengingat kembali peristiwa terakhir saat sedang menerbangkan pesawat Gorg dan mengantar pria tersebut bersama dengan Dhar ke planet Mars, disana dua orang panglima tinggi terbaiknya itu telah mendapatkan banyak tekanan saat sedang memperjuangkan nasib para kesatrianya juga nasib banyak orang terutama para wanita dihadapan seorang supreme leader.


“Apa mungkin….” Ann Marrie berusaha untuk menyingkirkan pikiran-pikiran buruk yang bermunculan diotaknya, dia memutuskan untuk mencari tahu apa sebenarnya maksud kedatangan Jule ke stasiun tersebut, yang tidak mungkin hanya berkunjung. Karena stasiun tersebut terlarang bagi warga sipil.


Ann Marrie mengikuti secara diam-diam pergerakan Jule, dia bahkan meminta bantuan dari rekan-rekan terpercayanya termasuk Xande dan Fin serta Bessara.


Alasan kuat mengapa Ann Marrie harus melaporkan secara langsung hasil temuan dirinya dan tim nya adalah kenyataan saat mereka mengetahui Jule yang secara diam-diam menghubungi Jawk dari bangsa Bor, yang jelas-jelas adalah musuh bebuyutan Gorg panglima tinggi mereka. Jule berencana untuk menyelundupkan beberapa orang dari mereka untuk masuk kedalam stasiun tersebut dalam pengiriman logistik yang akan tiba dalam beberapa hari yang akan datang.


“Tetap awasi mereka dan laporkan setiap perkembangannya padaku” Gorg mengenakan jubahnya kembali, dia menyadari ketakutan Ann Marrie saat ini. Gorg lalu memerintahkan perwira pertamannya itu merahasiakan temuannya dari orang lain selain timnya, dia juga meminta kepada gadis itu untuk menyelidiki lebih lanjut lagi karena tidak mungkin Jule akan bertindak seorang diri. Gadis itu pasti akan membutuhkan bantuan dari orang lain didalam stasiun tersebut.


Ann Marrie menghentikan langkahnya saat dirinya sudah mendekati ambang pintu “Kami turut berduka cita atas kematian Zaya yang mulia”, ucapnya tanpa berani menatap panglima tingginya kembali, lalu meneruskan kembali langkah kakinya.


Gadis itu sangat memahami kebiasaan panglima tinggi nya yang satu ini, dia akan ikut berduka setiap kali para kesatrianya gugur di medan perang. Terbukti dengan aksi penghancuran yang dilakukan Gorg saat dirinya memasuki ruangan pribadinya dan mencari keberadaan pria tinggi besar tersebut, setidaknya itu yang diketahuinya saat itu.


Gorg semakin meyakini bahwa dirinya dan seisi stasiun sedang berada dalam bahaya saat ini, dia harus menyiapkan dirinya untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang akan terjadi disana.


“Dhar! Kami membutuhkanmu!”


Saat ini keterlibatan bangsa Sinth dan Babilon lebih dibutuhkan oleh Gorg, mereka lebih dipercayai karena integritas dan kesetiaan mereka terhadap dirinya juga keyakinan mereka akan adanya takdir baik yang berkaitan dengan pria tinggi besar tersebut.


Gorg memerintahkan Dhar untuk menyelidiki secara diam-diam bersama dengan orang-orang dari bangsa Sinth dan Babilon yang mendiami stasiun tersebut, hasil dari temuan Ann Marrie dan tim nya. Gorg harus benar-benar yakin sebelum dirinya memutuskan langkah apa yang terbaik yang harus dia ambil demi keselamatan seluruh penghuni stasiun tersebut.


Bahaya yang hampir sama tengah dihadapi oleh Zaya saat ini, bedanya dengan Gorg saat ini Zaya tengah mengalami kebingungan karena tiba-tiba harus mengemban tugas yang begitu berat. Gadis itupun bahkan harus mempersiapkan secara fisik dan mentalnya untuk menghadapi peristiwa besar yang akan terjadi, jika dirinya benar-benar akan memilih untuk menerima tanggung jawab besar tersebut.


“Aku tidak tahu apakah aku akan sanggup menerima hal sebesar itu Seren” Zaya kembali melemparkan pandangannya ke permukaan kolam, disana dia bisa melihat ikan-ikan unik itu sedang berenang mengitari kolam.


“Apa kau tahu ikan-ikan trout yang ada didalam kolam itu bisa menghabiskan satu ekor grout jika sedang marah?” Zaya secepat mungkin mengangkat kedua kakinya saat Seren mendekat kepadanya, dia tidak mau kedua kaki mungilnya menjadi korban cabikan gigi-gigi tajam ikan-ikan bermulut besar itu.


“Kau mungkin tidak akan percaya jika hanya melihat bentuk tubuhya yang kecil itu bukan?” Lanjutnya, setelah duduk disamping Zaya.


Zaya mengerti apa yang sedang Seren berusaha sampaikan kepadanya, sama hal nya dengan apa yang pernah dikatakan oleh sang mama dulu ketika Zaya dalam keadaan berputus asa.


Satu ekor ikan trout itu akan tetap terlihat kecil meski memiliki keberanian yang sangat besar, tetapi jika mereka bersatu maka seluruh kekuatan kecil itu akan bergabung dan membentuk sebuah kekuatan yang sangat dahsyat. Zaya merasa dirinya tidak mempu karena dirinya masih merasa jika dia hanya akan berjuang seorang diri selama ini, meski tidak dia pungkiri bahwa dirinya memiliki keberanian yang sangat besar tetapi akan tetap kalah jika dirinya tidak mau mengikut sertakan serta memercayai orang-orang disekitarnya.


“Terimakasih Seren…” Ucap Zaya lalu memeluk tubuh besar wanita itu, kenapa roh agung membuat cetakan yang sangat besar untuk mereka batin Zaya.


“Selen, bolehkan aku bertanya sesuatu?” Zaya bertanya saat dirinya kembali ke kediaman mereka bersama dengan calon mama mertuanya. Sebuah pertanyaan kecil yang belum bisa dia temukan jawabannya hingga saat ini.


“Kenapa serigala milik Gorg selalu mengikutiku? Aku bahkan sulit untuk terlepas dari pandangannya” Zaya menoleh ke arah belakangnya, disana dia melihat mahluk besar itu kembali mengikutinya.


“Owh itu…Itu karena Xin yang ditaruh oleh Gorg didalam tubuhmu, dia mengikutimu karena mencium pheromones milik tuannya ada pada tubuhmu” Kekeh Seren, dalam hatinya dia bangga dengan aksi luar biasa anak sulung besarnya tersebut.


“Apa?! Tapi kapan???” Pekik Zaya, tetapi Seleb hanya mengangkat kedua bahunya.


Seingat Zaya dia tidak pernah berada terlalu dekat dengan panglimanya itu apalagi disentuh olehnya, membayangkannya pun tidak! Lagipula ini sama saja dengan berada dekat dengan Gorg dalam keadaan polos tak tertutup apapun! Zaya menutup wajahnya karena pikirannya telah berani berkelana.


Zaya lalu mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang dia lalui saat bersama dengan Gorg, sesekali dia menggelengkan kepalanya sambil berkata tidak..itu tidak mungkin karena memang saat itu dirinya berada jauh dengan pria tinggi besar yang akhir-akhir ini selalu memenuhi pikirannya itu.


“Owh tidak!!”