The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 22



Dhar menceritakan kepada Zaya tentang sejarah bangsa Bor, mereka bukan bagian musuh yang selama ini ingin menguasai planet Neuro melainkan musuh bebuyutan Gorg.


Gorg sempat memporak-porandakan rumah tinggal bangsa itu karena telah berani membunuh dua orang temannya, yang tentu saja Dhar rahasia kan identitas nya. Belum saatnya bagi Zaya untuk mengetahui semua kebenaran tentang siapa Gorg sebenarnya.


"Tapi, aku telah mengirimkan sinyal kepada markas...Apa yang akan terjadi jika mereka mengetahui jika bangsa Bor bukan bagian dari musuh?"


"Kau tenang saja Zaya, kau adalah orang ke tiga yang mengetahui siapa bangsa Bor selain kami" Share bermaksud untuk menyentuh bahu gadis itu, tetapi geraman halus Gorg menghentikannya seketika.


"Rahasia kan ini dari semua orang Zaya, termasuk ayahmu" Lanjut Dhar, lalu mendaratkan tangannya kembali kesamping tubuh nya.


"Sebuah kehormatan yang mulia" Zaya melakukan penghormatan terhadap kedua panglima perang tertinggi dihadapannya.


.


.


"Aaahhh...Demi roh agung, aku sangat merindukan kalian" Ucap Zaya kepada semua benda yang ada didalam kamarnya, gadis itupun sudah sangat merindukan air wangi yang akan membersihkan sekujur tubuhnya.


Tanpa ada rasa sungkan Zaya melucuti baju perangnya hingga tak bersisa dari tubuh nya, membuat tubuhnya kini terasa sangat ringan karena terlepas dari semua beban yang didapat dari pakaian tersebut.


Saat ini berendam dengan air wangi hangat merupakan keputusan yang sangat tepat pikir Zaya, setelah perjalanan yang sangat jauh serta melewati sebuah kendala kecil saat dirinya akan kembali ke markas bersama panglima tinggi nya tadi.


"Ahh! Hampir lupa...Aku harus mengajak Fin untuk bersantap malam bersama, aku juga telah merindukan daging groat panggang yang lezat itu" Zaya menghentikan langkahnya saat dirinya sudah berada diambang pintu menuju kamar mandi, lalu memutar tubuhnya meraih sebuah benda untuk mengirim pesan kepada sahabatnya Fin serta Xande juga Bessara dalam keadaan tubuh yang polos.


"Makan besar malam ini, aku akan mentraktir kalian, temui aku di kedai si gemuk Cugh!" Zaya mengucapkan apa yang dia tuliskan dalam pesan singkatnya. "Beresss..!!" Lalu menaruh kembali benda tersebut di atas mejanya, dan berlari menuju kamar mandinya.


"Bodoh" Gumam Gorg, sambil menutupi layar pada monitor kecilnya dengan telapak tangannya yang besar, lalu meletakkan kembali benda tersebut kedalam laci meja nya.


Saat ini jantung nya tengah bertalu-talu "Aku harus mencari udara segar" Gumamnya lagi, lalu beranjak dari duduknya.


Ingin rasanya Gorg melolong saat ini juga, tetapi dirinya tahu betul bahwa dimana dirinya saat ini bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan ritual tersebut. Gorg memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat dimana tidak seorangpun pernah mengunjungi nya, atau terpikir untuk mengunjungi nya. Sisi tergelap bulan!


"Aaauuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!"


"Aaauuuuuuuuuuuuuuu!!!!"


"Aaauuuuuuuuuuuuuuu!!!!"


Seketika semua anggota klan serigala yang tersebar di seluruh galaxy menengadahkan kepalanya ke arah bulan, hanya sedikit saja dari mereka yang ikut melolong.


"Kenapa Zaya? Apa ada sesuatu yang mengganggu mu??" Xande menatap Zaya saat gadis itu tiba-tiba saja terdiam.


"Eh...tidak apa-apa, seperti aku hanya kelelahan saja" Kilah Zaya, yang pastinya sangat diragukan oleh ketiganya sahabatnya itu.


Jauh di kedalaman planet telah terjadi lolongan serigala saling bersautan tatkala telinga sensitif mereka menangkap sinyal yang terkirim melalui satelit pemancar yang diciptakan oleh dua bangsa dengan tingkat intelejensi tinggi, suku Amarath dan Omarath.


"Gorg telah menemukan pasangan nya!"


"Semoga saja roh agung melindungi keduanya"


Ucapan serta harapan untuk Gorg, salah satu anggota klan terkuat yang hidup jauh di permukaan mereka ucapkan. Sang pemimpin klan langsung memberikan perintah kepada seluruh anggota klan yang menyamar dan telah menyebar di seluruh galaxy untuk bersiaga, karena tidak akan lama lagi akan terjadi sebuah peristiwa besar yang akan mengubah tatanan kehidupan dipermukaan sana.


"Gorg belum membuka tanda yang telah aku buat untuk gadis itu" Seorang master dari bangsa Sinth membuka suara nya, "Tetapi dia telah menaruh Xin milik nya ditubuh gadis itu, kalian akan lebih mudah menemukan nya"


Sang master pun mengalihkan perhatian nya kepada dua orang pemimpin dari kedua bangsa yang sangat pintar tersebut, tanpa mendapatkan pertanyaan darinya kedua insan tersebut memberikan jawaban nya.


"Tunggu hingga energi biru terbentuk dengan sempurna" Ucapnya secara bersamaan.


"Hanya energi biru yang bisa memusnahkan The One" Lanjut mereka, lalu menghilang dari hadapan pemimpin klan serigala dan master Sinth.


The One terlahir dari suku Amarath, dia lahir pada jaman kuno dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya. Obsesi nya untuk menciptakan sebuah energi yang bisa menyatukan seluruh makhluk membuat dirinya lupa dengan tujuannya, yakni menciptakan kedamaian dan keharmonisan antar seluruh penduduk galaxy.


The one menyadari bahwa energi ciptaannya bisa membuat dirinya mempengaruhi siapa pun yang memujanya, hingga dia membentuk sebuah kaum yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang memiliki obsesi yang sama dengannya. Yakni memerintah dan menguasai.


Hingga satu saat pemimpin kedua suku memerintahkan untuk menghancurkan benda ciptaan The One sebelum dirinya meluncurkan nya seluruh galaxy. The one murka dan bersumpah akan melenyapkan semua bangsa yang menentang dirinya, serta akan selalu menciptakan peperangan antar bangsa sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan planet Neuro dan menghancurkan energi biru.


Gorg kembali ke kediamannya setelah semua gejolak dihatinya kembali tenang, dia meraih monitor kecil didalam lacinya lalu melihat Zaya yang sudah tertidur pulas.


"Aku bisa menghancurkan seluruh galaxy karena mu Zaya..." Gorg bergumam, saat ini dia harus berhati-hati untuk berbicara didalam hati atau pikiran nya sendiri karena khawatir Zaya akan mendengar nya.


" Kau telah membangunkan kaum mu sendiri yang mulia" Dhar berjalan menghampiri Gorg. Lolongan panjang nya kali ini merupakan sebuah pertanda bahwa akan terjadi nya sebuah revolusi di seluruh galaxy "Pimpinan mu telah memberikan perintah siaga" Lanjut nya.


"Aku sudah siap sejak dulu Dhar, jika memang sudah saatnya tiba untuk itu dan kali ini aku tidak akan sendiri"


"Kau harus segera mempersiapkan gadis itu Gorg, segera lah menentukan waktunya" Dhar meninggalkan Gorg kembali menuju ruangan nya, dirinya pun harus mempersiapkan diri untuk menghubungi semua anggota suku untuk segera mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.


"Semoga roh agung melindungi kami semua"