
Gorg mendekatkan wajahnya pada wajah gadis mungil dengan sejuta keberanian dihadapannya, dia mendekatkan bibirnya saat pandangan mereka bertemu lalu menautkan nya. Pria tinggi besar itupun membawa tubuh Zaya agar sejajar dengannya, saat gadis itu dengan susah payah mengalungkan lengannya di leher Gorg sambil berjinjit.
Zaya melepaskan tautan bibir mereka saat dia merasakan taring Gorg di bibirnya, seingatnya pria gagah tersebut tidak pernah terlihat memiliki taring. Bahkan saat awal bibir mereka saling bertaut dia tidak melihat atau merasakannya, tetapi semakin lama mereka saling bertukar saliva Zaya semakin bisa merasakan kehadiran kedua gigi runcing tersebut.
“Bodohnya kakak ku itu…” Hira memijat kepalanya yang semakin berdenyut. Dia sudah sangat senang ketika melihat interaksi keduanya dari kejauhan, tetapi saat dirinya pun menyadari kejanggalan dari bahasa tubuh Zaya saat menyentuh bibirnya sendiri dari situ dia tahu jika kakak besarnya itu tidak bisa mengontrol gigi taringnya sendiri.
Semua anggota klan serigala memiliki gigi taring yang bisa keluar dan bersembunyi, biasanya gigi taring mereka akan keluar jika sedang marah dan ketika mereka harus menggigit musuh atau menandai lawan jenisnya. Seharusnya Gorg mengeluarkan taringnya saat dia menggigit Xin yang dia taruh di tengkuk leher Zaya, bukan disaat berciuman seperti itu.
“Maaf…Aku tidak bisa mengontrolnya” Pinta Gorg, lalu mengusap bibir Zaya dengan jari tangannya, setelah dia menurunkan tubuh Zaya kembali. Untung saja gigi taringnya itu tidak sampai melukai bibir manis gadis itu.
“Naiklah” Gorg memanggil Ru, dia ingin membawa Zaya pergi ke suatu tempat dan memperlihatkan sesuatu kepadanya.
Zaya baru tahu ternyata Gorg bisa berlari sangat cepat, bahkan dia bisa mengimbangi kecepatan lari Ru, serigala miliknya. Selama dirinya mendiami tempat ini Zaya belum pernah sama sekali melihat anggota klan lain berlari bersama dengan serigalanya.
Mereka berlari menembus hutan, melompati tebing yang curam, lalu menyebrangi sungai sebelum akhirnya tiba ditujuan. Sebuah tempat diketinggian yang lagi-lagi membuat Zaya takjub hingga berhasil membuat semua bulu-bulu halus ditubuhnya berdiri.
Zaya melihat padang savana yang membentang luas dihadapannya, dengan banyak binatang aneh hidup berdekatan juga naga yang berterbangan.
“Demi roh agung, tempat apa lagi ini?” Ucap Zaya.
“Aaauuuuuuuuuuuuuuu!!!”
“Aauuuuuuuuuuuuuu!!!!”
Belum hilang rasa merinding ditubuh Zaya, kini dia dibuat lebih merinding lagi saat mendengar lolongan Gorg yang memekakkan telinganya, apalagi saat mendengar suara dari seluruh mahluk yang memenuhi padang savana itu saling bersautan. Bahkan Ru pun ikut menjawab lolongan Gorg, hingga terdengar suara lolongan serigala dari semua arah.
“Selamat datang di kehidupanku Zaya” Lalu dengan gerakan yang sangat cepat membawa tubuh Zaya kedalam dekapannya dengan posisi gadis itu tetap membelakanginya. Gorg menggigit pelan tengkuk leher Zaya untuk memberikan tanda kepemilikannya disana, dan selama 24 jam ke depan gadis itu akan merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya sebelum pada akhirnya nanti dia akan memiliki kelebihan yang sama dengan dirinya dan semua anggota klan nya.
Zaya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri ketika seluruh anggota keluarga menyambut kembali kedatangan mereka bertiga disana, perlahan Gorg mengambil tubuh Zaya yang tertidur di punggung serigala besar miliknya Ru lalu membawanya kedalam kamar.
“Aku harus segera kembali” Dengan berat hati Gorg meninggalkan Zaya bersama dengan anggota keluarganya, dia tidak bisa mengambil resiko keberadaan dirinya diketahui oleh orang lain dan pada akhirnya membahayakan semua orang disana.
Mereka tidak tahu akan seperti apa Zaya ketika gadis itu terbangun dari tidur panjangnya nanti, tetapi satu hal yang pasti jika gadis itu akan terlahir kembali menjadi sosok gadis yang baru. Bukan lagi Zaya yang imut dan menggemaskan yang hanya bisa mengangkat seekor ikan trout, tetapi zaya yang baru dengan kekuatan yang sama seperti anggota klan lainnya bahkan Hira.
“Bersiaplah untuk menyambut kelahiran anggota keluarga kita” Khan menyerahkan Zaya pada Seren dan Hira juga pada sisa anggota klan wanita, mereka lebih tahu bagaimana caranya menangani proses perubahan pada gadis itu.
Sementara Gorg dilanda kebimbangan selama perjalanannya. Satu sisi dia merasa sangat bahagia saat ini karena pada akhirnya dia bisa memiliki gadis itu meski belum seutuhnya, disisi lain dia sangat mengkhawatirkan kondisi Zaya. Apa yang akan terjadi pada saat Zaya siuman nanti? Pikirnya, apakah dia akan sedih atau marah? Mengingat Zaya masih memiliki gen manusia bumi dengan emosinya yang terkenal kompleks dan sering berubah.
Gorg belum bisa mengambil resiko terlalu besar dengan tetap berada disana dan menemani gadis tercintanya, Dhar hanya memberinya waktu 12 jam sebelum dirinya kembali ke stasiun luar angkasa dan semua orang menyadari ketidakhadirannya disana.
Sepertinya dia harus memikirkan sebuah cara agar dirinya bisa memulai sebuah revolusi bersama dengan Zaya dan rekan-rekannya yang lain, 100 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi galaksi ini untuk bisa terus bertahan dari tirani The One. Mereka sudah sangat ingin melakukan pergerakan, tetapi tanpa adanya ennrgi biru yang bisa menghabisi mahluk mengerikan itu sama saja dengan bunuh diri.
Bukan hanya sekali ini saja mereka melakukan reformasi dan ujung-ujungnya berakhir dengan kekalahan telak karena kurangnya perhitungan serta sumber daya, banyak dari bangsa-bangsa yang pada akhirnya musnah ditangan pasukan setia pada The One.
Misi kali ini harus benar-benar berhasil! Ini bukan saja bisa mengembalikan planet ini kepada bangsa Amarath dan Omarath, tetapi bisa juga mengembalikan stabilitas di seluruh galaksi.
“Hampir saja Gorg” Dhar menyambut kepulangan sang sahabat ditempat yang sama di sektor industri, dia sudah bosan menjawab pertanyaan dari Ann Marrie yang menanyakan keberadaan panglima tingginya hampir setiap jam.
“Kita harus segera kembali” Lanjutnya, lalu bergegas menuju pesawat yang mereka sembunyikan di hangar milik salah satu temannya Tux.
Gorg tidak menggunakan Shinok nya saat dia menjelajahi perut bumi, dia sengaja menggunakan pesawat milik Tux untuk mengecoh semua orang meski kocek yang dia rogoh cukup dalam. Tidak tanggung-tanggung, Tux ingin agar dirinya diberikan kesempatan untuk memimpin pemberontakan di sektor industri! Dan bukan hanya itu saja, Shin gila itu juga meminta agar Gorg memberinya persenjataan yang lengkap.
“Beri dia ramuan yang di buat oleh Xi” Pinta Seren kepada Hira, sementara anggota klan wanita lainnya memanjatkan doa-doa untuk keselamatan Zaya.
Hira mengambil mangkuk berisi cairan berwarna ungu terang, lalu dengan hati-hati menyendok nya dan memasukan cairan tersebut ke mulut Zaya. Setiap kali cairan ungu itu memasuki mulutnya, seketika cahaya keunguan muncul di sepanjang pembuluh darah gadis itu.
“NNngggghhhhhhhhh…!”
“Zaya!”