The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 28



"Aku tidak mengira jika Gorg akan begitu tertarik kepada mahluk bumi yang kecil seperti ini"


Seorang pria dengan tinggi yang kurang lebih sama dengan orang yang dia sebutkan terkesan merendahkan ditelinga Zaya, gadis itu bahkan menilai orang tersebut sangatlah tidak sopan karena berbicara tanpa memperlihatkan wajahnya apalagi memperkenalkan dirinya.


Bagaimana dia tahu seseorang itu seperti apa tanpa mengenalnya terlebih dulu, sangat konyol pikir gadis mungil yang memiliki beribu keberanian ini.


Kesan pertama yang Zaya dapat setelah menyapa pria tersebut adalah sebuah kekecewaan yang didapatnya dari seorang pria yang baru pertama kali ini dia temui, tetapi bukan Zaya namanya jika tidak membalas dan hanya berdiam saja meski Xi telah berusaha untuk memberikan isyarat kepadanya.


"Ibuku memang wanita bumi, tetapi ayahku adalah pria mars" Balas Zaya, dengan nada suara datar. Dia sangat tidak menyukai jika ada seseorang yang merendahkan dirinya dengan cara seperti itu, meski pada kenyataannya dia memang terlahir dari seorang selir.


"Apa bagusnya terlahir dari seorang selir?" Lanjut pria tersebut, dan masih enggan untuk memperlihatkan diri kepada lawan bicaranya.


Deg!


Satu hal lagi yang Zaya benci, adalah orang-orang yang meninggikan dirinya dengan merendahkan martabat orang lain. Baginya semua memiliki martabat yang sama, yang membedakan mereka adalah perbuatan baik dan buruk yang dilakukan setiap individu. Itupun jika orang tersebut berusaha untuk memperbaiki dirinya, Zaya pasti akan lebih menghormati nya.


"Selir hanyalah istilah yang dibuat oleh orang yang tidak memahami betapa agungnya seorang wanita, yang sebenarnya memiliki martabat yang sama dengan seorang pria" Zaya menghela nafasnya kasar, kali ini dia tidak lagi bisa menyembunyikan kekecewaannya.


Sejak awal dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba saja serigala itu membawanya ke tempat yang aneh ini, meski dia akui tempat ini sangatlah indah. Belum lagi Xi yang tidak pernah mau menjawab semua keingintahuan nya mengapa dirinya bisa berakhir ditempat seindah ini. Dan sekarang yang semakin membuat Zaya tidak habis pikir, untuk apa dirinya diminta bersiap sejak tadi jika hanya untuk mendengarkan perkataan bodoh dari seorang pria tinggi besar yang belum pernah dia temui seumur hidupnya!


"Jika anda menganggap seorang wanita serendah itu, mungkin anda harus merasakan bagaimana sakit nya ketika melahirkan seorang anak dan bagaimana memusingkan nya anda para pria dimata kami yang tetap bertingkah seperti anak kecil hingga kami para wanita seperti memiliki seorang bayi bertubuh besar " Lanjut Zaya, sebenarnya dia hanya mengulangi perkataan sang mama dulu ketika wanita itu meluapkan kekesalannya yang tanpa dengan dia dengar.


Tak disangka tiba-tiba saja Zaya dikejutkan dengan tawa renyah seorang wanita, dia yang sama-sama memiliki postur tubuh yang tinggi itu muncul entah darimana. Zaya mengerutkan keningnya setelah memperhatikan dengan jeli wajah wanita tersebut, wajahnya mengingatkan dirinya kepada sosok Gorg yang telah dia kenal cukup lama.


"Kau memang gadis kecil yang sangat hebat! Baru kali ini ada seorang gadis bertubuh mungil yang berhasil membuat suamiku Khan tak berdaya, selain diriku dan anak gadisku tentunya" Wanita itu memeluk Zaya dengan erat, lalu merendahkan tubuhnya dan mendekatkan keningnya hingga saling beradu.


"Selamat datang di keluarga kami Zaya" Lanjutnya lalu menatap Zaya sambil tersenyum.


"Sayang...Kau baru saja menghancurkan seluruh rencana besar ku!" Keluh Khan, lalu memutar tubuhnya menghadap ke seluruh anggota keluarga yang telah hadir disana.


"Dan beresiko membuat anak tampanku merajuk nantinya? Tidak sayang, kita tak akan pernah siap menghadapi kemarahan Gorg" Wanita yang Zaya kira pasti adalah ibu dari Gorg ini kembali berdiri lalu mendekati suami besarnya, ternyata perbedaan tinggi mereka hanya sedikit sekali pikir Zaya.


"Hai Zaya, aku Hira...Yang tadi itu mamaku Seren dan pria besar yang menyebalkan tadi itu ayah ku Khan, dia pemimpin klan serigala dan kau pasti sudah mengenal kakakku yang tampan itu Gorga" Seorang gadis mendekati Zaya, dia memiringkan tubuhnya agar Zaya bisa mendengarkan semua perkataannya tanpa mengganggu dua orang yang sedang berbincang seru dihadapannya.


"Tunggu...tunggu...Apa kamu bilang? Klan serigala??" Zaya membulatkan matanya, bahkan kedua alis matanya pun terangkat.


"Kenapa? Apa kamu tidak pernah mengetahui legenda tentang kami?" Hira berkacak pinggang sambil menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika Zaya benar-benar tidak pernah tahu cerita tentang klan mereka yang legendaris itu.


"Gorga? Gorg? Klan serigala? Aku semakin tidak mengerti"


Zaya mengingat kembali semua peristiwa semenjak dirinya mulai mengenal Gorg, jika dia perhatikan lagi apalagi setelah pertemuan dirinya dengan orang-orang besar dihadapannya saat ini Gorg memang terlihat berbeda dengan orang-orang yang ada disekitarnya.


Postur tubuhnya, rambutnya, wajahnya dan cara dia menatap Zaya dan semua orang juga cara berbicara nya memang lain. Pria besar itu memiliki keunikannya tersendiri, apalagi jika dia sedang marah. Zaya merasa seperti sedang melihat sang serigala yang selalu mengikutinya saat ini.


"Aahh...Kenapa dia selalu ada didalam pikiran ku!" Keluh Zaya, lalu memijat keningnya yang semakin berdenyut. Gadis itupun tiba-tiba mengingat alasan kenapa dia harus menyebrangi sektor Y "Demi roh agung, semua orang pasti sudah mengira jika aku sudah mati saat ini"


Zaya terdiam, aura mendung menyelimuti dirinya. Apalagi saat membayangkan sang mama yang harus menerima berita tentang kematian nya, sementara dirinya berjanji akan kembali secepatnya.


"Tidak usah risau Zaya, mama mu tahu kau masih hidup...Gorg tidak akan membiarkan berita kematian mu sampai di telinganya" Xi tersenyum ke arahnya, lalu meminta ijin kepada Zaya untuk menyentuh tengkuk lehernya.


Zaya tetap tidak mengerti kenapa dirinya berada ditempat ini saat ini, diantara milyaran gadis yang tersebar di seluruh galaxy kenapa hanya dirinya saja yang merasa harus memikul beban seberat itu pikirnya.


Xi lalu menjelaskan semua keingintahuan Zaya setelah semua berkumpul bersama.


"Ini tidak mungkin, ini terlalu besar untukku...Kalian mungkin salah orang...Aku hanya gadis biasa yang terlahir dari seorang selir... Seperti katamu tadi Khan.." Zaya berniat untuk beranjak dari tempat duduknya, apa yang dia dengar dari mulut Xi dan semua orang yang ada disana telah membuat dirinya syok.


Zaya akui memang dirinya memiliki ketertarikan yang unik terhadap Gorg, yang dia rasa merupakan hal yang wajar yang dirasakan oleh setiap gadis dimana pun. Tetapi jika tiba-tiba saja dirinya dinobatkan sebagai seorang gadis yang terpilih, itu merupakan hal yang terlalu berat baginya. Mengetahui bahwa ada tempat seindah ini saja masih sulit diterima oleh akal sehatnya, apalagi itu.


"Mungkin ini akan membantumu"