The Love Of Zaya

The Love Of Zaya
Part 63



Langit kembali menjadi biru dengan menghilangnya awan hitam yang menyelimutinya sejak tadi, gemuruh petir di langit pun sudah tidak lagi terdengar seiring dengan kembalinya suasana hati Zaya yang kembali gembira. Perlakuan lembut sang suami terhadapnya telah menerbangkannya ke alam semesta, ditambah lagi dengan ucapan cinta yang dilontarkannya.


Kini tinggal Gorg yang menyesali ucapannya sendiri, dia berjanji akan memberikan apapun yang Zaya mau dan melakukan apapun yang gadis itu minta. Zaya sangat ingin bertemu dengan dewi penghuni laut, setelah beberapa malam ini dia selalu memimpikan sosoknya. Dia bahkan tidak perduli bagaimana caranya agar Gorg bisa menemukan sang dewi atau bahkan wanita cantik itu memang benar-benar ada.


“Kami harus segera kembali Melinda, terimakasih atas semuanya” Ucap Seren. Wanita itu harus meyakinkan dirinya terlebih dulu dengan suasana di luar rumah sebelum pada akhirnya meminta ijin kepada sang pemilik rumah untuk berpamitan.


“Jangan sungkan Seren, sering-seringlah berkunjung kemari” Balas Melinda, tetapi tatapan matanya mengarah kepada Zaya yang masih berada dalam pangkuan Gorg yang sedang berjalan ke arah dirinya dan Seren. Melinda bisa melihat aura energi biru yang menyeruak dari dalam tubuh keduanya.


“Maafkan aku mama, aku harus segera kembali” Zaya memeluk sang mama setelah turun dari pangkuan Gorg, meski luka yang terlanjur tertoreh di hatinya masih sangat segar tetapi Zaya tahu jika hal tersebut tidak boleh mengurangi rasa hormatnya terhadap wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya itu.


Hira serta Dhar kembali menerbangkan pesawat tersebut, tetapi sebelum mereka meninggalkan lapisan udara Mars keduanya membawa keluarga mereka untuk menemui seseorang terlebih dahulu. Siapa lagi jika bukan mahluk kuno bertubuh tinggi dengan sisik berkilauan di sekujur tubuhnya, Mordor.


“Hah! Rupanya Samael dan Eden telah berhasil dengan ekperimen gilanya dulu” Ucap Mordor setelah menyambut kedatangan Dhar beserta keluarga besarnya ke hadapannya. Mahluk besar itu bahkan sudah mengetahui adanya benih dalam perut Zaya ketika dia melihat sosok gadis tersebut tengah berjalan ke arahnya.


“Kau harus berhati-hati, karena di masa depan nanti akan ada banyak orang yang menginginkan nyawa anakmu” Lanjutnya.


Siapa yang tidak akan merasa terancam dengan kehadiran seorang anak yang mempunyai struktur DNA yang begitu unik dengan esensi energi biru di dalamnya? Pikir Mordor, apalagi dengan kenyataan bahwa The One masih hidup hingga saat ini. Ancaman mahluk mengerikan itu tidak bisa dianggap remeh, mengingat para pengikutnya masih tersebar dimana-mana dan siapa yang tahu apa yang sedang dilakukan oleh nya saat ini di pulau terisolir itu.


Dhar mengutarakan niatnya untuk bertemu dengan Mordor hari itu, selain untuk memperkenalkan keluarga besarnya pria biru itupun meminta bantuan kecil kepada Mordor untuk melindungi Zaya serta bayinya kelak. Hal itu dia lakukan atas dasar permintaan balas budi kepada mahluk kuno tersebut karena telah membantunya menyelamatkan planet merah ini sebelumnya.


Mordor tentu saja tidak langsung menyetujui permintaan konyol dari Dhar, menurutnya tanpa bantuan dirinya pun mereka pasti bisa mengambil alih planetnya kembali. Sikap sombong dari mahluk kuno tersebut rupanya telah membuat Gorg dan keluarganya geram, tetapi atas permintaan dari Xi merekapun dengan sangat terpaksa menahan amarahnya.


“Apa aku harus meminta yang mulia Samael untuk datang kemari dan memintanya sendiri kepada anda yang mulia?” Tak hilang akal Dhar pun menyebut nama sesosok mahluk yang selalu bisa membuat Mordor melunak.


“Untuk apa kau meminta hal itu darinya Dhar?! Kita bisa melindunginya kelak!” Khan mendengus kesal, dia masih belum  bisa menerima ucapan mahluk yang hampir mirip dengan Samael tersebut untuk cucunya kelak.


“Percayalah Khan, bantuan mereka akan sangat kita butuhkan nanti” Xi akhirnya buka suara, sementara Dhar dan Hira membawa mereka kembali ke Neuro.


“Untuk sekarang ini kita masih bisa melindungi Zaya di planet Neuro, tapi untuk nanti bahkan planet itupun akan membutuhkan segala bentuk bantuan dari bangsa lain” Imbuhnya.


Keesokan harinya di kediaman pemimpin klan serigala…


“Aku dan Hira memutuskan untuk mencari orang-orang yang terlahir dari gen bangsa Amarath…” Dhar dan Hira bertekuk lutut dihadapan Khan serta ayahnya Xi, setelah semalam keduanya berbincang lama merekapun memutuskan untuk meminta restu dari para petinggi klan.


Khan mendengarkan dengan seksama apa maksud dan tujuan kedua anaknya tersebut, sebelum pada akhirnya dia memberikan ijinnya. Sang pemimpin klan pun memerintahkan kepada Fin dan Bessara untuk ikut bersama dengan Dhar serta anak gadisnya dalam perjalanan mereka.


Benar apa yang dikatakan oleh Mordor kemarin tentang bahaya yang akan mengancam cucu pertama mereka, Khan bisa melihat kekuatan Zaya yang meningkat setelah gadis itu dinyatakan hamil. Dia tahu jika hal tersebut akibat kehadiran benih cinta Zaya dengan Gorg, anak sulungnya.


Apa yang sedang terjadi di permukaan kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di kedalam sebuah pulau yang terisolir yang kini di namai pulau kematian itu. The One sedang berusaha untuk mengambil keuntungan dari udara panas yang ditimbulkan oleh lava panas disana, dengan menyerapnya!


Mahluk kuno itu telah menemukan cara untuk menyerap seluruh energi panas yang menyertai lava mendidih didalam sana, dia harus menidurkan seluruh black ronin nya terlebih dulu agar konsentrasinya tidak terganggu dengan suara auman mereka. The One berhasil menyalurkan seluruh energi panas tersebut melalui pori-pori kulitnya meski sebelumnya proses tersebut telah membakar sekujur tubuhnya! Ajaibnya permukaan kulitnya dengan cepat pulih kembali, tentunya dengan tekstur yang jauh berbeda.


“Hhhmmmmm…”


Mahluk yang semakin terlihat mengerikan itupun telah menyalurkan semua energi panas yang telah berhasil dia serap kepada seluruh black ronin yang kini dalam keadaan tertidur. “ Serap lah semuanya dan jadilah semakin kuat!”