The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Bisikan lembut seorang wanita!!



AAAHHHHHKKKKK!!!!


Terdengar suara teriakan aina dan istri kepala desa sambil memejamkan mata mereka.


bola api sudah berada tepat di dekat aina dan wanita itu.


"Aku pasti mati!!! yuki maaf!!!", gumam aina dalam hati.


tiba-tiba terlihat cahaya putih yang sangat menyilaukan mata dan diikuti dengan bisikan seorang perempuan "jangan takut!!".


"Siapa??", gumam aina dalam hati sambil menutup matanya.


Suara seorang wanita dengan suara yang sangat lembut itu membuat aina tidak merasa takut, walaupun aina seperti merasa sudah berada di ujung hidupnya.


Setelah terdengar suara wanita yang lembut itu, tiba-tiba bola api yang sudah berada tepat di depan aina, menghilang dengan misterius.


DUUAARRRR!!!!


Terdengar ledakan yang sangat dahsyat di balik gunung yang berada dekat di desa itu.


Abilerdo, Dirk, elbert, kinsey dan warga yang ada disekitar itu, kaget melihat bola api yang tiba-tiba menghilang, awalnya mereka berempat menutup matanya karena cahaya putih yang menyilaukan yang tiba-tiba muncul bersamaan dengan bola api yang mendekat ke arah aina.


Aina dan istri kepala desa membuka mata, mereka terkejut, melihat bola api yang menghilang itu.


Mereka semua juga terkejut mendengar ledakan di balik gunung. aina, abilerdo dan lainnya langsung berpikir, itu pasti ledakan bola api yang tadi.


Abilerdo dan ketiga pengawal khususnya mendekati aina.


"Apa yang terjadi??? suara siapa yang kudengar tadi?? sepertinya aku pernah mendengar suara itu, tapi dimana??", gumam aina dalam hati yang masih terduduk karena terkejut.


"apa kau tidak apa-apa??", tanya abilerdo.


Aina tidak menjawab pertanyaan abilerdo, dia masih melamunkan kejadian yang barusan terjadi itu, dia merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"*Hey!! apa yang kau lamunkan?? apa kau tidak apa-apa??", tanya abilerdo yang sedikit cemas.


"Mungkin otaknya terkena radiasi bola api, sampai bengong seperti orang bodoh!!!", kata elbert yang sedikit mengejek.


"siapa yang kau bilang bodoh!!??", kata aina yang sedikit emosi, dan tersadar dari lamunannya*.


Dengan melihat sikap aina, abilerdo merasa sedikit tenang tidak terjadi apa-apa pada aina. tetapi disisi lain abilerdo masih memikirkan kenapa bisa ada bola api yang sebesar itu, dan berpikir kenapa bisa bola api yang besar itu tiba-tiba berpindah di balik gunung.


Bukan hanya abilerdo saja yang bingung, Dirk, elbert dan kinsey juga masih memikirkan bola api itu.


"*Sial!! Siapa yang bisa menghalangi bola api itu??", kata ozak yang berdiri di tebing dekat desa.


"Aku sudah menyiapkan penyambutan untuk abilerdo, tapi malah digagalkan, siapa yang bisa menghancurkan kekuatan yang di berikan raja melville padaku??", gumam ozak dalam hati.


Ozak yang merupakan orang kepercayaan raja melville merasa sangat terkejut, secara tidak ada siapa pun yang memiliki kekuatan seperti raja melville di seluruh daratan di jaman sekarang.


"Aku pasti akan kambali lagi!!!", gumam ozak dalam hati sambil pergi meninggalkan desa A.


Abilerdo tiba-tiba melihat kerarah tebing, dia merasa ada seseorang yang mengawasi mereka, tetapi tepat saat dia melihat kearah tebing, ozak yang tadinya berdiri distu, sudah tak ada lagi.


"yang mulia, ada apa??", kata Dirk.


"Tidak apa-apa!!!", kata abilerdo yang memalingkan wajahnya dari tebing itu.


"Nyonya, apa kau baik-baik saja??", tanya elbert pada istri kepala desa.


"Aku tidak apa-apa!! terima kasih!!", kata istri kepala desa yang melirik kearah aina.


"Aku akan memakamkan kepala desa dengan sebuah penghormatan", kata abilerdo.


"Terima kasih yang mulia". jawab wanita itu dengan rasa syukur.


Abilerdo menyuruh pengawalnya untuk mempersiapkan pemakaman untuk kepala desa dan anaknya. dan sebelum acara pemakaman,


abilerdo, aina dan lainnya pergi ke sebuah penginapan yang sudah disiapkan oleh kinsey.


Aina masih tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi. Dia berpikir sambil memegang kalung yang dia temukan di pohon waktu itu, setiap kali dia merasa sudah berada di ambang kematian, ada saja yang bisa menyelamatkannya, walaupun dia masih terkejut, dia merasa sangat bersyukur, karena setidaknya dia memiliki kesempatan mencari yuki.


Tok..tok..tok!!!


suara pintu kamar aina.


Aina membuka pintu kamarnya.


"Hey gadis, ayo makan bersama kami!!! yang mulia sudah menunggu di bawah", kata kinsey dengan penuh semangat.


"Ga..gadis?? orang aneh ini lagi!!!!", gumam aina dalam hati.


"Hey..hellowww!!! ayo!!", kata kinsey sambil melambaikan tanganya di depan wajah aina.


"aishh... gadis ini!!!", gumam kinsey sambil mempersilakan aina lewat.


Aina dan kinsey menuju ke arah ruang makan yang sudah disiapkan oleh pengurus penginapan.


aina kaget setelah melihat begitu banyak makanan yang sudah berada di meja,


hmmm tentu saja makanan itu terlihat sangat enak.


pengurus penginapan benar-benar melakukan yang terbaik untuk raja mereka.


kinsey langsung duduk di tempatnya, dan aina masih terpaku dengan makanan yang dia lihat di atas meja, matanya berbinar-binar melihat makanan yang terlihat lezat itu.


"Kenapa masih bengong!! ayo duduk dan makan!!", kata abilerdo.


Aina tersadar, dan dia merasa bingung harus duduk dimana, pengurus penginapan hanya menyiapkan tempat duduk untuk lima orang, dan tempat yang kosong hanya di samping abilerdo.


Aina merasa canggung untuk duduk berdekatan dengan abilerdo, dia merasa tempat ini sudah di atur untuknya.


Aina masih berdiri dengan bingungnya.


"Tunggu apa lagi? ayo duduk!!", kata kinsey.


"Ba..baik!!", kata aina dengan malu.


"Kau terlihat malu, apa kau malu duduk di samping raja abilerdo??", kata elbert sambil tersenyum seperti sedang mengerjai aina lewat kata-katanya.


"Orang ini, terlihat ganteng tapi sifatnya agak menyebalkan!!", gumam aina dalam hati yang terlihat agak kesal.


"Apa aku harus malu?? Apa malu itu diwajibkan??? dewa juga bukan!!", kata aina dengan nada yang datar dan terkesan dingin.


Dirk dan kinsey pun tertawa kecil mendengar kata-kata aina, sebenarnya tidak ada satupun yang bisa membalas kata-kata elbert ketika dia ingin mengejek atau mengerjai orang lain.


Hanya aina saja yang tidak termakan dengan kata-kata elbert dan bisa membalas kata-kata elbert dengan nada yang sangat datar dan seperti tak peduli jika elbert mengerjainya.


Terlihat jelas abilerdo juga tersenyum kecil.


Mereka pun mulai makan, aina sedikit takjub dengan abilerdo, karena biasanya seorang raja tidak akan pernah makan semeja dengan pengawalnya.


Abilerdo bahkan terlihat sudah biasa makan bersama mereka.


Dengan sikap abilerdo, sudah sangat jelas bahwa dia menganggap Dirk, Elbert, dan Kinsey bukan sekedar pengawalnya, tetapi juga sebagai sahabatnya.


Pengurus penginapan dan salah satu pelayannya mendekati mereka semua yang sedang makan.


"Nyonya apakah makanannya tidak sesuai selera mu?? aku memperhatikan, kau hanya makan sedikit-sedikit!!", kata pengurus penginapan dengan penuh sopan santun dan membungkukkan badannya di depan aina.


"Eechh.. Nyo..nyonya??", gumam aina dalam hati dan terlihat sedikit memerah.


"Ti..tidak, makanannya enak!!", kata aina dengan agak malu.


"Nyonya, apa anda ingin mencoba makanan penutup?? kami sudah menyiapkan khusus untuk raja dan anda!!", kata pelayan.


"khu..khusus aku dan....e..e..!!", kata aina yang terlihat lebih malu dan seperti ragu menyebut nama abilerdo.


"Ternyata kamu bisa gugup juga!!", kata elbert yang mengejek, terlihat jelas ingin membalas kata-kata aina tadi.


Abilerdo, Dirk dan kinsey tetap makan dengan tenang. Abilerdo sedikitpun tidak terganggu dengan kata-kata pelayan itu.


"Orang ini, tidak henti-hentinya mengejek aku lewat kata-katanya!! hufftt.. raja kaku ini juga, bisa-bisanya dia terlihat tenang", Gumam aina dalam hati.


"Gugup?? aku hanya tidak terbiasa dengan sebutan itu!! kau pasti tidak akan mengerti perasaan wanita yang belum menikah tapi dipanggil nyonya!! yaahh.. aku maklum kok!! dengan sifatmu itu, tidak ada wanita yang akan menyukai kamu!!!", kata aina yang menekan kata-katanya sambil sedikit tersenyum dan balik mengejek elbert dengan nada dingin.


Kata-kata aina sentak membuat abilerdo hampir tersedak, Dirk menahan tawanya, dan kinsey otomatis langsung tertawa terbahak-bahak sambil memukul pelan pundak elbert sperti sangat senang dengan ejekan aina.


Elbert terdiam dan tak bisa membalas kata-kata aina, dia terlihat agak kesal.


Aina melanjutkan makan dengan tenang dan merasa bangga bisa membuat elbert yang pintar mengejek itu, terdiam seperti orang bodoh.


Disaat mereka makan dan terlihat bahagia itu, ada seorang wanita tua tak dikenal yang mendekati mereka.


Wanita tua itu pun berkata......


.............


Nantikan kelanjutan ceritanya yaa...


jangan lupa vote, like, dan favorit kan.


terima kasih sudah membaca