The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Permintaan maaf yang sangat berarti!



Karin dan lyli selesai merapikan tempat tidur aina. karin masih terlihat Memikirkan tentang pil penyembuh itu, semakin dia berpikir semakin dia tidak mengerti.


[Sudahlah, yang terpenting tuan putri sudah meminum pil penyembuh itu.] Gumam karin dalam hati.


Aina yang sudah selesai memakan makanan penutup, terlihat sangat kekenyangan.


"Kenyangnya..." gumam aina sambil memegang perutnya.


"Senang melihat nafsu makan tuan putri kembali." kata lyli sambil tersenyum.


Aina menyuruh karin untuk membuka pintu balkon kamarnya. Aina berdiri dari kursi, dan berjalan kearah balkon yang disinari oleh mentari pagi yang hangat.


"Tuan putri kami sudah menyiapkan pakaian ganti untuk anda." Kata lyli.


"Aku ingin mandi air hangat!!" kata aina.


"Tapi tuan putri, tubuh anda masih lemah, anda baru saja sembuh." kata karin.


"Tidak apa-apa!! apa kalian tidak melihat kalau aku sudah terlihat sangat sehat?" kata aina.


"Baiklah tuan putri, kami akan menyiapkan air hangat." kata karin.


Karin dan lyli mulai menyiapkan air hangat untuk aina.


Aina yang masih berdiri di balkon kamar dan menikmati pemandangan indah di pagi hari itu, tiba-tiba teringat dengan pelukan hangat abilerdo semalam saat dia berada di hutan belakang istana.


Wajah aina memerah mengingat pelukan dan belaian lembut abilerdo.


"Ahh..apa yang sedang aku pikirkan?? kenapa bisa aku memikirkan pelukan itu?? Sial!!!" gumam aina dengan wajah yang merona.


Aina mandi dengan air hangat yang sudah disiapkan oleh karin dan lyli. Setelah selesai mandi, aina duduk menyender di tempat tidur.


Tok..tok..tok..!! Bunyi pintu kamar anda.


"Tuan putri, Yang mulia sudah tiba." kata karin yang berdiri diluar pintu kamar aina.


[Abilerdo??? Mau apa lagi dia kesini?? ohh..tidak, apa yang harus aku katakan mengenai semalam?? duhhh..] Gumam aina yang terlihat salah tingkah dan kebingungan.


"Masuklah!!" kata aina dengan nada tenang.


Karin dan lyli bergantian berjaga di depan kamar aina.


Abilerdo masuk kedalam kamar aina untuk mengecek kondisi aina.


Aina terlihat canggung ketika abilerdo mulai masuk ke kamarnya.


"Apa yang kau rasakan?? apa kau sudah baik-baik saja??" kata abilerdo dengan lembut, sambil duduk dikursi samping tempat tidur aina.


[tumben, nada bicaranya seperti ini!!] Gumam aina dalam hati.


"Ak..aku sudah merasa mendingan!!" kata aina dengan nada yang biasa dan mencoba menutupi rasa canggung nya.


"Maaf!! maafkan aku, sepertinya semalam aku terlalu kasar!!" kata abilerdo dengan nada yang merasa bersalah sambil menundukkan sedikit kepalanya.


[HAH!!! Apa aku tidak salah dengar?? Raja arogan ini meminta maaf?? apa dia salah makan??] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi terkejut dan kebingungan.


"Aku tidak bermaksud berkata seperti itu!!" kata abilerdo.


Aina hanya diam dengan ekspresi terkejutnya, dia tidak menyangka bahwa abilerdo bisa merasa bersalah dan meminta maaf seperti ini, mengingat abilerdo juga adalah seorang raja.


"Kau tidak perlu minta maaf!! Aku juga salah, keluar dari pesta seperti itu." kata aina yang malu-malu.


"Aku..aku juga ingin berterima kasih padamu!! te..terima kasih sudah menjagaku!!" kata aina dengan malu-malu dan wajah yang merona.


Abilerdo menatap aina dan teringat kembali ciuman hangat dan sentuhan bibir yang lembut semalam.


Terlihat wajah abilerdo merona mengingat ciuman itu.


Aina menatap abilerdo dan teringat dengan pelukan hangat semalam, wajah aina merona mengingat pelukan abilerdo padanya.


Abilerdo dan aina saling menatap dengan wajah yang merona, seketika mereka merasa malu dan memalingkan wajah mereka secara bersamaan dengan wajah yang masih merona.


Suasana pun menjadi sangat canggung, terlihat jelas dari gerak tubuh abilerdo dan aina yang malu-malu dan canggung.


Kreekk!! Bunyi pintu kamar aina yang terbuka.


"Kami datang!!" kata kinsey.


Kinsey membuka pintu kamar aina dan masuk kedalam kamar yang diikuti oleh dirk dan elbert.


Mereka bertiga menatap abilerdo dan aina yang terlihat aneh.


Abilerdo tersadar dan mencoba untuk terlihat biasa.


"Bisakah kalian mengetuk pintu dulu??" kata aina yang terlihat kesal dan mencoba menutupi rasa malunya tadi.


"Maaf, kami hanya ingin memberimu kejutan!!" kata kinsey sambil tersenyum.


[Benar!! aku benar-benar sangat terkejut!!] Gumam aina dalam hati yang terlihat sedikit kesal.


"Itu kan hanya idemu saja!!" gumam elbert dengan nada pelan yang menatap kinsey.


"Bagaimana perasaanmu sekarang?? apa kau sudah merasa lebih baik??" kata elbert.


Dirk, elbert, dan kinsey terlihat sangat khawatir dengan kondisi aina, dan juga sangat menantikan jawaban aina.


Aina menatap ketiga orang itu dengan ekspresi terkejut, karena terlihat jelas di wajah mereka, bahwa mereka sangat mengkhawatirkan aina.


Aina pun merasa sangat lega, dan disisi lain merasa sangat bersyukur memiliki orang-orang yang sangat peduli padanya.


"Aku baik-baik saja!!" kata aina sambil tersenyum kecil.


Dirk, elbert dan kinsey juga merasa lega dengan jawaban aina. Mengingat kondisi dan keadaan aina yang menangis bagaikan orang lain semalam, aina terlihat sangat depresi dan sedih yang berlari di tengah hujan yang deras itu.


"Kenapa kau berlari ditengah hujan seperti itu??" kata kinsey dengan polosnya.


Elbert dan Dirk menatap kinsey dengan tatapan dingin, mereka merasa kinsey mengajukan pertanyaan yang mungkin bisa menyakiti aina.


"Kinsey...??" panggil elbert sambil menepuk punggung kinsey dan tersenyum sinis.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?? apa aku mengatakan sesuatu yang salah?? aku hanya penasaran saja." kata kinsey dengan polosnya.


Sebenarnya abilerdo juga sangat ingin menanyakan pertanyaan itu, tetapi dia takut jika pertanyaan itu bisa menyinggung perasaan aina.


"KINSEY!!" Panggil abilerdo dengan ekspresi dingin dan nada yang terdengar marah.


Kinsey, elbert dan dirk pun terkejut melihat ekspresi abilerdo, terlihat mereka sangat canggung dan ada sedikit rasa takut dengan aura dingin dari abilerdo.


"Tidak apa-apa!!" kata aina dengan lembut sambil menundukkan sedikit kepalanya.


Abilerdo, dirk, elbert dan kinsey secara bersamaan menatap aina.


Aina yang terlihat ragu-ragu itu akhirnya mulai membuka suaranya dan mulai menceritakan semuanya.


Aina terlihat gemetar menceritakan apa yang terjadi padanya semalam, tetapi disisi lain dia merasa percaya pada keempat orang yang ada didepannya ini.


Walaupun dengan nada yang ketakutan dan tubuh yang gemetar, aina terus menceritakan kondisinya semalam.


Bagi aina, yuki adalah satu-satunya seseorang yang peduli dan menyayangi nya dengan tulus tanpa memandang kekurangan aina.


Karena itu, sejak terpisah dengan yuki, aina merasa sangat terpukul. Apalagi dia memimpikan yuki yang terlihat menangis ketakutan, mengingat yuki adalah seorang gadis yang penuh semangat, ceria dan selalu tersenyum itu.


Abilerdo, dirk, dan elbert sangat mengerti dengan apa yang dirasakan aina, karena mereka juga pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang mereka sayangi.


Kinsey juga merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang terpenting, dan melihat aina yang gemetar, sesaat kinsey menyadari kalau pertanyaannya yang terdengar biasa itu mungkin bisa menyakiti aina.


"Maaf, seharusnya aku tidak bertanya!! dengan begitu kau tidak akan mengingat mimpi buruk itu!!" kata kinsey dengan ekspresi bersalah.


Abilerdo, dirk, dan elbert terkejut melihat ekspresi kinsey yang merasa bersalah itu, karena mereka tahu betul kinsey tidak pernah mengeluarkan ekspresi seperti itu sebelumnya.


Mereka tahu bahwa kinsey adalah tipe orang yang bebas dan polos, dia tidak bisa membaca suasana dan selalu berkata blak-blakan, dengan sikap cerianya itu.


Tetapi sekarang baru pertama kalinya mereka melihat kinsey yang berekspresi seperti itu karena aina.


Aina pun tersenyum dengan lega melihat mereka berempat yang begitu tulus padanya.


"Sudahlah!! sekarang aku baik-baik saja. Lagipula semuanya sudah lewat!!" kata aina dengan lembut sambil tersenyum pada mereka berempat.


Mereka berempat kaget dengan sikap aina yang terlihat lembut dengan senyuman manisnya.


Wajah abilerdo, dirk, kinsey dan elbert terlihat merona melihat senyuman dan nada bicara yang lembut dari aina.


...........................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya :)


Maaf kalau ada salah-salah kata.


Terima Kasih sudah membaca