The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Kisah Chocolate Garden



Abilerdo menangis seperti anak kecil sambil memeluk victoria yang terdiam kaku tak bernyawa.


Sulit untuk melukiskan sakit hati yang abilerdo rasakan saat ini.


"Maafkan aku... Maafkan aku.. Maafkan aku!!" gumam abilerdo sambil menangis.


"AAAAKKKHHH!!!" Teriakan abilerdo sambil memeluk erat victoria.


Tak ada kata yang bisa abilerdo katakan selain kata maaf yang selalu diucapkannya. Sesekali abilerdo teriak bagaikan merasa kesakitan yang teramat dalam.


Abilerdo merasa tidak berguna, dia berfikir bahwa dia belum cukup kuat untuk melindungi victoria yang sangat dicintainya.


"Mengapa?? Mengapa harus dia?? teriak abilerdo sambil menangis.


"Bahkan selama dua tahun ini, aku tidak pernah mengatakan padanya, kalau aku sangat mencintainya." gumam abilerdo sambil menangis.


"Victoria, ini salahku!!! Maafkan aku!! Kata yang sangat ingin kau dengar dariku, sama sekali tidak pernah bisa kau dengar!! Maafkan aku!!" Gumam abilerdo.


Abilerdo terus menerus menyalahkan dirinya sendiri, dia masih memeluk victoria sambil menangis dan mengucapkan kata maaf.


Dirk, elbert, kinsey, perdana menteri dan semua orang yang tertidur karena pria berjubah, mulai membuka mata mereka.


Dirk, elbert dan kinsey secara bersamaan melihat ke kiri dan ke kanan untuk mencari abilerdo.


Pandangan mereka pun terfokus pada salah satu jendela istana yang hancur.


"Apa yang terjadi?? Bagaimana bisa Jendela yang begitu besar dan kuat itu bisa hancur??" gumam kinsey yang mulai berdiri.


Dirk, elbert dan yang lainnya lun berdiri dengan perlahan.


"Dimana Yang Mulia??" gumam elbert.


"Victoria juga." kata kinsey saat menyadari victoria juga tidak bersama mereka.


Dirk berjalan perlahan mendekati jendela istana yang hancur itu. Tiba-tiba dia kaget mendengar suara abilerdo yang menangis sambil teriak.


Kinsey dan elbert juga mendengar teriakan abilerdo, dengan cepat mereka berlari kearah suara abilerdo.


Mereka bertiga masuk ke ruangan istana, disekeliling terlihat serpihan serpihan kaca dan kayu jendela yang hancur.


Mereka bertiga terhenti dari langkah kaki mereka, karena melihat abilerdo yang menangis sambil memeluk erat seseorang di pangkuannya.


Dengan perlahan dan gemetar, mereka bertiga mulai menghampiri abilerdo.


Dirk, elbert da kinsey semakin terkejut melihat orang yang di pelukan abilerdo adalah gadis yang sangat dikenal oleh mereka.


"Victoria..??" gumam kinsey dengan suara kecil.


"Yang..yang mulia." panggil dirk dengan nada suara yang sedikit gemetaran.


Abilerdo hanya terus diam memeluk victoria sambil menangis. Sedangkan Dirk, elbert dan kinsey melihat tubuh victoria yang penuh dengan luka dan bahkan sebuah tusukan dibagian perutnya, membuat mereka gemetaran.


Kesedihan di raut wajah mereka terlihat jelas saat mereka bertiga tahu bahwa victoria tidak bernyawa lagi.


Kimberly yang tadinya pingsan di kamar victoria, sudah sadarkan diri saat pria berjubah itu menghilang. dia berjalan perlahan kearah suara teriakan yang di dengar nya.


Ketika Kimberly sampai di tempat abilerdo dan yang lainnya berada, Kimberly tertegun melihat victoria yang ada dipelukan abilerdo.


Kimberly berjalan mendekat dan semakin mendekat, dan berdiri di depan abilerdo dan victoria. Dia melihat abilerdo yang menangis memeluk victoria yang terlihat sangat menyedihkan.


Begitupula dengan Dirk, elbert dan kinsey. Wajah mereka begitu menyedihkannya melihat victoria yang terbaring tak bernyawa.


Saat itulah Kimberly menyadari bahwa sepupu satu-satunya itu, sudah tak bernyawa lagi. Kimberly tertegun dan tersungkur didepan abilerdo yang memeluk victoria itu.


Tetes demi tetes air mata Kimberly mulai berjatuhan.


"Vic..victoria??" gumam Kimberly sambil meneteskan air mata.


"Kakak, apa.. apa.. apa yang terjadi??" tanya victoria pada kinsey sambil meneteskan air mata.


Kinsey hanya diam sambil menangis, dia tidak bisa mengeluarkan satu kata pun. Begitu pula dengan elbert.


Dirk yang biasanya tanpa ekspresi, menangis tanpa mengeluarkan suara. Air mata nya jatuh satu demi satu.


Wajah sakit hati terpampang jelas dari ekspresi dirk, elbert, kinsey dan kimberly. Tak henti-hentinya air mata mereka jatuh sambil memegang bagian dada mereka karena sakit hati yang mereka rasakan melihat victoria yang terbaring kaku dengan tubuh yang penuh luka.


Senyuman hangat yang selalu dipancarkan oleh victoria, tidak bisa mereka lihat lagi. hanya wajah kaku yang terlihat di raut wajah victoria.


Kulit yang putih mulus, kini dipenuhi dengan luka dan bermandikan darah di tubuh victoria.


Dirk dan elbert kehilangan sosok sabahat yang baik dimata mereka.


Kinsey dan Kimberly kehilangan saudara yang sangat ramah dan murah senyum itu.


Sedangkan abilerdo, kehilangan sosok yang sangat dicintainya. seseorang yang selalu berada di sisinya, mengisi kekosongan dalam hatinya.


Saat mereka semua larut dalam kesedihan, tiba-tiba tubuh victoria mengeluarkan sebuah cahaya, sentak membuat abilerdo dan yang lainnya tertegun.


Semakin lama, tubuh victoria menjadi semakin samar. Dan kini menghilang dalam pelukan abilerdo.


Abilerdo terus dan terus teriak memanggil nama victoria, tetapi dia tidak bisa melihat dimana victoria.


Tubuh victoria yang lenyap entah dimana menjadi pelengkap kesedihan dan penyesalan abilerdo seumur hidup.


Disisi lain.


Aina yang mendengar cerita tragis tentang keluarga dan kekasih abilerdo, tak sengaja meneteskan air matanya.


"Sejak saat itu, Yang mulia menjadi lebih dingin dari biasanya. Dia bahkan menolak semua gadis bangsawan yang mencoba mendekatinya. Bahkan senyuman Yang mulia hilang bersama kepergian victoria." kata Kimberly dengan ekspresi sedih.


"Tentu saja, dia bahkan kehilangan orang tua dan orang yang dicintainya saat dia masih remaja dan beranjak dewasa. Sungguh tragis!!" kata aina dengan nada yang pelan dan ekspresi sedih.


[Aku mengatakan kata-kata yang keterlaluan padanya. Aku mengira, raja seperti dirinya tidak akan kekurangan apapun, tetapi aku aku salah. Jauh dilubuk hatinya tersimpan luka karena kehilangan orang-orang yang dicintainya.] Gumam aina dalam hati yang nampak rasa bersalah.


[Aku benar-benar kejam!!] Gumam aina dalam hati sambil mengingat saat dia keluar dari pesta kerajaan beberapa waktu yang lalu.


"Chocolate garden adalah tempat kesayangan Yang Mulia, karena tempat ini mengingatkan dirinya pada victoria." kata Kimberly sambil menatap chocolate garden.


Aina menatap chocolate garden dengan ekspresi yang sedih, mengingat kejadian tragis yang dilalui oleh abilerdo.


Awalnya abilerdo ingin memberikan chocolate garden sebagai hadiah pernikahan untuk Victoria. Namun sayanganya, Victoria meninggal sebelum chocolate garden selesai dibangun.


Abilerdo sangat tahu bahwa Victoria sangat menyukai bunga. Itu sebabnya, abilerdo membangun sebuah taman yang dikelilingi oleh kaca yang tebal dan tinggi.


Taman itu hanya berisikan satu macam bunga saja, yaitu chocolate cosmos yang menjadi bunga favorit Victoria.


Taman itu pun dinamakan chocolate garden. Itu mungkin bisa menjadi hadiah yang sangat indah dan luar biasa bagi victoria jika dia masih hidup.


Sejak saat itu, chocolate garden menjadi tempat kesayangan abilerdo, dan dia melarang keras semua orang-orang yang ada didalam dan luar istana untuk mendekati taman itu, termasuk Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly.


[Aku mengerti, ternyata pria angkuh seperti dirinya, pernah mencintai sedalam itu.] Gumam aina dalam hati sambil menatap chocolate garden.


"Tetapi aina, aku rasa kau berbeda dari gadis bangsawan yang ditolak oleh Yang Mulia." kata Kimberly.


Aina menatap Kimberly dengan ekspresi terkejut.


"Kau wanita satu-satunya yang dibawa Yang Mulia ke istana setelah kepergian victoria." kata Kimberly sambil menatap aina.


"Itu.. itu karena dia seorang raja, tentu harus menolong orang yang kesusahan sepertiku." kata aina yang terlihat gugup.


Kimberly hanya tersenyum melihat aina yang kelihatan salah tingkah.


"Sikap dan sifatmu memang sangat bertolak belakang dengan sikap dan sifat victoria yang ramah, murah senyum dan baik itu, tetapi.." kata Kimberly.


"Maksudmu aku jutek dan kasar begitu??" tanya aina dengan wajah dingin.


[Tetapi entah kenapa, aku bisa merasakan kebaikan dalam hatimu dan ada aura aneh dalam dirimu yang tidak bisa membuatku untuk tidak menjadi temanmu, aku sendiri tidak mengerti.] gumam Kimberly dalam hati sambil menatap aina.


"Sudahlah, jangan dipikirkan!!" kata Kimberly sambil tersenyum dan menggandeng lengan aina.


[Gadis ini...] gumam aina dalam hati yang seperti tidak ingin memikirkan perkataan Kimberly lagi.


7 Tahun yang lalu abilerdo kehilangan kedua orang tuanya dan 5 tahun yang lalu kehilangan sosok yang sangat dicintainya, tepat disaat mereka akan melangsungkan pesta pernikahan.


[Sungguh kenangan yang tragis dan menyedihkan.] Gumam aina dalam hati sambil menatap chocolate garden.


"Ayo, kita masuk kedalam istana!!" kata Kimberly sambil menggandeng lengan aina.


Aina dan Kimberly berjalan masuk kedalam istana dan meninggalkan chocolate garden.


...............................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca