The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Kau harus menjaganya!!



Aina, Kimberly dan erik berjalan menuju istana dengan menggunakan kereta milik erik.


Tuk..tak..tuk..tak.. Bunyi kereta kuda milik erik yang melaju dengan cepat.


"Aina, hari ini sangat menyenangkan." kata Kimberly.


Kimberly mencoba mencairkan suasana yang dianggapnya sangat dingin itu.


"Hmm" suara aina yang terdengar lelah.


Erik hanya duduk diam sambil melihat ke luar dari jendela kereta.


[Kenapa aku bisa berada diantara dua orang yang seperti es batu ini??] gumam dalam hati Kimberly sambil tersenyum terpaksa.


"Kimmy, senyummu terlihat sangat terpaksa!!" kata aina dengan nada datar sambil menatap Kimberly.


Kimberly hanya tertawa dengan ekspresi bingung yang terdengar sedikit terpaksa.


[Aina, kenapa kau begitu terus terang!!?] gumam Kimberly dalam hati sambil tertawa kaku.


"Benarkah?? Kurasa tidak." kata Kimberly sambil tersenyum.


[Ya, terlihat jelas di wajahmu!!] gumam aina dalam hati sambil menghela nafas.


Tiba-tiba kereta mereka bergoncang dengan sangat keras karena kuda yang melompat secara tiba-bia dan terlihat takut akan sesuatu.


"AARRGGG" suara teriakan aina dan kimberly.


Kimberly terpental ke sisi kiki dalam kereta, sedangkan aina terpental ke sisi kanan dalam kereta.


Erik duduk didepan mereka berdua sangat terkejut karena tiba-tiba saja kereta bergoncang dengan sangat keras.


Tangan kanan erik menahan dinding dalam kereta, sedangkan tangan kiri erik dengan refleks meraih tubuh aina yang hampir membentur dinding kereta.


Kuda itu berhenti disitu dan terlihat tidak ingin berjalan lagi.


Aina kaget karena erik tiba-tiba meraih tubuhnya yang hampir membentur dinding kereta.


"Apa kau tidak apa-apa??" tanya erik yang terdengar khawatir.


Aina perlahan mengangkat kepala dan menatap erik dengan wajah kebingungan dan sedikit merona karena wajah erik terlihat sangat khawatir sambil memeluknya dengan satu tangan.


"A..a..aku tidak apa-apa!!" kata aina sambil melepaskan tangan erik yang memeluknya itu dengan wajah yang terlihat merona.


Erik nampak bingung dengan sikap aina karena dia sama sekali tidak menyadari apa yang dilakukannya tadi.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi??" gumam Kimberly sambil memegang kepalanya.


"Kimmy, apa kau baik-baik saja??" tanya aina sambil menatap Kimberly.


"Iya, aku tidak apa-apa!!" kata Kimberly sambil mengusap kepalanya sendiri.


"Yang Mulia, apa anda baik-baik saja??" tanya salah satu kurir dari balik pintu kereta.


Erik membuka pintu kereta dan berjalan keluar.


"Aku tidak apa-apa!! Apa yang terjadi??" tanya erik.


"Kami juga tidak tahu!!" kata salah satu kurir dengan ekspresi bingung.


"Biasanya kuda ini tidak seperti ini." kata salah satu kurir.


Erik berjalan mendekati kuda kereta miliknya. Erik menatap kuda miliknya dengan sangat dalam. Erik tahu betul, bahwa kuda miliknya tidak akan berbuat nakal tanpa alasan.


Erik pun mengusap kuda miliknya. Dan tiba-tiba, erik merasakan aura aneh dibalik balik pohon yang ada didepan.


Dengan refleks, erik menatap pohon itu dengan sangat dalam. Dengan perlahan erik mulai melangkahkan kakinya mendekat ke pohon itu.


"Yang Mulia, ada apa??" tanya salah satu kurir dengan ekspresi bingung.


Erik mengabaikan pertanyaan kurirnya dan terus berjalan mendekat kearah pohon itu.


Aina dan Kimberly turun keluar dari kereta untuk melihat apa yang terjadi. Aina menatap erik yang berjalan kearah pohon didepan.


"Erik, apa yang kau lakukan disana??" tanya aina.


Erik terhenti dan berbalik karena mendengar suara aina. Aura aneh di pohon itu pun menghilang.


[Apa hanya perasaan ku saja??] gumam erik dalam hati sambil menatap pohon itu.


"Kenapa kau teriak??" tanya erik sambil mendekati mereka.


[Apa aku terdengar teriak??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi suram.


"Ayo masuk!! Lanjutkan perjalanan." kata erik.


"Baik Yang Mulia." kata kedua kurir erik.


Aina dan Kimberly kembali masuk kedalam kereta. Karena tidak ingin membuat mereka khawatir, erik tidak mengatakan apa yang dirasakan olehnya dibalik pohon yang dia lihat tadi.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju istana aeres.


Dari pintu istana sudah terlihat sosok seseorang yang sudah menunggu mereka.


Aina, erik dan Kimberly turun dari kereta dan menatap ratu yang terlihat khawatir.


“Pangeran, kupikir kalian masih lama.” Kata ratu yang terlihat khawatir.


“Ratu, bukankah sudah aku katakan, kita akan kembali sebelum mereka kembali.” Kata erik dengan nada dingin.


“Iya-iya, aku tahu.” Kata ratu aeres.


[Mungkin ratu hanya sedikit takut, jika aina belum kembali saat kak abi datang.] gumam Kimberly dalam hati.


Tak..tuk...tak..tuk... Bunyi suara langkah kuda yang terdengar sangat banyak memasuki gerbang istana dan mendekati pintu masuk utama istana aeres.


Rombongan abilerdo dan raja aeres pun tiba di istana aeres. Abilerdo dan raja aeres keluar dari kereta mereka masing-masing. Sedangkan Dirk, elbert dan kinsey turun dari kuda yang mereka tunggangi.


“Kalian ternyata sudah menunggu disini!! Apa kalian ingin menyambut kedatangan kami??” tanya raja aeres sambil tersenyum.


“Tentu saja!!” kata ratu aeres sambil tersenyum.


Raja aeres mungkin tidak begitu menyadari sikap ratu yang terlihat sedikit canggung, namun tidak dengan abilerdo.


Untung saja kurir sudah Membawa kembali kereta erik pada tempatnya dan pelayan istana sudah mengambil jubah yang dikenakan oleh mereka bertiga saat keluar istana tepat saat mereka kembali di istana aeres.


Abilerdo menatap aina dengan tatapan misterius.


[Kenapa dia menatapku seperti itu??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi bingung.


“Selamat datang kembali Yang Mulia.” Kata ratu aeres kepada abilerdo dan raja aeres sambil sedikit membungkuk.


Yang lainnya pun mengikuti perkataan ratu aeres sambil sedikit membungkuk.


Aina terlihat cuek walaupun abilerdo menatapnya dengan tatapan yang sangat misterius.


Abilerdo dan yang lainnya pun masuk kedalam istana dan kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat sejenak.


“Aina, untung saja kita tidak ketahuan kak abi.” Bisiskan Kimberly kepada aina.


“Memangnya kenapa kalau dia tahu??” tanya aina.


“Ya ampun aina, apa kau pikir kak abi bisa mengizinkan kau untuk keluar istana?? Apalagi kak abi berpikir, itu ditempat yang asing buatmu.” Kata kimberly.


"Cihh.. memangnya kenapa??" kata aina yang terlihat cemberut.


“Aina, mungkin bagimu tidak apa-apa!! Tetapi apa kau tidak lihat, ratu aeres sangat khawatir jika kau belum kembali saat kak abi datang!!” kata Kimberly.


“Iya juga sih, sikap ratu tadi...” gumam aina.


“Bagaimana dengan ratu aeres?? Apa kau ingin menyebabkan masalah untuknya juga??” tanya Kimberly.


“Iya..iya... Aku mengerti!!” kata aina yang terlihat cuek.


Kimberly hanya bisa menghela nafas melihat sikap aina. Walaupun aina terlihat cuek, tetapi dia mengerti apa yang dikatakan oleh Kimberly padanya.


Aina dan Kimberly juga kembali kekamar mereka. Aina membaringkan tubuhnya ditempat tidur karena merasa lelah sudah berjalan-jalan di ibukota aeres sejak pagi tadi.


Mata aina pun terlelap karena merasa sangat kelelahan.


Dalam mimpi aina.


“Aina..aina..aina..” suara seorang gadis yang memanggil nama aina.


“Siapa??” gumam aina yang terlihat bingung.


“Aina..disini.” kata gadis itu.


Aina berbalik dan menatap gadis itu. Rambut gold yang terurai indah dan gaun putih yang dihiasi oleh pernak pernik berlian terlihat sangat berkilau dengan cantiknya seperti menghiasi tubuh dan wajah gadis cantik itu.


Gadis itu tersenyum melihat aina yang menatapnya dengan tatapan bingung.


“Kau?? Aku ingat!! Bukankah kau gadis yang selalu muncul disaat aku dalam bahaya??” kata aina sambil menatap gadis itu.


[Ini pasti mimpi!! Gadis ini bisa masuk kedalam mimpiku!! Tetapi ini sangat aneh, kenapa aku bisa menyadari kalau aku sedang bermimpi??] gumam aina dalam hati yang terlihat bingung.


“Oh iya, kau belum menjawab pertanyaan ku. Siapa kau sebenarnya??” tanya aina dengan tatapan serius.


“Apa kau tidak menyadarinya??” tanya gadis itu sambil tersenyum.


[Apa maksudnya??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi bingung.


“Sudahlah, jangan dipikirkan!!” kata gadis itu dengan sangat lembut sambil tersenyum.


[Gadis ini selalu muncul dimimpiku seperti ini!! Ada yang sangat menjanggal dihatiku..] Gumam aina dalam hati sambil berpikir.


“Kau, apa yang sebenarnya kau inginkan??” tanya aina dengan ekspresi serius.


“Seperti dugaan ku, kau sangat pintar seperti....” gumam gadis itu sambil mendekati aina.


[Apa yang dia gumamkan??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi bingung.


“Milikku sekarang menjadi milikmu!!” bisikan gadis itu ditelinga aina.


Aina kaget dengan ekspresi bingung.


“Apa maksudmu?? Milikmu?? Apa yang kau bicarakan??” tanya aina dengan ekspresi bingung.


Gadis itu perlahan mulai menjauh dari arah aina. Dengan sekuat tenaga , aina berlari mendekati gadis itu.


“Tunggu dulu!! Jangan pergi!! Kau belum menjawab pertanyaan ku.” Kata aina dengan kuat sambil berlari.


“Ingat, kau harus menjaganya baik-baik!!” kata gadis itu dan kemudian menghilang.


“Tunggu!!” gumam aina sambil terbangun dari tidurnya.


Aina pun terbangun dari tidurnya dan duduk ditempat tidur dengan ekspresi yang sangat bingung.


“Mimpi itu??” gumam aina yang terdengar sangat bingung.


Aina beranjak dari tempat tidur dan berjalan kearah balkon kamarnya dan menatap langit malam itu.


“Sudah malam, aku benar-benar tertidur!! Siapa gadis itu sebenarnya?? Apa yang harus ku jaga?? Aku sangat tidak mengerti.” Gumam aina sambil menatap langit yang berbintang.


“AARRGGGGHHH” suara teriakan dari kamar Kimberly.


Aina terkejut dan berbalik.


“Itu suara Kimmy!!” gumam aina sambil berlari keluar dari kamarnya.


Aina berlari kearah kamar Kimberly dengan ekspresi khawatir dan membuka pintu kamar kimberly.


“Kimmy, apa yang terjadi??” tanya aina sambil membuka pintu kamar Kimberly.


............................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca