
Abilerdo sibuk menyelesaikan beberapa urusan yang telah dia tinggalkan selama meninggalkan istana.
Dirk, Elbert dan kinsey juga sangat jarang terlihat dalam seminggu ini, kesibukan membuat mereka jarang menemani aina.
Aina duduk di kamarnya sambil melirik pemandangan luar yang dipenuhi bunga yang indah.
"Bosan!! Raja arogan itu bahkan terlihat sibuk!! Padahal kupikir dia hanya orang biasa saja." Gumam aina dengan wajah yang senduh.
"Pemandangan diluar begitu indah, tapi kenapa hanya bisa duduk di kamar ini.. Haiss!!" Gumam aina.
"BOSAN BOSAN BOSAN!!" Gumam aina yang sambil berdiri dari kursi dengan nada suara yang tinggi.
Kreekk!!! Bunyi pintu kamar aina yang tiba-tiba terbuka.
"Nona, apa anda baik-baik saja??" tanya lyli yang terlihat panik.
Lyli dan karin tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu, wajah mereka terlihat panik mendengar aina yang terdengar teriak.
[Sejak kapan mereka sudah disini?? aku bahkan tidak melihatnya.] Gumam aina dalam hati yang terkejut.
"Kenapa kalian disini??" Kata aina dengan nada datar.
"Kami memang selalu disini, hanya saja kami berdiri didepan pintu!!" Kata karin.
[What!!!] Gumam aina dalam hati.
"Apa kalian tidak punya pekerjaan lain, selain berdiri di depan pintu???" Tanya aina.
"Pekerjaan kami hanya untuk melayani anda, nona!!" Kata Lyli.
"Terdengar seperti kurang kerjaan!!" Gumam aina.
"Nona, di luar cuacanya sangat bagus. Apakah nona ingin jalan-jalan sebentar??" Tanya karin.
[Benar, aku merasa bosan! lebih baik aku jalan-jalan sebentar.] Gumam aina dalam hati.
Aina keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah taman istana. Karin dan Lyli mengikuti aina dari belakang.
Sekeras apapun aina melarang mereka untuk tidak mengikutinya, tetap saja mereka tidak mendengarkan, Karena karin dan lyli diperintahkan untuk selalu melayani dan menemani aina.
"Sejuknya...!!" Gumam aina sambil menutup matanya.
Aina duduk di salah satu tempat duduk taman, dia tersenyum sambil menutup mata untuk merasakan aroma wangi dan sejuk dari berbagai jenis tanaman yang ada di taman.
Abilerdo yang berada di ruang kerjanya, berjalan kearah jendela, tanpa sengaja dia melihat aina yang berada di taman.
Abilerdo tersenyum kecil melihat aina yang sepertinya menikmati keindahan taman istana.
[Jika aku hanya berdiam disini, bagaimana aku bisa menemukan yuki!!] Gumam aina dalam hati.
Aina yang awalnya tersenyum, seketika langsung berubah. Aina melihat ke arah langit, ekspresinya terlihat sedih seperti menahan air mata.
Aina mulai memikirkan yuki. yah.. nama itu selalu membuatnya terlihat murung, Aina pun mengingat saat-saat bahagianya bersama yuki.
Abilerdo melihat perubahan sikap aina itu, Dia menatap aina tanpa berpaling, kesedihan yang terpancar diraut wajah aina, membuat hati abilerdo menjadi tidak enak.
Abilerdo pun keluar dari ruang kerjanya dan berjalan kearah taman, dia meninggalkan sisa pekerjaan karena melihat aina yang terlihat sedih.
"Apa yang kau lakukan disini??" Tanya abilerdo yang sudah berada di belakang aina.
Aina berserta kedua pelayannya pun terkejut, mereka sama sekali tidak mendengar langkah kaki seseorang.
[Suara ini??] gumam aina dalam hati yang dengan cepat membalikkan badannya.
"Kau..." gumam aina yang masih terkejut.
"Hormat pada Yang Mulia!!!" kata lyli dan karin.
"Tinggalkan kami berdua!!" kata abilerdo.
"Baik yang mulia!!" kata lyli dan karin yang terlihat sedikit terkejut.
Lyli dan karin meninggalkan abilerdo dan aina. Abilerdo melangkahkan kakinya kearah aina, dan duduk di samping aina.
"Apakah kau tidak ingin menjawab pertanyaanku??" kata abilerdo sambil duduk disamping aina.
[Bukannya aku tidak ingin menjawab, tapi aku terlalu kaget melihatmu yang tiba-tiba sudah dibelakangku, Seperti hantu saja!!] Gumam aina.
"Aku hanya ingin jalan-jalan sebentar!!" Kata aina sambil memalingkan wajahnya dari abilerdo.
"Beberapa hari ini aku sangat sibuk sampai tidak sempat menanyakan keadaanmu!!" Kata abilerdo.
[Aku tidak bertanya, kenapa kau mengatakannya??] Gumam aina dalam hati dengan wajah cemberut.
Aina hanya diam tanpa memandang abilerdo. Keheningan yang membuat abilerdo tidak nyaman.
"Aina, apa kau merasa bosan tinggal di istana??" tanya abilerdo.
"Tidak juga!!" kata aina dengan nada datar.
"Kalau begitu, nikmatilah pemandangan yang ada disini. Aku pergi dulu!!" kata abilerdo sambil berdiri.
Aina tidak memperdulikan sikap abilerdo. Di pikirannya hanya memikirkan yuki, sikap aina terasa sangat cuek, baginya tidak ada yang bisa mengganggu pikirannya selain yuki.
Abilerdo perlahan melangkahkan kakinya, dia sengaja berjalan pelan agar aina bisa memanggilnya, tetapi aina tampak duduk diam tanpa memandang abilerdo.
[Gadis ini, apa dia akan bersikap seperti ini terus??] Gumam abilerdo dalam hati dengan wajah yang terlihat kesal.
"Abilerdo!!" panggil aina.
"Ada apa?? bukankah kau tidak ingin bicara??" kata abilerdo dengan gaya yang cool, dan memalingkan tubuhnya.
"Jika kau sudah masuk, tolong panggil kembali lyli dan karin kesini!!" kata aina dengan nada datar.
[Apa?? lyli, karin?? siapa mereka?? kupikir...] Gumam abilerdo dalam hati yang terlihat kesal.
"Apa kau tidak mengenal mereka?? bukankah kau memerintahkan mereka untuk selalu melayaniku??" kata aina.
"Panggil saja sendiri!! Dan jangan memanggil namaku!!" kata abilerdo dengan nada yang dingin dan terlihat kesal.
"Maksudmu aku harus memanggilmu dengan sebutan Yang Mulia?? aku tidak bisa." kata aina yang terlihat kesal.
"Ini kerajaan dan istanaku, kenapa tidak bisa?? Aku hanya tidak ingin orang lain berpikir yang tidak-tidak!!" kata abilerdo dengan nada yang dingin.
[Topik apa ini?? memangnya ada apa dengan kita berdua?? kenapa orang lain harus......] Gumam aina dalam hati dengan wajah suram.
"Bukankah sudah kukatakan, Aku bukan rakyatmu!! Jadi kau sebaiknya biasakan telingamu." kata aina dengan nada dingin.
[Gadis jutek ini!!! benar-benar...!!] Gumam abilerdo yang terlihat cool Namum kesal.
Dengan kesal abilerdo berjalan masuk ke istana dan meninggalkan aina.
[Bisa-bisanya aku meninggalkan perkerjaanku hanya karena melihat gadis jutek itu bersedih!! Aku memang sudah gila!!] Gumam abilerdo yang terlihat kesal.
Sikap dan wajah abilerdo tak sengaja di lihat oleh Dirk yang kebetulan lewat.
Dirk melihat abilerdo yang masuk dari arah pintu belakang istana. Dengan wajah penasaran, Dirk pun memandang ke arah tempat duduk taman, dia melihat aina yang duduk sendirian itu.
[Aku bisa menebak kenapa sikap Yang Mulia seperti itu!!] Gumam Dirk dalam hati sambil mengehela nafas.
Matahari mulai terbenam, aina kembali masuk ke kamarnya yang diikuti oleh karin dan lyli.
"Karin, lyli!! Aku hanya ingin makan malam di kamar." Kata aina.
"Baik nona!!" kata lyli.
"Kami akan segera menyiapkan makan malam anda!!" kata karin.
Karin dan lyli meninggalkan kamar aina, sambil berjalan mereka berdua terlihat bingung kenapa aina hanya ingin makan di kamar, biasanya dia makan malam bersama abilerdo.
"Karin, lyli!! Kenapa kalian belum memanggil nona aina untuk makan malam?? Yang Mulia sudah menunggu di ruang makan." kata dorris.
"Itu.." kata lyli yang ragu-ragu.
"Nona aina ingin makan dikamar saja, itu katanya!!" kata karin.
"Sebaiknya kalian menyampaikannya sendiri pada Yang Mulia!!" kata dorris.
Karin dan lyli pun mengikuti dorris ke ruang makan. Rasa takut yang mereka rasakan membuat mereka terlihat gemetar.
Sesampainya di ruang makan, sudah terlihat abilerdo yang duduk sendirian di meja makan. Dan kebetulan Dirk juga ada disitu untuk menyampaikan sesuatu pada abilerdo.
"Dimana aina?? kenapa dia belum turun??" kata abilerdo dengan nada dingin.
"Yang.. Yang Mulia!! Maafkan kami. Nona aina ingin makan di kamarnya saja." kata karin yang terlihat gugup.
[Duhh..nona, kenapa kau membuat kami dalam posisi seperti ini??] Gumam lyli dalam hati yang terlihat gugup.
[Apa yang terjadi padanya?? apa dia kesal padaku??] gumam abilerdo sambil berpikir.
Suasana menjadi terasa dingin, terlihat dari aura abilerdo yang terlihat kesal.
Dirk menyadari perubahan sikap abilerdo dan diapun membirakan saran pada abilerdo.
"Yang Mulia, Bagaimana kalau kita mengadakan pesta penyambutan??" kata Dirk yang coba mehilangkan suasana yang dingin itu.
[Pesta??] Gumam abilerdo dalam hati.
"Kalian pergi dulu!! Siapkan makan malam untuk aina." kata abilerdo kepada lyli, karin dan dorris.
Lyli, karin dan dorris meninggalkan ruang makan dengan lega. Betapa menakutkan buat mereka melihat abilerdo marah.
"Mengadakan pesta disaat seperti ini rasanya bukan ide yang bagus." kata abilerdo dengan nada yang dingin.
"Yang Mulia maafkan hamba, tapi warga kerajaan kunstkring belum mengenal aina, jadi bagaimana kalau mengadakan pesta agar para bangsawan dan yang lainnya bisa mengenal aina." kata Dirk.
[Ada benarnya juga, tapi..] Gumam abilerdo dalam hati yang terlihat ragu.
"Yang Mulia, tadi hamba sempat melihat ekspresi aina, dia kelihatannya sedikit bosan!! apalagi beberapa hari ini, dia hanya ditemani oleh kedua pelayannya." kata Dirk.
[Benar juga, beberapa hari ini istana terasa sepi!! apakah dia murung karena itu??] Gumam abilerdo dalam hati.
"Baiklah!!! Dirk, katakan pada orang istana bahwa dalam dua hari ini akan diadakan pesta penyambutan." kata abilerdo.
Mood abilerdo pun kembali, aura yang tadinya dingin sudah hilang. Dirk meninggalkan ruang makan dan pergi untuk melaksanakan apa yang diperintahkan abilerdo.
Pesta yang benar-benar dadakan hanya untuk menghilangkan kesunyian istana, dan membangkitkan semangat aina. Apakah bisa berhasil??
............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Jangan lupa vote, like dan favorit kan, biar aku bisa update tiap hari.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca