
Abilerdo, aina dan yang lainnya tiba di istana kerajaan aeres. Masing-masing dari mereka, sudah disiapkan kamar tamu yang mewah oleh raja dan ratu kunstring.
Abilerdo, aina dan yang lainnya dilayani seperti seorang tamu VIP. Aina yang hanya orang biasa itu, sedikit canggung dengan pelayanan dari kerajaan aeres.
Aina lebih memilih karin dan lyli untuk melayaninya.
Keesokan harinya, tepatnya perayaan ulang tahun pangeran mahkota kerajaan aeres.
Abilerdo, aina dan yang lainnya bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun pangeran aeres yang akan diadakan di aula kerajaan aeres.
Pangeran aeres tiba di istana setelah dia menyelesaikan tugasnya di luar kota. Pangeran aeres tidak sempat menyapa abilerdo, karena dia harus segera bersiap.
Setelah bersiap, pangeran aeres memasuki aula istana. Disana sudah ada begitu banyak para bangsawan kerajaan aeres dan juga undangan dari berbagai kerajaan lainnya.
Terdengar bisikan kecil dari para tamu saat pangeran aeres memasuki aula istana.
"Pangeran!!"
"Pangeran semakin hari semakin tampan."
"Jantungku rasanya mau copot."
Setelah beberapa menit. Abilerdo, aina dan yang lainnya memasuki aula istana.
Semua mata tertujuh pada abilerdo, aina dan yang lainnya. Dan terdengar bisikan-bisakan kecil.
"Ya Tuhan, apa itu raja kunstkring??"
"Aku tak menyangka bisa melihatnya disini."
"Dia sangat tampan."
"Keberuntungan apa ini?? Kenapa aku bisa melihat dua pria yang sangat populer di dunia ini."
"Ini moment yang sangat langkah."
Mata para tamu pun tertujuh pada sosok gadis yang berjalan disamping abilerdo.
"Lihat, siapa gadis itu??"
"Apa dia seorang dewi??"
"Dia sangat cantik dan anggun!!"
"Apa dia putri kunstkring itu??"
"Sepertinya benar!!"
"Aku sudah sering mendengar rumor bahwa putri kunstring sangat cantik, awalnya aku tidak begitu percaya, karena semua gadis itu tetaplah cantik, jadi apa bedanya."
"Tetapi setelah melihatnya secara langsung, ternyata memang benar!! Putri kunstkring sangat cantik!! Rambutnya yang indah seakan menjadi pelengkap kecantikannya."
"Auranya begitu berbeda."
Aina merasa sedikit canggung dengan tatapan semua orang padanya, namun dia mencoba tenang dan berjalan dengan anggungnya.
Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly juga mengikuti aina dan abilerdo dari belakang.
Abilerdo langsung berjalan kearah raja, ratu dan pangeran aeres untuk menyapa mereka. Aina yang menggandeng lengan abilerdo pun terpaksa mengikuti abilerdo.
Aina memang sedikit enggan dengan acara bangsawan seperti ini. Tetapi dia juga tidak bisa untuk tidak menyapa raja dan ratu aeres, mengingat betapa baiknya mereka terhadapnya.
Pangeran aeres sedikit tertegun melihat aina. Namun, pandangannya tersadar saat melihat abilerdo.
"Lama tak berjumpa Yang Mulia." kata pangeran aeres.
Abilerdo pun berjabat tangan dengan pangeran aeres. Kemudian, raja aeres memperkenalkan aina pada pangeran aeres.
"Senang berkenalan dengan anda, Yang Mulia!!" kata aina sambil membungkuk dengan anggun.
Pangeran Aeres sedikit terkejut melihat betapa cantik dan anggunnya aina. Namun, sifat dingin pangeran aeres terhadap seorang gadis tidak bisa dipungkiri.
Pangeran aeres hanya sedikit menundukkan kepalanya saat aina sedang menyapa dirinya, tanpa mengatakan apapun untuk membalas sapaan aina.
Namun, sifat aina yang juga dingin dan cuek, sama sekali tidak memperdulikan sikap pangeran aeres padanya. Aina hanya berpikir, yang terpenting dia sudah melakukan tugas nya sebagai seorang putri.
"Yang Mulia, saya permisi sebentar." kata aina kepada abilerdo dan yang lainnya sambil menundukkan kepalanya sedikit.
Aina pun meninggalkan abilerdo yang sedang berbincang-bincang dengan raja, ratu dan pangeran aeres.
Aina berjalan mendekakit Kimberly, kinsey, elbert dan dirk.
[Aku tidak tahan berada disitu!! wajahku sampai keram karena harus tersenyum seperti itu.] gumam aina dalam hati.
Aina tidak menyadari bahwa pangeran aeres meliriknya saat hendak berbalik dan berjalan menjauh dari mereka.
"Aina..!!" panggil Kimberly.
"Kenapa kamu kesini??" tanya Kimberly.
"Aku hanya merasa bosan dengan percakapan orang-orang itu yang terlihat kaku!!" kata aina.
Kimberly sedikit bingung, namun dia tersenyum mendengar kata-kata aina.
[Ada apa lagi dengan kedua orang ini??] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi dingin.
"Tuan putri, orang-orang itu yang anda maksud adalah raja, ratu dan pangeran aeres loh." kata elbert dengan nada yang sedikit mengejek aina dan tersenyum.
"Aku juga tahu!! Wajah mereka bahkan kaku seperti dirimu!!" kata aina dengan nada dingin.
[Apa!!!] Gumam elbert dalam hati yang nampak suram.
Ekspresi elbert sentak membuat kinsey dan Kimberly tertawa.
"Sudahlah elbert, jangan mencoba untuk mengejek aina. Itu tidak akan pernah berhasil." kata Kimberly sambil tertawa kecil.
"Benar..Benar!!" kata kinsey sambil mengangguk.
[Dua orang ini!!!] Gumam elbert dalam hati dengan wajah suram.
"Lagipula, lebih nyaman jika bersama kalian. Aku tidak perlu berpura-pura untuk terlihat anggun dan sopan." kata aina dengan nada yang cuek dan dingin.
"Tak bisakah kamu mengatakannya dengan nada yang berbeda??" tanya elbert dengan ekspresi suram.
"Memangnya kenapa?? apa ada hukum yang melarang nada bicaraku??" tanya aina dengan santai nya.
[Sudahlah..terserah kamu saja!!] gumam elbert dalam hati sambil menghela nafas.
Kimberly, kinsey dan Dirk hanya tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan oleh aina.
Perayaan ulang tahun pangeran pun dilanjutkan dengan acara dansa. Pangeran harus memilih salah satu dari gadis bangsawan untuk berdansa dengannya, sebagai pembuka acara tersebut.
"Yang Mulia, sebaiknya kau cepat memilih pasangan mu!!" kata ratu aeres.
Pangeran aeres sangat enggan berdansa dengan gadis manapun, dia hanya terlihat diam tanpa memperdulikan apa yang dikatakan oleh ratu.
"Yang Mulia, jika kau tidak berdansa pestanya tidak mungkin dilanjutkan." bisikan kecil ratu aeres kepada pangeran.
"Ibu sarankan, kau berdansa dengan tuan putri kerajaan kunstkring." bisikan kecil ratu aeres.
Pangeran aeres terkejut dengan bisikan ibunya itu. Dia lebih tidak ingin lagi untuk berdansa. Namun, dia terpaksa harus mengikuti keinginan ibunya, agar reputasi raja dan ratu tidak terganggu.
Dengan ekspresi terpaksa, pangeran aeres berjalan mendekati aina yang sedang berbincang-bincang dengan Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly.
Abilerdo yang sedang berbincang bersama raja aeres, melirik pangeran aeres yang tiba-tiba berjalan kearah aina dan yang lainnya.
Ekspresi Kimberly berubah menjadi berbinar-binar saat pangeran aeres sudah berada tepat didepan mereka.
[Apa yang dilakukan pangeran ini, disini??] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi bingung.
Dirk, elbert dan kinsey juga terlihat sedikit bingung.
"Tuan Putri, maukah kau berdansa denganku??" tanya pangeran aeres sambil menjulurkan tangannya kepada aina.
[Apa??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi terkejut dan bingung.
Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly juga sangat terkejut karena tiba-tiba saja pangeran aeres mengajak aina untuk berdansa bersamanya.
Aina pun melirik abilerdo karena tidak tahu harus bagaimana. Abilerdo hanya nampak diam sambil menatap pangeran aeres dan aina.
[Pria arogan itu bahkan tidak menunjukkan reaksi apapun!!] Gumam aina dalam hati sambil menatap abilerdo dengan ekspresi kesal.
"Tuan putri..???" panggil pangeran aeres yang sedikit bingung dan masih menjulurkan tangannya.
"Maaf, aku tidak bisa!!" kata aina dengan dinginnya.
[APA!!!] Gumam Dirk, elbert, kinsey dan kimberly dalam hati dengan ekspresi yang sangat kaget.
Pangeran aeres sentak terkejut mendengar perkataan aina yang dingin padanya. Ini pertama kalinya, pangeran aeres ditolak oleh seorang gadis.
Parasaan aneh yang dirasakan oleh pangeran aeres karena penolakan aina untuk berdansa dengannya, membuat pangeran aeres merasa sangat kesal. Namun, pangeran aeres harus menutupi perasaan kesalnya itu demi wibawanya sebagai pangeran mahkota.
"Ai..aina.. Kamu tidak boleh menolaknya seperti itu!! Sebaiknya kamu terima ajakannya, itu demi reputasi raja kunstkring dan dirimu juga." Bisikan kecil Kimberly yang gugup.
[Aku tidak peduli dengan reputasiku!! Tetapi Abilerdo....] Gumam aina dalam hati sambil berfikir.
"Aina.. cepat minta maaf sebelum terlambat." bisikan kecil Kimberly.
Aina pun menatap pangeran aeres dengan ekspresi serius.
"Pangeran, Maafkan aku!! seperti nya aku sudah melakukan kesalahan. Apakah aku masih bisa berdansa denganmu??" tanya aina dengan nada yang sedikit terpaksa dan membungkuk dengan anggunnya.
[Gadis ini!!! Apa dia mencoba membohongiku?? Sangat jelas, kalau dia terpaksa!! Apa begitu tidak sukanya dia berdansa denganku??] Gumam pangeran aeres dalam hati yang telihat dingin.
Pangeran aeres pun menjulurkan tangannya kembali karena tidak ingin mempermalukan kerajaan aeres, diikuti dengan tangan aina dan menggenggam tangannya.
Abilerdo yang melihat genggaman tangan aina dan pangeran aeres, langsung berbalik dengan perasaan yang kesal dan dingin.
..........................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca