
Cahaya yang menerangi kegelapan, diikuti dengan senyuman hangat yang dapat membekukan es.
[Siapa dia??] gumam aina dalam hati sambil berusaha melihat kearah perempuan itu.
Aina terus berusaha melihat kearah perempuan itu, tetapi semakin dia ingin melihat dengan jelas, matanya semakin terpejam.
Matanya mulai perlahan terpejam, dia memikirkan seorang gadis yang juga memiliki senyuman yang hangat, gadis yang berambut emas yang selalu berada di sisi nya sejak kecil, sosok yang sangat dia rindukan.
Disaat matanya terpejam, senyuman gadis yang ada dalam pikirannya membuat dia merasa sangat tenang, ketakutan yang awalnya dia rasakan mulai hilang.
[Aina..aina..aina..] panggilan seorang gadis dan senyuman hangat yang terpancar dari gadis itu.
[Yu..yuki..] Gumam aina dalam hati, dan meneteskan sedikit air mata.
Sosok yang sangat dia rindukan itu, terlindas dalam pikirannya, seakan membuat aina untuk tidak merasa takut.
Dalam sekejap aina mulai merasa tidak sendiri, kegelapan yang terlihat tidak membuat dirinya takut lagi.
Dingin yang dia rasakan tidak membuat dia ketakutan lagi, semangatnya pun perlahan mulai bangkit.
[Iya benar, aku harus terus hidup!! jika aku mati disini, aku tidak bisa menemukan yuki] Gumam aina dalam hati, yang masih memejamkan matanya.
Perlahan-lahan aina mulai membuka matanya, dengan penuh semangat.
"Eehkkk!!! Kenapa masih gelap???" teriakan aina yang kaget karena disekelilingnya masih sangat gelap.
Walaupun aina masih berada dalam kegelapan, tetapi dia sama sekali tidak merasa takut, dingin yang tadi dia rasakan dalam tubuhnya tidak lagi dia rasakan.
Aina mulai mencari jalan keluar dari kegelapan itu, dengan penuh semangat dia terus berusaha bergerak kesatu arah, tetapi tak ada sedikit pun cahaya yang dia lihat, dan dia merasa tak ada jalan keluar.
"Tidak.. aku harus fokus!!" gumam aina dengan tekat yang kuat.
Aina memejamkan matanya kembali, dan dia mulai berpikir dengan keras. Terlintas cahaya dalam pikirannya, dan aina mulai fokus pada titik cahaya itu, perlahan dan perlahan aina terlihat sangat berkonsentrasi.
Tiba-tiba dengan perlahan cahaya kecil itu berubah menjadi sangat besar, aina tetap memejamkan mata dan terus fokus.
Cahaya kecil dalam pikiran aina pun mulai membuat tubuh aina mengeluarkan cahaya, dan perlahan sekujur tubuh aina memancarkan cahaya.
Kegelapan yang tak kunjung habis itu, mulai tertutup dengan cahaya yang dipancarkan oleh aina.
Disisi lain.
Aina palsu mulai merasakan bahwa kegelapan yang dia buat, mulai runtuh perlahan demi perlahan. tubuh aina palsu itu terlihat sedikit gugup.
[Tidak mungkin] gumam aina palsu dalam hati.
Aina palsu itu melirik kearah abilerdo, tetapi dia merasa abilerdo tidak mungkin bisa menolong aina dalam kegelapan itu, karena abilerdo sama sekali tidak melawan sedikit pun serangannya.
Tiba-tiba muncul cahaya yang sangat menyilaikan, yang keluar di tengah-tengah aina palsu dan abilerdo.
Mata mereka pun sedikit terpejam karena cahaya yang sangat menyilaukan mata itu muncul tiba-tiba, bukan hanya aina palsu dan abilerdo saja yang melihat cahaya itu, Tetapi dirk, elbert, kinsey bahkan seluruh desa itu terpancar cahaya yang tiba-tiba muncul dan melesat kearah langit.
"apa-apaan cahaya ini" gumam aina palsu itu.
[Tidak!!! aku harus cepat mengalahkan raja arogan ini dan membunuh gadis sombong itu dalam kegelapan] Gumam aina palsu dalam hati, dan berusaha melirik abilerdo yang silau melihat cahaya itu.
Aina palsu itu pun mulai melancarkan serangan pamungkasnya ke arah abilerdo, abilerdo menyadari dan kaget melihat kekuatan dahsyat yang mulai menghampirinya.
Abilerdo tak sempat untuk menyelamatkan diri.
"YANG MULIA!!!!" Teriak Dirk, Elbert, dan Kinsey.
Kekuatan ungu yang seperti bola api itu, menghampiri, dan swaahh....!!!
Kekuatan dahsyat itu hilang di telan cahaya putih yang juga secara bersamaan menghampiri abilerdo.
"Apa yang terjadi???" tanya kinsey yang agak kebingungan.
Perlahan cahaya yang melesat ke langit itu hilang.
[Aa..APA!!! Bagaimana bisa terjadi?? ke..kekuatanku!!!] gumam aina palsu itu sambil melihat tangannya.
Kekuatan dahsyat aina palsu itupun hilang dalam sangkar putih itu.
Mereka semua serentak melihat ke arah langit, cahaya putih yang tiba-tiba muncul tadi mulai meredup, dan perlahan mengecil.
Abilerdo, Dirk, elbert, kinsey bahkan aina palsu itu sangat terkejut, cahaya putih yang mengecil itu, terlihat sepeti sosok seseorang.
Ohh.. tidak!! itu bukan terlihat seperti sosok seseorang, tetapi memang benar seseorang yang seperti melayang di atas udara.
Abilerdo terus menatap seseorang itu, dia pun terkejut saat menyadari, sosok itu seperti dikenalnya.
[Ai..AINA!!] Gumam abilerdo dalam hati.
Dirk, elbert dan kinsey pun tak henti-hentinya terkejut, bagaimana mungkin aina bisa muncul dalam cahaya seperti itu.
Aina yang masih menutup matanya, seperti setengah sadar, dia perlahan membuka matanya.
[Apa ini?? Langit??] Gumam aina yang masih setengah sadar.
"Aa..APA!! LANGIT!!" teriak aina yang kemudian melihat kebawah.
[A..abilerdo] Gumam aina dalam hati, yang melihat abilerdo.
Terpancar jelas di wajah abilerdo, kekhawatiran yang dia rasakan. Aina pun mulai kehilangan kesadarannya, dia terkejut karena beberapa saat yang lalu, dia memejamkan mata dalam kegelapan, dan disaat dia membuka matanya, dia sudah berada diatas langit dan melayang.
Aina yang tak sadarkan diri, mulai jatuh dari atas langit.
"AINA!!!" Teriakan abilerdo dan dengan cepat melesat kearah aina.
Abilerdo pun menangkap aina yang mulai jatuh tak sadarkan diri.
"yeah.. tangkapan yang bagus" gumam kinsey yang melihat kearah langit dengan wajah yang sangat bahagia.
Dirk dan elbert pun melirik kearah kinsey dengan tatapan dingin.
"Kenapa kalian melihatku seperti itu??" tanya kinsey yang terdiam karena tatapan Dirk dan elbert.
Dirk dan elbert mengabaikan pertanyaan kinsey.
Disamping itu, abilerdo pun turun tepat di depan dirk, elbert dan kinsey sambil menggendong aina.
"Jaga aina!!" kata abilerdo, yang menyerahkan aina pada Dirk.
"Yang mul..." kata elbert yang terhenti karena abilerdo kembali keatap.
Aina palsu juga tak henti-hentinya terkejut, bagaimana bisa kekuatan yang andalannya bisa dihentikan, dan bagaimana bisa aina bisa keluar dari kegelapan.
Bagi aina palsu, selama ini tak ada satupun yang bisa lolos dari kegelapan dan hawa dingin yang dia buat.
Sudah banyak yang menjadi korban dari kegelapan yang aina palsu buat, bahkan orang yang memiliki kekuatan yang dahsyat pun, belum tentu bisa lolos dari kegelapan itu.
Dan sekarang tetap didepan mata aina palsu itu, aina bisa keluar dalam kegelapan, Aina yang bahkan hanya manusia biasa.
[I..ini.. tidak mungkin!!! bagaimana bisa dia bisa keluar?? ini tak mungkin terjadi!!!] gumam aina palsu itu dalam hati, yang gugup dan mulai goyah.
Abilerdo yang melesat keatap pun, sudah berdiri tepat didepan aina palsu.
"Aku harus membuat perhitungan denganmu!!" kata abilerdo dengan nada yang dingin, dan wajah yang penuh amarah.
"A..a.. apaa.." gumam aina palsu dengan nada yang gugup dan wajah yang terlihat ketakutan.
.................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya..
Maaf kalau ada salah-salah kata.
Jangan lupa vote, like, dan favorit kan ya.
Dukungan kalian sangat berarti buatku :)