
Aina nampak bingung dengan apa yang Kimberly katakan.
"Maksudmu..??" tanya aina yang bingung.
"Aku sudah menganggap dirimu sebagai teman." Kata Kimberly sambil tersenyum.
[Hah.. bukankah kita baru saja bertemu!!]" gumam aina dengan senyuman yang bingung.
"Jangan terlalu dipikirkan!!" Kata Kimberly.
Aina hanya tersenyum sambil menatap Kimberly, yang terpenting, sekarang Kimberly telah membelanya dan membully balik gadis bangsawan itu.
"Terima Kasih Kimmy!!" kata aina dengan lembut sambil tersenyum manis.
Kimberly sesaat merona mendengar perkataan aina yang lembut dan senyuman manis di wajah cantik aina.
"Sebenarnya aku sudah mengenalmu lebih dari yang kau tahu!!" kata Kimberly yang terlihat merona.
"Dan aku sangat mengagumi dirimu!! Aneh bukan, padahal aku tidak pernah bertemu denganmu." kata Kimberly yang nampak malu-malu.
Aina memang sedikit bingung dengan apa yang di katakan Kimberly. Tetapi aina tersenyum bersyukur karena Kimberly mempercayai aina, walaupun aina tidak menjelaskan apa-apa.
"Darimana kau bisa mengenalku??" tanya aina.
"Dari kakakku." kata kimberly.
"Kinsey..??" kata aina yang sedikit bingung.
"Ya.. Sejak dia pulang, dia selalu bercerita tentang dirimu!! dan saat aku mendengar rumor yang tidak enak tentang dirimu, aku langsung merasa kesal!!" kata kimberly dengan penuh antusias.
"Bagiku, bagiku kau adalah wanita yang cantik dan pemberani. Setelah berhadapan denganmu, aku tambah berfikir bahwa kau adalah wanita yang baik dan lemah lembut." kata Kimberly dengan wajah merona.
"Kimmy..." panggil aina sambil berdiri berjalan mendekati Kimberly.
Kimmy bingung dengan wajah merona.
"Maukah kau menjadi temanku??" kata aina yang tersenyum lembut, sambil menjulurkan tangannya.
"IYA...!!" kata Kimberly yang tersenyum bahagia, sambil memegang balik tangan aina.
Senyuman mereka berdua terlihat hangat dan tulus.
[Yuki... Aku mendapatkan satu teman lagi.] Gumam aina dalam hati dengan nada yang bahagia.
Kreeaak!!! Bunyi pintu kamar Kimberly yang terbuka.
"Hai..hai.." sapa kinsey sambil masuk kedalam kamar Kimberly.
"Kakak...." kata Kimberly yang masih dengan wajah merona.
Dirk dan elbert mengikuti kinsey yang masuk ke kamar Kimberly.
"Kalian?? Bisakah kalian mengetuk dulu??" kata aina.
Aina dan Kimberly masih nampak merona, mereka sedikit kaget dengan suara pintu yang terbuka tiba-tiba.
"hmm..Apa yang kalian lakukan?? kenapa dengan wajah kalian??" kata elbert yang tersenyum dan mulai menggoda aina dan kimberly.
Aina dan Kimberly saling menatap satu sama lain dan mereka tertawa kecil dengan wajah merona.
"Hei..hei.. kalian terlihat aneh!!" kata elbert yang menggoda.
"Jangan-jangan kalian..??? hhmmm..??" kata elbert yang terdengar menggoda mereka berdua.
"Apa yang kau pikirkan dengan otak mesum mu itu???" kata Kimberly yang terlihat kesal.
"Aku tidak bilang apa-apa!!" kata elbert sambil tersenyum mengejek.
Elbert terus-menerus menggoda dan mengejek aina dan kimberly. Aina tidak begitu memperdulikan perkataan elbert, tetapi Kimberly terlihat kesal.
"Elbert, ini bukan urusanmu." kata aina dengan nada dan tatapan dingin.
Ekspresi dan nada bicara aina membuat elbert terintimidasi dengan sendirinya, kata-kata yang sangat biasa, tetapi nada dan pembawaannya seperti menusuk.
Elbert pun berhenti menggoda aina dan kimberly, dan sangat jelas sikap elbert terlihat canggung.
"Puft.." suara Kimberly dan kinsey yang menahan tawa.
"Elbert, baru kali ini aku melihat ekspresi mu yang seperti itu." kata Kimberly sambil tertawa.
"Aku tak tahan, perutku sakit." kata kinsey sambil tertawa.
[Kedua kakak adik ini, benar-benar!!] Gumam elbert dalam hati yang menatap kinsey dan Kimberly dengan wajah suram.
Dirk hanya tersenyum sesaat dan melanjutkan ekspresi patungnya itu.
Keadaannya pun terbalik, tadinya elbert yang menggoda Kimberly dan aina, sekarang Kimberly menertawakan elbert dengan wajah mengejek.
"Tertawalah sepuasnya..." gumam elbert dengan ekspresi kesal tetapi tidak bisa membalas tawa Kimberly dan kinsey.
"Apa yang kalian tertawakan??" tanya abilerdo yang tiba-tiba sudah berdiri di pintu kamar Kimberly.
[Sejak kapan dia berdiri disitu??] Gumam aina dalam hati yang sesaat terlihat kaget.
"Kak.. Yang Mulia!!" sapa kimberly yang tiba-tiba mengganti panggilannya karena milhat tatapan dingin abilerdo.
"Sudahlah..." gumam abilerdo.
[Hah!!!!] Serentak membuat aina, Kimberly, Dirk, elbert dan kinsey kebingungan.
[Sepertinya tadi dia ingin memarahiku!! Kenapa?? tidak jadi??] Gumam aina dalam hati.
Sejak abilerdo masuk ke kamar Kimberly, suasana yang tadinya ramai menjadi hening, semua itu karena aura abilerdo terlihat dingin.
Abilerdo bersikap seperti itu karena merasa marah melihat aina yang tadi ditindas oleh gadis bangsawan itu, apalagi abilerdo menatap aina yang terlihat seperti dipermalukan di depan umum.
Aina memang menyiram balik gadis bangsawan itu dengan aura dan ekspresi yang sangat dingin, tetapi abilerdo bisa melihat denga jelas bahwa mata aina menyimpan kesedihan.
Tidak ada yang menyadari bahwa abilerdo hendak berjalan kearah aina yang ditindas itu, tetapi saat di hendak melangkahkan kakinya, Kimberly sudah lebih dulu kearah aina.
Aina sendiri tidak menyadari apa yang dirasakan abilerdo saat itu. Dan saat Kimberly menyiram gadis bangsawan itu, abilerdo merasa sedikit puas.
"Gadis jutek, apa sekarang perasaanmu sudah lebih baik??" tanya dirk dengan nada datar yang mencoba membangkitkan suasana.
Dirk yang mencoba membangkitkan suasana malah membuat suasana nampak aneh. Terlihat dari raut wajah mereka, sangat bingung sekaligus kaget.
"Dirk, aku merinding mendengar pertanyaan mu yang perhatian, tetapi dengan nada seperti itu." kata kinsey yang terlihat geli.
Dirk memang tipe orang yang tidak terlalu banyak bicara, itu sebabnya mereka semua menatap dirk dengan tatapan aneh.
"Apa aku salah??" kata dirk yang merasa biasa.
"Tidak Dirk, kau tidak salah!!" kata aina yang mencoba merespon.
Walaupun aina nampak aneh dengan sikap Dirk yang tiba-tiba mencoba untuk perhatian, Namum disisi lain aina juga merasa lega, ada orang lain yang mengkhawatirkan dirinya. Bukan hanya Dirk saja, masih ada abilerdo, elbert, kinsey dan Kimberly.
Tetapi setiap orang punya caranya sendiri untuk mengekspresikan rasa peduli mereka.
"Tadinya, kupikir kalian membenciku." kata aina sambil menundukkan sedikit kepalanya.
"Kata siapa?? tidak sama sekali." kata kinsey dengan polosnya.
"Benarkah?? tetapi tadi bukankah aku mempermalukan kalian, jadi kupikir kalian merasa malu karena sikapku tadi." kata aina yang sedikit terkejut.
"Itu tidak benar!! Seandainya aku perempuan, pasti sudah ku tampar muka gadis yang licik itu." kata kinsey dengan penuh semangat.
"Tetapi aku salut, melihat gadis imut yang cantik ini, bisa bersikap dingin seperti itu." kata elbert yang tersenyum sambil menatap Kimberly.
[Apa-apaan tatapannya itu.] gumam Kimberly yang terlihat cemberut karena elbert.
"Itu karena dia pantas mendapatkannya!! Aku sendiri yang melihat gadis itu berpura-pura jatuh." kata Kimberly.
"Melihatnya?? bukankah tadi...??" kata aina yang terlihat bingung.
"Aku lupa bilang padamu ya, tuan putri. soul energy milikku bisa melihat kejadian yang terjadi sebelumnya, walaupun hanya beberapa saat saja. Yang nampak hanya bayangan saja dan itu sedikit menguras tenaga ku juga." kata Kimberly.
"Kau hebat adik kecilku!!" kata kinsey sambil membelai kepala Kimberly.
"Jangan mengacak-acak rambutku!!" kata kimberly yang terlihat kesal.
"Lagipula... Aina, aku mempercayaimu." kata abilerdo sambil menatap aina.
Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly tersenyum menatap aina.
Aina terkejut mendengar perkataan abilerdo, sampai-sampai dia tidak bisa mengatakan apapun. Tetapi didalam hatinya sangat bersyukur, kerena mereka semua nampak sangat mempercayai aina.
Kimberly mendekati aina dan memegang kedua tangannya sambil tersenyum.
"Tuan putri, membangun persahabatan harus diawali dengan kepercayaan. Jika aku tidak percaya dengan mu, bagaimana aku bisa dianggap sebagai temanmu!!" kata Kimberly sambil tersenyum.
[Jadi ini yang dia maksudkan tadi?? Mungkin IQ ku lebih di atas rata-rata, tetapi kalau tentang perasaan, sepertinya aku sangat bodoh!!] Gumam aina dalam hati.
Mata aina terlihat ingin menangis karena terharu. Rasa malu dan tidak pantas kini hilang karena senyuman kepercayaan dari teman-temannya.
Aina menggenggam erat kedua tangan Kimberly sambil tersenyum lega.
"Oh iya Kimberly, panggil saja kau aina". kata aina.
"Benarkah??" kata Kimberly yang berbinar-binar.
"Tentu saja!!" kata aina sambil tersenyum.
"Terima Kasih aina." kata Kimberly yang langsung memeluk aina.
Aina tidak merasa sendiri lagi, hari-harinya sekarang dipenuhi oleh teman-temannya.
Senyuman dan canda tawa mereka mengiasi pesta ulang tahun Kimberly yang hanya dilanjutkan oleh aina, abilerdo, dirk, elbert, kinsey dan kedua orang tua Kimberly.
...........................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Jangan lupa vote, faboritkan dan like setiap episodenya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca