The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Lenyap!!



"Orang ini?? Kenapa aku bisa merasakan aura yang sama dengan awan gelap itu??" gumam kinsey dengan tatapan serius.


"Oh..Kalian bisa menemukanku." kata orang itu.


"Siapa kau?? Apa maumu??" tanya elbert.


Tanpa menunggu orang itu menjawab, dirk dengan cepat langsung menyerangnya.


[Orang ini sangat cepat.!! Hampir saja!!] gumam orang itu sambil menghindari serangan Dirk.


"Aku belum sempat menjawab apapun, tetapi kau langsung menyerangku!!" kata orang itu.


"Bukankah itu tidak sopan!!" kata orang itu sambil menyerang Dirk.


Dengan cepat Dirk menghindar dari serangan orang itu, dan langsung membalas balik serangannya.


Serangan Dirk mengenai orang itu.


[Sial!!] gumam orang itu dalam hati dengan ekspresi kesal.


"Kalian bisa memanggilku, luther!!!" kata luther sambil menyerang Dirk.


Serangan luther dengan cepat di tangkis oleh elbert, dan kemudian kinsey menyerang Luther dari belakangnya.


Luther jatuh membentur tanah. Namun, dia sama sekali tidak terluka. Luther berdiri kembali dengan ekspresi yang sangat kesal.


"Beraninya kalian mengeroyokku!!" kata Luther sambil menyerang Dirk, elbert dan kinsey secara bersamaan.


Dirk, elbert dan kinsey langsung menghindar dari serangan Luther.


[Apa!! mereka bisa menghindar secepat itu??] gumam Luther dalam hati.


"Kalian lumayan juga!!" kata Luther.


Luther kembali menyerang mereka bertiga, tetapi setiap serangannya bisa dihindari oleh mereka.


Dengan cepat kinsey dan elbert membalas serangannya, Luther terpental lumayan jauh. Tepat saat dia terpental, Dirk sudah berada tepat di belakangannya dan menyerang Luther.


"Ternyata kerajaan kunstkring memiliki prajurit yang kuat seperti kalian. Jika tidak, kerajaan yang sering disebut terkuat, akan menjadi sangat mengecewakan bukan!!" kata Luther sambil berdiri.


"Lagipula, aku masih pemanasan." kata Luther dengan sombongnya.


[Dia masih bisa berdiri??] Gumam kinsey yang nampak bingung.


"Sayangnya, kekuatan kalian belum cukup untuk mengalahkanku!!" kata Luther sambil tersenyum licik.


Dirk dan elbert menatap Luther dengan ekspresi yang dingin, mereka berdua sama sekali tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Luther.


Luther mengeluarkan dark energy dan mulai menyerang mereka.


[Ini...] gumam Dirk dalam hati.


Luther menyerang dirk, elbert dan kinsey dengan sangat cepat. Mereka bertiga pun terpental karena serangan demi serangan dari Luther.


Dirk, elbert dan kinsey tetap tidak menyerah sekalipun terpental beberapa kali.


"Kalian cukup keras kepala juga!!" kata Luther dengan senyuman licik.


Dirk menyerang Luther dan diikuti oleh serangan kinsey dan elbert. Walaupun Luther terpental, tetapi dia sama sekali tidak terluka sedikitpun.


Luther membalas serangan mereka bertiga dengan kekuatan penuh dari dark energy miliknya. Kekuatan yang bisa membekukan tubuh itu, terasa sangat menyakitkan mengenai tubuh Dirk, elbert dan kinsey.


Dirk, elbert dan kinsey merasa kesulitan menghadapi serangan dark energy milik Luther.


"Heh!! ekspresi kalian sangat memuaskan." kata Luther sambil tersenyum sinis.


"Pengguna soul energy seperti kalian, tidak akan bisa mengalahkan dark energy milikku!!" kata Luther sambil tertawa mengejek.


[Aku harus mengalahkannya!!] Gumam dirk dalam hati.


Dirk mengingat senyuman manis aina, dan kejadian tragis victoria dimasa lalu.


[Jika tidak, aina...] Gumam dirk dalam hati dengan ekspresi kesal dan khawatir.


Dirk pun mengfokuskan kekuatannya, dan mulai menyerang luther. Begitu pula dengan kinsey dan elbert.


[Ini demi aina!!] Gumam dirk, elbert dan kinsey dalam hati.


Disisi lain, di dalam istana.


Tubuh aina semakin dingin. Rasa cemas, kekhawatiran dan ketakutan abilerdo seperti bercampur aduk dalam pikirannya.


Abilerdo seperti tertusuk pedang yang seakan menyayat hatinya. Jantung abilerdo berdetak dengan cepat diikuti tubuh yang gemetar.


[Aina, aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini. Kupikir, aku tidak akan merasa takut lagi seumur hidup. Tetapi, sekarang...] Gumam abilerdo sambil memejamkan mata dengan ekspresi ketakutan dan memeluk erat tubuh aina.


Disisi lain,


Dirk, elbert dan kinsey mulai kelelahan menghadapi Luther. Namun, tekad mereka sangat kuat dan sama sekali tidak ingin menyerah.


"Sudah cukup main-mainnya!!" kata Luther dengan ekspresi kesal.


Luther mulai membangkitkan kekuatan penuh miliknya dan menyerang Dirk, elbert dan kinsey secara bersamaan.


Mereka bertiga terpental dan membentur tanah, bahkan tubuh mereka sangat sulit untuk berdiri.


Disaat mereka sulit untuk berdiri, Luther menyerang dengan kekuatan penuh untuk kedua kalinya.


[Tidak.... AINA!!!] Gumam dirk, elbert dan kinsey dalam hati.


Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja kekuatan Luther seperti di tangkis oleh sesuatu.


"Ba..bagaimana bisa?? ke..kekuatanku hilang?? siapa yang...??" gumam Luther dengan ekspresi terkejut dan sedikit panik.


[Kekuatan itu hilang???] Gumam dirk dalam hati.


Dirk, elbert dan kinsey juga sangat kaget karena kekuatan yang dilancarkan oleh Luther tidak mengenai mereka. Bahkan serangan itu hilang entah kemana.


"Cahaya apa itu??" gumam elbert sambil berdiri.


Dirk dan kinsey juga berdiri sambil menatap cahaya yang terlihat samar-samar.


"Ini...." gumam Luther dengan ekspresi kaget.


Cahaya yang samar-samar itu mulai semakin jelas. Sebuah tongkat yang sangat indah dan memancarkan cahaya yang berkilauan dari ujung ke ujung tongkat itu.


"Tongkat apa itu..??" gumam kinsey.


"Tongkat ini... tidak mungkin!!!" gumam elbert.


"Sun Queen...???" gumam Dirk.


"Tidak mungkin!! mana mungkin tongkat ini bisa muncul disini!!" gumam elbert.


Tongkat cahaya mulai menyerang Luther. Luther terpental sangat keras. Tongkat cahaya bahkan melukai kulit luther.


"Kulitku?? Terbakar??" gumam Luther yang merasa kesakitan.


"Dia terluka!! Tongkat itu bisa melukainya!!" gumam kinsey dengan ekspresi kaget.


[Bahkan pemilik tongkat ini tidak tahu berada dimana. Tetapi, bagaimana bisa tongkat ini bisa menyerang tanpa dikendalikan?? Sial!!] Gumam Luther dalam hati dengan ekspresi panik.


Luther merasa, kekuatannya tidak bisa menandingi tongkat cahaya itu. Dia pun pergi dan menghilang dari kerajaan kunstkring.


Namun, awan gelap sama sekali tidak hilang dari langit ibukota.


Tongkat cahaya itu berubah menjadi sebuah bola cahaya dan terbang dengan cepat mendekati awan gelap yang ada di langit ibukota.


Dirk, elbert dan kinsey juga bergegas mengikuti tongkat cahaya itu.


"Bola apa itu??" gumam perdana menteri sambil menatap bola cahaya yang mendekat ke arah awan gelap.


"Ayah!!!" panggil kinsey.


"Kalian.. darimana saja??" tanya perdana menteri.


Dirk, elbert dan kinsey sama sekali tidak mendengarkan pertanyaan perdana menteri. Mereka bertiga hanya terfokus pada bola cahaya yang mendekat kearah awan gelap.


Perdana menteri dan seluruh pasukan khusus istana berhenti menyerang awan gelap itu, karena pandangan mereka terfokus pada bola cahaya tersebut.


Bola cahaya itu berubah kembali menjadi tongkat saat memasuki awan gelap. Tongkat itu terlihat mengeluarkan sebuah kekuatan cahaya dan seperti melenyapkan awan gelap itu.


Awan gelap pun lenyap dari langit ibukota, dan tersisa tongkat cahaya yang melayang di atas langit ibukota.


"Awan gelap itu menghilang??" gumam elbert yang nampak bingung.


"Dengan mudah, tongkat cahaya itu melenyapkan awan gelap yang ada di langit." gumam kinsey.


"Kekuatan yang luar biasa." gumam perdana menteri.


Mereka semua terus memandangi tongkat cahaya itu dengan ekspresi bingung dan kagum. Awan gelap yang sangat sulit dimusnahkan itu, bisa dengan mudah lenyap seperti debu.


Beberapa menit kemudian, tongkat cahaya itu menghilang dari langit.


[Oh iya.. Aina!!] gumam dirk dalam hati dan menaiki kudanya.


Dirk menunggangi kuda nya dan dengan cepat menuju istana.


"Dirk, tak bisakah kau bersuara dulu sebelum pergi seperti itu??" teriak kinsey.


"Selalu saja seperti itu!!" gumam elbert sambil menaiki kuda miliknya.


Kinsey juga langsung menaiki kudanya dan mengikuti dirk dan elbert ke istana. Sedangkan perdana menteri masih berada disitu untuk melihat dampak dari awan gelap.


Di istana.


"Aina..." gumam Kimberly yang nampak khawatir.


Dirk tiba di istana dan langsung masuk ke kamar aina. Ekspresinya terkejut melihat aina yang masih dipelukan abilerdo.


Beberapa menit kemudian, elbert dan kinsey masuk kekamar aina.


"Kenapa bisa begini??" gumam kinsey yang terkejut melihat aina.


"Bukankah awan gelap sudah hilang. Kenapa aina masih terlihat seperti ini??" gumam elbert.


"Aku juga sudah melihat dari sini, awan gelap sudah menghilang dari langit ibukota. Tetapi tubuh aina...." kata Kimberly.


"Bahkan aura dingin pun sudah hilang, udara sudah seperti biasa. Tetapi kenapa??" kata dirk yang nampak bingung.


"Yang Mulia..." gumam kinsey yang nampak khawatir.


"Sepertinya, efek awan gelap tidak bisa dihilangkan!!" kata abilerdo dengan nada suara yang sangat khawatir.


Abilerdo masih memeluk aina untuk menghangatkan tubuhnya. Walaupun sudah di tambah dengan beberapa lapis selimut, tetap saja tidak bisa menghangatkan tubuh aina.


"Yang Mulia... wajah tuan putri seperti membiru!!" kata karin sambil menatap wajah aina dengan rasa khawatir.


"Denyut jantungnya mulai melemah!!" gumam abilerdo.


Sentak membuat mereka semua menjadi panik.


"Bagaimana ini??" Gumam Kimberly sambil meneteskan air mata ketakutan.


.....................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca.