The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Gadis Yang Memancarkan Aura Misterius!



"Aaaaahhhhh!!!" teriakan gadis itu yang menggemparkan seisi kemah.


“*Si...siapa kau?? Apa yang kau lakukan padaku??” tanya gadis itu dengan tubuh yang gemetar.


“Seharusnya aku yang bertanya!!”, kata abilerdo.


“Apa maksudmu? DASAR KAU PRIA MESUM!!!!”, kata gadis itu sambil teriak.


“Lancang sekali, kau berkata seperti itu pada yang mulia”, kata dirk yang masuk sesat gadis itu berteriak.


"ya..yang..yang mulia??" tanya gadis itu dengan penuh kebingungan dan bergumam dalam hatinya "siapa lagi pria-pria tampan ini?" sambil melihat Dirk dan elbert yang tiba secara bersamaan dengan dirk.


"ha..ha..ha.. apa kalian sedang syuting film?? apa kalian tidak tahu kalau dia ini mesum?", sambil menunjuk abilerdo.


"syu..syu.. apa yang kau katakan? sungguh kata-kata yang aneh!", kata elbert.


"apa kau tahu siapa yang kau katakan mesum? raja kerajaan kunstkring, raja abilerdo yang sangat terkenal di seluruh daratan bumi ini", kata Dirk sambil membanggakan rajanya*".


pernyataan Dirk membuat gadis itu terdiam sambil melirik ke arah abilerdo, dia sama sekali kurang percaya dengan apa yang di katakan oleh Dirk, dan tak henti-hentinya gadis itu melirik pakaian dari katiga pria itu, dan selalu bergumam sendiri dalam hatinya "Baju mereka seperti seorang bangsawan kerajaan inggris jaman dulu!".


"apa yang kau lamunkan?", tanya abilerdo.


"...." gadis itu hanya bengong dan diam.


"apa kau tidak mendengar pertanyaan raja?", tanya Dirk dengan tegas.


"kau bahkan tidak bersujud didepan raja, apa kau tidak tahu aturan kerajaan kunstkring? atau kau bukan berasal dari kerajaan kunstkring?", tanya elbert dengan kecurigaan.


"ap..apa!!? kunstkring?? bukannya Batavia kunstkring ada di indonesia ya, itu kan bangunan peninggalan jaman penjajahan dulu, kenapa bisa berubah jadi kerajaan?", jawab gadis itu dengan bingung.


"sejak dulu nama kerajaan ini adalah kunstkring! bangunan tua? apa kau sudah gila?!", kata Dirk.


Sesaat gadis itu tersadar dengan apa yang dikatakan elbert dan dirk, dia mulai mengingat kembali apa yang terjadi pada padanya, kejadian demi kejadian pun dia ingat, dia tersungkur dan tertunduk, dia tidak ingin memperlihatkan kesedihan yang ada di matanya, dia mengingat sahabatnya yang terpisah darinya tepat saat mereka berdua tersedok oleh sebuah cahaya.


Abilerdo bingung dengan perubahan sikap gadis itu yang tiba-tiba turun drastis, yang awalnya masih teriak-teriak dengan penuh tenaga, tetapi sekarang tersungkur tak berdaya. Elbert dan Dirk menatap terus gadis itu sambil menyimpan kecurigaan.


Perlahan demi perlahan gadis itu mengangkat badannya dan berdiri di samping tempat tidur yang dia tempati semalam, tetapi tetap masih menundukkan kepalanya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" , tanya abilerdo.


"a..ak..aku.. ingin mencari sahabatku", kata gadis itu dengan terbata-bata karena menahan tangisnya.


"siapa sahabatmu? ada apa denganya?", tanya abilerdo dengan spontan bertanya karena merasa bahwa gadis itu rakyatnya.


"kami terpisah!! a..ak..aku..", jawab gadis itu dan tidak sanggup meneruskan kata-katanya karena menahan tangisan yang tidak ingin dia perlihatkan pada ketiga pria itu.


Entah kenapa abilerdo memiliki perasaan familiar dengan gadis itu, dia secara spontan terus bertanya pada gadis itu, dia juga merasa sangat khawatir melihat gadis itu yang terlihat sedih. Dirk dan elbert pun demikian, sesaat melihat gadis itu tertunduk dan sedih, mereka merasa ingin menolong gadis itu, disaat gadis itu sedih, Mereka bisa merasakan kesedihan gadis itu dan ingin menolongnya, kecurigaan mereka perlahan-lahan mulai hilang dengan sangat aneh dan misterius, mereka berdua pun tidak mengerti apa yang terjadi pada diri mereka sendiri.


"Siapa namamu?", tanya abilerdo.


"Na..namaku Aina", jawab aina sambil mengangkat kepalanya dan menatap abilerdo, dia sudah sadar bahawa dia telah berpidah demensi.


Sesaat abilerdo tertegun menatap mata aina yang penuh dengan kepedihan dan kesedihan, padahal tak satupun air mata yang menetes dari mata aina. entah kenapa abilerdo bisa melihat kepedihan yang teramat dalam dari aina, yang terpancar dari sorot matanya.


Tiba-tiba aina pun bersujud dan berkata,


"Bisakah kalian membantuku? kumohon temukan yuki sabahatku!! kumohon bantulah aku!! siapapun kalian, raja atau dewa siapa saja tolonglah aku!!!", kata aina dengan gemetaran karena ketakutan.


Sentak membuat abilerdo, Dirk dan elbert kaget. perasaan sedih dan sakit terasa di hati mereka masing-masing, entah kenapa melihat aina seperti itu, mereka bisa merasakan sakit seperti tertusuk jarum di dada mereka. mereka lebih suka melihat aina yang seperti tadi teriak-teriak dan marah-marah tanpa ada rasa sedih.


Abilerdo melangkahkan kaki dan mendekati aina yang sedang bersujud itu. Dia membungkukkan badannya di depan aina dan berkata.


"Aku pasti akan membantumu!!", sambil mengangkat aina berdiri.


"benarkah??", tanya aina dengan wajah kebingungan.


"Aku tidak akan pernah menarik janjiku!!", kata abilerdo sambil menatap aina.


Mereka berdua pun saling menatap satu sama lain. Aina menatap abilerdo dengan wajah kebingungan karena mereka baru saja bertemu tetapi abilerdo langsung percaya dengan kata-kata dan bahkan menawarkan pertolongan tanpa pikir panjang. Sedangkan abilerdo menatap aina dengan penuh pertanyaan di kepalanya, dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri untuk menolong gadis yang baru saja dia temui ini, dia bahkan merasa heran dengan sikap dan pikirannya yang serasa bertolak belakang dengan sifatnya yang cuek dan dingin jika berhadapan dengan seorang wanita, tapi entah kenapa tubuh dan hatinya tidak bisa menolak untuk menolong aina.


"Sebaiknya kamu makan dan istirahat dulu, kata dokter istana kamu pingsan karena kelaparan dan kelelahan", kata abilerdo.


"Aku tidak lapar, aku hanya ingin mencari yuki!!", kata aina sambil memalingkan wajahnya dari abilerdo karena pipinya memerah.


"Bagaimana kamu bisa mencari sahabatmu jika tubuhmu masih lemah?! sebaiknya kamu turuti apa yang aku katakan", kata abilerdo.


Aina pun menuruti apa yang di katakan abilerdo. dan sedikit merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri yang meminta bantuan pada orang lain, apalagi kepada seorang pria. Sikap jutek dan judes aina sama skali tidak pernah meminta bantuan pada orang lain dan tidak pernah dekat dengan pria manapun, apalagi bergantung pada orang lain kecuali sahabatnya yuki. Tetapi sekarang dia malah meminta bantuan pada orang lain bahkan menuruti nasehat pria ini.


"Sambil memulihkan kesehatanmu, kami harus pergi ke desa A karena disana keadaannya sangat genting!! kau harus ikut bersama kami, setelah dari sana barulah kita membicarakan tentang sahabatmu", kata abilerdo.


"baiklah!!", jawab aina yang terkesan menuruti kata abilerdo.


"Kamu istirahat saja disini dulu. Dirk, Elbert, ikut aku keluar!! kita harus segera melanjutkan perjalanan kita ke desa A!!", kata abilerdo sambil meninggalkan tendanya.


"Baik!!", jawab Dirk dan Elbert sambil mengikuti abilerdo.


Rasa penasaran abilerdo sangat besar untuk mengetahui siap sebenarnya aina, darimana dia berasal, kenapa dia terlihat familiar, dan bagaimana dia bisa mengeluarkan aura aneh yang tidak bisa menolak semua permintaannya. Abilerdo merasa aina benar-benar gadis misterius yang membuat hatinya bisa tergerak untuk tidak mengabaikannya dan mempercayainya tanpa alasan apapun. Dan entah kenapa sejak pertama melihat aina, abilerdo merasa sakit yang tertusuk di hatinya.


Dirk yang tidak bisa menyembunyikan apapun dihadapan abilerdo berkata,


"Yang mulia, saya merasa familiar dengan gadis itu!!", kata Dirk sambil memegang dadanya dan bergumam dalam hatinya "kenapa aku merasa sakit di dada ini, sejak melihat gadis itu sedih, hatiku terasa sesak!!".


"Yang mulia, saya juga merasa seperti itu!! entah kenapa saya mempercayai gadis iti dengan mudah, saya merasa tidak ada kebohongan dalam matanya", kata elbert dengan rasa aneh dan tertusuk di dada.


"Aku tahu kalian merasa sangat penasaran dengan gadis itu, tetapi kita masih memiliki masalah yang lebih penting di Desa A!! kita harus menyelesaikannya". kata abilerdo dengan tegas.


Mereka tidak tahu bahwa abilerdo juga memiliki perasaan yang sama seperti mereka, bahkan abilerdo merasa heran dengan respon tubuhnya terhadap aina. Abilerdo jauh lebih penarasan daripada Dirk dan Elbert. Sambil melirik ke tendanya, abilerdo terus bergumam dalam hati "Aina, Siapa kamu sebenarnya?? kenapa aura mu terasa sangat misterius??".


Nantikan kelanjutan di episode berikutnya ya..


Maaf kalo ada salah kata!!


Jangan lupa like dan favoritkan ya..