The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
VICTORIA



Setelah perkenalan itu victoria menjadi akrab dengan dirk dan elbert.


Dirk yang biasanya hanya diam seperti patung, bisa berbincang bersama victoria dengan leluasa.


Dirk tidak pernah berbicara dengan orang lain yang dianggapnya tidak dekat. Tetapi pembawaan victoria yang lemah lembut dan baik itu membuat Dirk bisa akrab dengannya.


Elbert juga sering menggoda Victoria dengan candaannya, walaupun victoria sedikit kesal Namum dia hanya tenang dan tersenyum mendengar candaan elbert padanya.


Suatu hari istri perdana menteri menyuruh victoria membawakan surat berisi tentang informasi yang di dapat oleh perdana menteri.


Perdana menteri tidak bisa pergi sendiri karena dia sedang berada di luar kota, dia hanya menyuruh orang kepercayaannya untuk memberikan surat itu pada istrinya.


Istri perdana menteri yang kala itu sedang sakit, terpaksa meminta victoria dan Kimberly untuk mengantar surat itu.


Victoria sangat takut jika harus berhadapan dengan abilerdo. Victoria dan Kimberly sampai di istana, namun victoria tidak ingin masuk ke dalam istana.


Pada akhirnya Kimberly menyuruh victoria untuk menunggunya di taman istana, kemberly pun masuk kedalam sambil membawa surat itu ditangannya.


Victoria terkagum melihat keindahan taman istana yang lebih indah daripada taman sekolah bangsawan yang di lihatnya beberapa waktu yang lalu.


Victoria yang duduk sambil menikmati bunga yang ada di taman itu, tiba-tiba di hampiri oleh Dirk dan elbert, dan tak lama kemudian kinsey dan Kimberly juga keluar dari istana dan menghampiri mereka bertiga.


Canda tawa mereka pun terdengar di taman istana, victoria tersenyum dengan manisnya.


Abilerdo menatap mereka dari balik jendela ruang kerjanya yang ada di lantai dua.


Jantung abilerdo berdetak sangat cepat saat melihat senyuman cantik di wajah victoria yang bagaikan bidadari.


Sinar matahari yang menyinari rambut gold victoria yang panjang terurai, seakan menembus kejantung abilerdo.


Victoria sepertinya menyadari, bahwa ada seseorang yang menatapnya, diapun menatap jendela yang ada di lantai dua itu, tetapi victoria tidak bisa melihat siapa sosok di balik jendela itu.


Abilerdo pun menyadari bahwa victoria sedang menatapnya, dia membalikkan badannya dengan sangat cepat dengan wajah yang merona dan detak jantung yang sangat cepat.


Setelah beberapa hari, victoria sering kesekolah bangsawan untuk membawakan kinsey makanan yang dibuat oleh ibunya. Kadang dia ditemani oleh Kimberly.


Sampai suatu ketika, victoria pergi sendiri membawakan makanan untuk kinsey. Karena keseringan victoria yang datang kesekolah bangsawan membuat para pelajar disekolah itu sering memperhatikannya.


Sekolah bangsawan itu khusus untuk anak laki-laki dari keluarga bangsawan.


Kecantikan dan keanggunan victoria membuat dia cukup terkenal di kalangan para bangsawan.


Victoria yang sedang menunggu kinsey di taman, tiba-tiba dihampiri oleh seorang pria bangsawan dengan membawa bunga di tangannya.


Dengan wajah yang merona dan sikap yang malu-malu, pria itu memberikan bunga yang ada di tangannya pada victoria.


Victoria yang tidak ingin menyakiti perasaan pria itu, mengambil bunga yang diberikan oleh pria tersebut.


Setelah memberikan bunga, pria itu langsung pergi dengan wajah yang merona. Victoria tersenyum kecil melihat tingkah pria itu.


Dari kejauhan, Abilerdo menatap victoria yang tersenyum kerena pria itu.


Tiba-tiba ada tiga pria lagi yang hendak mendekati victoria secara bersamaan.


Awalnya victoria merasa mereka hanya ingin berkenalan saja, tetapi setelah berkenalan mereka mengajak victoria untuk makan bersama.


Victoria menolak ajakan mereka karena dia harus menunggu kinsey untuk memberikan makanan yang di titip oleh ibunya.


Tetapi sikap ketiga pria itu kelihatan sangat memaksa, victoria merasa sedikit takut.


Abilerdo melihat victoria yang sepertinya dalam kesulitan, Dia menghampiri victoria dan ketiga pria itu.


"Bukankah memaksa seorang gadis adalah sikap yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pria!!" kata abilerdo dengan nada menekan dan aura yang dingin.


[Yang Mulia..??] Gumam victoria dalam hati yang nampak bingung.


Victoria dan ketiga pria itu terlihat terkejut karena abilerdo yang secara tiba-tiba sudah berada tepat di belakang ketiga pria itu.


Tanpa berkata apapun, ketiga pria itu langsung pergi dengan wajah yang gugup dan sedikit ketakutan.


Victoria merasa lega karena ketiga pria itu pergi. Tetapi disisi lain dia merasa canggung dan kikuk, karena abilerdo menatapnya dengan tatapan dingin seperti biasanya.


"Yang..Yang mulia, Aku suka bunga chocolate cosmos!!" kata victoria yang tiba-tiba teriak.


Abilerdo kaget mendengar teriakan victoria itu.


[Oh tidak!! Apa yang aku katakan?? bukankah seharusnya aku berterima kasih padanya!! Ini sangat memalukan!!] Gumam victoria dalam hati dengan ekspresi yang kikuk dan canggung.


Victoria menyadari bahwa tingkahnya sangat aneh, wajahnya memerah bagaikan tomat. Victoria sangat malu untuk menatap abilerdo, dia hanya menundukkan kepalanya dengan wajah yang merona bahkan kuping nya pun memerah.


Tingkah imut victoria membuat abilerdo tersenyum kecil.


"Angkat kepalamu!!" kata abilerdo dengan nada memerintah.


Victoria mengangkat kepalanya dan menatap abilerdo. Abilerdo menahan senyumannya melihat wajah victoria yang memerah bagaikan tomat.


"Yang Mulia, maaf!! Sebenarnya aku hanya ingin berterima kasih!!" kata victoria dengan malu-malu dan wajah yang merona.


"Aku akan memaafkanmu, asalkan besok kau datang ke istana dan menungguku di taman istana." kata abilerdo.


Dengan mengatakan iya, victoria nampak kebingungan.


Victoria sudah 6 bulan tinggal di rumah perdana menteri, dia sangat dekat dengan kedua sepupunya, kinsey dan Kimberly. Bahkan dalam 6 bulan ini, dia sudah bisa akrab dengan dirk dan elbert.


Tetapi dia sama sekali tidak bisa dekat dengan abilerdo, itu kerena sikap dingin abilerdo membuat victoria ketakutan jika berhadapan dengannya.


Namum abilerdo tiba-tiba meminta victoria untuk menemuinya di taman istana, membuat victoria sangat kebingungan.


Kesesokan harinya, victoria menunggu abilerdo di taman istana. Victoria sangat menikmati keindahan bunga-bunga yang ada di taman itu.


Abilerdo datang menghampiri victoria dan menyapanya.


"Apa kau begitu menyukai bunga??" tanya abilerdo.


"Yang.. Yang mulia, ternyata kau sudah disini!!" kata victoria yang terkejut karena tidak menyadari kedatangan abilerdo.


"Iya, saya suka bunga. tetapi saya lebih menyukai bunga...." kata victoria dengan lembut dan terhenti secara tiba-tiba.


Perkataan victoria terhenti saat mengingat ketika victoria berteriak dan mengatakan sangat menyukai bunga chocolate cosmos pada abilerdo.


"Mak..maksud saya, saya menyukai bunga." kata victoria dengan wajah merona karena teringat kejadian itu.


Victoria terlihat canggung dan sedikit gemetar. setiap kali berhadapan dengan abilerdo, victoria memang sedikit ketakutan. Dia takut jika membuat abilerdo marah.


"Ikuti aku!!" kata abilerdo.


Victoria mengikuti langkah abilerdo dari belakang. Sikap victoria sangat canggung dan kikuk, dia sama sekali tidak ingin berjalan berdampingan dengan abilerdo, karena dia menghormati abilerdo sebagai raja.


Abilerdo dan victoria berkeliling taman untuk menikmati keindahan bunga yang ada di taman istana.


Abilerdo terlihat dingin berjalan bersama victoria, Namum disudut hatinya yang terdalam ada rasa ketenangan dan kedamaian, berjalan bersama victoria.


Sejak saat itu, abilerdo sering mengundang victoria ke istana untuk menemaninya.


Semakin hari victoria semakin merasa nyaman bersama abilerdo. Victoria bisa menghilangkan rasa takutnya terhadap abilerdo.


Bagi victoria, abilerdo memiliki sisi yang lembut dan baik hati di balik sikap dinginnya itu.


Setelah beberapa bulan, abilerdo dan victoria menjadi sangat dekat.


...........................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca