
“TIDAK!!!” teriakan aina sambil menutup mata dengan tubuh yang gemetar.
Dengan tubuh yang gemetar, aina membuka perlahan matanya. Dia terkejut melihat abilerdo menangkis serangan lureta kepada dirk.
“Eehh..ternyata kau bisa menangkis serangan dark soul energy.. Aku terkesan, walaupun hanya sedikit!!” kata lureta sambil tersenyum sinis.
[Pria arogan... Syukurlah!!] gumam aina dalam hati dengan ekspresi lega.
“Yang..Yang Mulia...” gumam Dirk.
“Kalian bertiga istirahatlah dulu.” Kata abilerdo dengan nada datar.
“Ta..tapi...” kata elbert.
“Apa kalian tidak ingin mengikuti perintahku??” kata abilerdo dengan nada dingin.
Dirk, elbert dan kinsey hanya terdiam setelah abilerdo berkata seperti itu. Mereka bertiga terlihat sangat kecewa pada diri mereka sendiri karena tidak bisa mengalahkan lureta.
“Istrirahat?? Apa kau pikir aku akan membiarkan kalian begitu saja??” kata lureta dengan ekspresi dingin.
“Dasar wanita iblis..” gumam Kimberly dengan ekspresi kesal.
Lureta menatap Kimberly dengan tatapan dingin.
“Aku berubah pikiran!! Sebenarnya tujuanku hanya ingin membunuh penerus kerajaan aeres. Tetapi, kalian semua sudah menghina ku disini. Aku tidak akan melepaskan kalian semua!!!” kata lureta dengan ekspresi dingin.
[Dia benar-benar sudah gila!! Apa membunuh seseorang adalah sesuatu yang dibanggakan??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi bingung dan sedikit kesal.
Dengan cepat abilerdo melancarkan serangannya dengan menggunakan soul energy miliknya. Lureta tidak bisa menghindar dari serangan abilerdo karena kecepatan serangan abilerdo yang sangat cepat.
Lureta terpental dan membentur tanah, namun dia bisa berdiri tanpa merasa sakit sedikitpun.
“Benar-benar cepat!! Soul energy milikmu sangat kuat, tetapi sayangnya.. Kau tidak bisa melukaiku sama sekali!!” kata lureta sambil berdiri.
“Dia... Sebenarnya sekuat apa??” gumam Kimberly dengan ekspresi bingung dan sedikit panik.
Abilerdo sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh lureta. Abilerdo memancarkan aura dingin bersamaan dengan soul energy miliknya.
“Wah..aku sungguh terkesan, kau bahkan tidak merasa khawatir sama sekali, Yang Mulia!! Tetapi, soul energy milik kalian tidak akan pernah mengalahkan dark energy.” kata lureta sambil tersenyum sinis.
Lureta melancarkan serangan dark energy kepada abilerdo. Abilerdo bisa menghindar dari serangan lureta. Dan membalas balik serangan lureta kepadanya.
[Dia...dia bisa menghindar dari serangan nona lu?? Ini pertama kalinya aku melihat serangan dark energy nona lu bisa dihentikan.] gumam evan dalam hati dengan ekspresi bingung.
“Cihh..Dasar raja sialan!!” gumam lureta dengan ekspresi kesal.
Mereka semua terkesan dengan kekuatan abilerdo yang sangat luar biasa itu termasuk erik dan aina.
[Raja kunstkring benar-benar hebat!!] gumam erik dalam hati.
Lureta kembali menyerang abilerdo, tetapi serangannya bisa di tangkis oleh abilerdo.
“Apa orang yang menyuruhmu tidak mengatakannya??” kata abilerdo dengan nada dingin.
“Apa maksudmu?? Kata lureta dengan ekspresi bingung.
“Kekuatan dark energy pernah dikalahkan oleh kekuatan soul energy!! Sampai kapanpun, dark energy tidak akan pernah bisa mengalahkan soul energy!!” kata abilerdo dengan tatapan dingin sambil menyerang lureta.
Lureta terpental dan mulai merasa sakit dengan serangan abilerdo. Lureta mulai terpojok. Dia berpikir dan mencari cara untuk dapat mengalahkan abilerdo.
[Orang ini!! Dia terlihat sangat santai. Kekuatannya sangat berbeda dengan para prajuritnya tadi. Sial, apa yang harus aku lakukan??] Gumam lureta dalam hati dengan ekspresi panik.
“Nona Lu...” gumam evan dengan nada pelan yang terdengar khawatir.
“kak..Maksduku, Yang Mulia benar-benar hebat!!” gumam Kimberly sambil tersenyum.
Aina merasa sangat lega karena abilerdo dapat mengalahkan lureta. Namun, lureta menatap aina. Dia mulai memikirkan sebuah rencana.
“Aku akui kau sungguh kuat!! Tetapi...” kata lureta sambil tersenyum licik.
“Wanita iblis itu masih bisa tersenyum?? Harga dirinya tinggi sekali!!!” gumam Kimberly sambil tersenyum sinis.
Dengan cepat lureta sudah berada dibelakang aina.
“Tetapi, kau tidak akan mampu melindungi semua orang sekaligus...” kata lureta sambil tersenyum licik.
Abilerdo terkejut, lureta sudah berdiri tetap dibelakang aina.
“Aina!!” teriak erik, dirk, elbert, kinsey dan Kimberly.
[Aa..apa...] gumam aina dalam hati dengan ekspresi panik dan sedikit gemetar.
[Sudah kuduga, gadis biasa ini begitu penting untuk mereka semua!! Aku bahkan belum melakukan sesuatu padanya.] gumam lureta sambil tersenyum licik.
“Jangan sentuh dia!!” kata abilerdo dengan nada dingin.
Lureta memegang pundak aina dan mengalirkan kekuatannya kepada aina. Aina merasa tertekan dan kesakitan hanya dengan sentuhan lureta.
Dengan tubuh yang gemetar dan kesakitan, aina tertunduk dan perlahan mulai jatuh tersungkur.
[Apa yang terjadi pada tubuhku?? Kakiku sangat keram.] gumam aina dalam hati yang menahan rasa sakit.
“Jangan sentuh dia!!!” teriak abilerdo dan erik sambil menyerang lureta secara bersamaan.
Sayangnya, serangan erik dan abilerdo sama sekali tidak mengenai lureta karena lureta membuat sebuah tameng berbentuk persegi yanh didalamnya, hanya ada aina dan lureta sendiri.
“Sial..” gumam erik dengan nada kecil dan ekspresi khawatir.
Dirk, elbert, kinsey dan Kimmy merasa sangat cemas melihat aina yang ditawan dan menahan rasa sakit didepan mereka.
Lureta tertawa dengan sangat puas karena melihat ekspresi mereka semua.
“Ekspresi kalian sangat lucu!!!” kata lureta sambil tertawa.
[Kekuatan itu.. Aku ingat!! Itu adalah kekuatan yang bisa menghentikan gerakan seseorang!! Gadis bodoh itu sungguh sial, dia bahkan tidak bisa menggerakkan kepalanya sendiri.] gumam evan dalam hati.
Ekspresi khawatir dan kesal bercampur aduk dibenak abilerdo dan erik. Merka berdua pun menyerang tameng yang dibuat oleh lureta untuk menyelamatkan aina.
[Kenapa?? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi panik.
Aina masih tertunduk dan tersungkur didepan lureta. Sedangkan lureta merasa sangat puas melihat ekspresi erik dan abilerdo yang menyerang tameng yang dibuatnya.
Tameng lureta terbuat dari dark energy miliknya. Sekalipun diserang berkali-kali oleh abilerdo dan erik, tetapi tameng itu sama sekali tidak retak.
Rasa cemas dan khawatir mereka semua semakin bertambah melihat kondisi aina yang seperti itu.
Aina berusaha untuk dapat bergerak. Kepala aina yang tadinya tertunduk, mulai perlahan terangkat.
“Abi...abilerdo...” gumam aina dengan nada yang terbatas, sambil menatap abilerdo.
[Aina...] gumam abilerdo dalam hati dengan ekspresi khawatir.
[Ga..gadis ini bisa bergerak?? Mustahil!!] gumam lureta dalam hati dengan ekspresi terkejut dan bingung.
Abilerdo dan erik sudah tak tahan lagi melihat aina yang terlihat kesakitan. Mereka mulai memfokuskan kekuatan mereka dan menghancurkan tameng yang dibuat oleh lureta.
Tameng lureta pun mulai retak dengan perlahan.
[Tameng milikku... Retak??] gumam lureta dalam hati dengan ekspresi terkejut.
Abilerdo dan erik pun berhasil menghancurkan tameng milik lureta. Karena rasa panik, lureta segera menghindar dan meninggalkan aina.
Kekuatan lureta pun terlepas dari aina, karena kekuatan yang dia lancarkan kepada aina hanya berfungsi saat dia menyentuh tubuh seseorang saja.
Aina jatuh tepat saat lureta melepaskan kekuatannya. Walaupun aina masih sadar dan sudah bisa bergerak, namun aina masih merasakan kesakitan karena kekuatan lureta.
Abilerdo dan erik langsung berlari mendekati aina yang tergeletak kesakitan itu dengan penuh dengan rasa khawatir.
Aina berusaha untuk duduk sambil dibantu oleh abilerdo.
"Apa kau baik-baik saja??" tanya erik dengan ekspresi khawatir.
Sambil duduk perlahan, aina menatap abilerdo dan erik. Ekspresi mereka berdua sungguh sangat terlihat cemas.
"Ada apa dengan tatapan kalian?? Aku baik-baik saja, bodoh!!" kata aina dengan nada jutek sambil mencoba untuk tersenyum.
"Sikapmu masih saja seperti itu!!" kata erik sambil tersenyum lega.
Abilerdo merasa lega karena aina tidak apa-apa, begitu pula dengan Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly. Mereka merasa lega sambil berjalan kearah aina.
[Gadis itu bahkan masih bisa bergerak dan duduk seperti itu... Bukankah dia tidak memiliki kekuatan apapun?? cihh...] gumam lureta dalam hati dengan ekspresi kaget dan kesal.
"Evan!! Lakukan apa yang aku katakan." panggil lureta.
Lureta berbisik kepada evan dan memulai rencana barunya untuk menyerang mereka semua.
Abilerdo dan erik pun berbalik dan menatap dingin lureta. Mereka berdua terlihat sangat kesal atas apa yang dilakukan oleh lureta terhadap aina.
"Kalian jaga aina!! Aku akan buat perhitungan dengannya!!" kata abilerdo dengan nada kesal dan dingin.
"Aku juga!! Bukankah tujuannya sejak awal adalah aku?!" kata erik dengan nada dingin sambil menatap lureta.
...................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca