
Sinar matahari pagi yang menyinari kamar aina lewat jendela, memberikan kehangatan di pipi aina. Aina pun mulai bangun dari tidurnya, perlahan membuka matanya.
"hmmm... dimana ini?? kamar??" gumam aina yang saat membuka matanya terlihat langit-langit kamar penginapan.
Aina bangun dengan perlahan, dia merasa tubuhnya kaku karena hanya berbaring saja.
Saat dia mulai dalam posisi duduk di kasur nya, dia menengok kearah tempat duduk di samping jendela.
Untuk sesaat aina tertegun, melihat sosok seorang pria yang tertidur di tempat duduk itu, dengan wajah yang disinari matahari, sosok itu terlihat tampan.
[Bukankah itu... apakah dia menjagaku disini??] gumam aina dalam hati dengan wajah yang terpesona melihat abilerdo yang tidur.
"Ouuchh.. pinganggu!!!" gumam aina sambil memegang pinggangnya.
Suara aina membangunkan abilerdo dalam tidurnya.
"Apa kau baik-baik saja??" tanya abilerdo dengan wajah yang terlihat khawatir.
"A..aku baik-baik saja!!" kata aina dengan nada yang heran melihat wajah abilerdo yang terlihat khawatir.
"Maaf aku membangunkanmu!!" kata aina dengan nada bersalah.
"Apa kau semalaman berada disini??" tanya aina dengan nada yang terdengar sedikit malu dan wajah yang memerah.
"Aku hanya ingin memastikan keselamatanmu!!" kata abilerdo sambil memandang wajah aina.
[Apa!! dia mengkhawatirkanku?? apa hanya perasaan ku saja atau???] Gumam aina dalam hati.
Suasana pun menjadi hening, dan terasa sangat canggung. Aina merasa sangat malu, karena baru kali ini ada seorang pria yang menjaganya.
Dia bahkan duduk semalam hanya untuk menjaga aina. Aina yang cukup terlihat malu karena bertatapan dengan abilerdo, memalingkan wajahnya ke kanan dengan wajah yang memerah.
[Apa yang dia lakukan?? apa dia akan terus menatapku seperti itu?? Aku kan...] gumam aina dalam hati dengan wajah yang memerah.
"Kau jangan salah paham!! aku hanya ingin memastikan apakah kau baik-baik saja." kata abilerdo dengan nada yang dingin.
[Apa?? salah paham??] gumam aina dalam hati dan secara refleks memandang abilerdo yang berkata Seperti itu.
"Bukannya aku khawatir!! Walaupun kita baru bertemu, tetapi akulah yang membawamu kesini dan berada dalam bahaya!!" kata abilerdo dengan nada datar dan terkesan dingin, sambil berdiri dari tempat yang dia duduki.
"Apa maksudmu?? apa kau pikir aku berpikir yang tidak-tidak??" tanya aina dengan nada yang sedikit kesal.
"Aku tidak berkata seperti itu!! Aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang raja, dan tentu saja sebagai raja aku harus melindungi rakyatku, sama seperti yang kulakukan padamu saat ini!!" kata abilerdo dengan nada yang dingin.
"Kelihatanya kau baik-baik saja!! aku pergi dulu!!" kata abilerdo dengan nada datar sambil berjalan kearah pintu.
"Aku tak butuh perlindunganmu!!! Kau tak perlu repot-repot menjagaku!! Dan ingat, aku bukan rakyatmu!!" kata aina dengan nada yang sinis.
Abilerdo terhenti didepan pintu tepat saat dia akan membuka pintu itu, dan terlihat jelas wajahnya yang sangat kesal mendengar perkataan aina.
"Istirahatlah!!!" kata abilerdo dengan nada datar tanpa memalingkan wajahnya.
Abilerdo keluar dari kamar aina, dia masih berdiri tepat didepan kamar aina.
"Memangnya siapa juga yang meminta dia untuk menolongku, brengsek!!" gumam aina yang terdengar kesal.
"Dasar gadis jutek itu!!!" gumam abilerdo di depan kamar aina.
Dirk yang sudah bangun, menghampiri abilerdo yang bergumam sendiri di depan pintu kamar aina.
"Yang Mulia, apa anda baik-baik saja??" tanya Dirk dengan wajah kebingungan.
Abilerdo mengabaikan pertanyaan Dirk, karena dia masih sedikit kesal dengan kata-kata aina.
"Panggil elbert dan kinsey ke ruangan ku!!" kata abilerdo.
"Baik yang mulia!!!" kata Dirk.
[Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?? kenapa yang mulia terlihat kesal??] gumam Dirk dalam hati sambil berjalan ke kamar elbert dan kinsey.
Dirk, elbert dan kinsey pun berkumpul di kamar abilerdo. Mereka membicarakan rencana mereka untuk kembali ke istana kunstkring.
Tok.. tok.. tok!!! Bunyi pintu kamar aina.
"Masuk!!" kata aina.
"Nona jutek, ini makanan anda!! Karena tubuh anda masih lemah, jadi anda harus makan yang banyak untuk memulihkan kesehatan." kata Elbert dengan nada yang sedikit mengejek, Namum peduli dengan kesehatan aina.
"Non..nona.. jutek!!" gumam aina dengan nada yang kaku.
Elbert hanya tersenyum sambil meletakkan makanan aina di atas meja.
"Nada bicara mu sangat tidak enak di dengar!! " kata aina dengan nada jutek.
"Apa aku salah bicara nona??" kata elbert dengan nada menyindir.
"Jangan memanggilku dengan sebutan nona!!" kata aina dengan nada yang sinis.
"Kenapa?? bukankah terdengar lebih sopan??" kata elbert dengan tersenyum.
[Jika dia tersenyum terlihat lumayan tampan juga, dia memang pria yang tampan tetapi....] gumam aina dalam hati.
"Aku hanya merasa panggilan yang semanis itu tidak pantas keluar dari mulutmu!! terdengar sangat menjijikan!! apalagi senyummu itu, sama sekali tidak cocok dengan wajah kakek sepertimu!!" Kata aina dengan nada yang sinis dan mengejek.
[Aa..apa!! Gadis ini!!! Wajahnya cantik, tapi sifatnya sangat jelek!!!] gumam elbert dalam hati yang terlihat kesal.
"Walaupun begitu, aku juga termasuk salah satu pria paling tampan di kerajaan kunstkring!!" Kata elbert dengan nada yang meninggikan diri untuk mengalihkan kekesalannya.
"Tampan?? kata siapa?? Lucu!!!" kata aina dengan nada sinis sambil tersenyum mengejek.
"Kau..!!!" kata elbert dan mencoba menenangkan diri.
"Makanlah selagi masih hangat, aku pergi dulu!!" kata elbert dan memalingkan tubuhnya sambil mulai beranjak dari kamar aina.
"Tunggu!! aku ingin bertanya padamu!!" kata aina dengan tegas.
Elbert terdiam dari langkahnya, dia memalingkan tubuhnya kearah aina.
"Aku hanya ingin tahu dunia ini seperti apa!! Tempat ini penuh dengan hal-hal aneh, sejak aku tiba disini aku selalu merasa tak ada tempat yang aman, kekuatan-kekuatan yang kulihat, aku sama sekali tidak mengerti!!!" kata aina dengan penuh rasa ingin tahu.
Elbert masih terdiam menatap aina, dan tentu saja elbert bisa mengerti dengan perasaan aina.
Awalnya elbert berfikir bahwa aina adalah salah satu orang yang diutus raja melville, tetapi entah kenapa dia merasa bahwa aina bukanlah gadis seperti itu.
Elbert juga merasa bahwa aina hanya seorang gadis manusia yang tidak memiliki soul energy. Jadi dia tidak mungkin bisa menjadi salah satu orang dari raja melville.
Tetapi disisi lain Elbert sangat penasaran dengan tubuh aina yang mengeluarkan cahaya dan bagaimana bisa seorang gadis bisa keluar dari kegelapan yang di buat oleh violet.
Bukan hanya elbert saja yang merasa penasaran, Abilerdo, Dirk dan kinsey juga penasaran dengan cahaya itu, bahkan sempat terkejut dengan kemunculan aina.
Elbert pun duduk di kursi samping tempat tidur aina. Entah kenapa dia juga merasa harus menceritakan kisah dunia ini pada aina.
"Baiklah, karena aku pria yang baik, aku akan sedikit bercerita!!!" kata elbert.
"Bagaimana kalau aku awali dengan legenda 3000 tahun yang lalu!!!" kata elbert.
[3000 tahun yang la..lu..??] gumam aina dengan wajah kebingungan.
"Legenda raja yang jahat dan ratu yang baik!! untuk jelasnya raja terjahat didunia Melville dan ratu tercantik didunia Alesa atau biasa dikenal dengan sebutan Sun Queen!!!" kata elbert dengan nada yang serius.
"Sun... Queen...." Gumam aina dengan wajah kebingungan.
.................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya:)
Dukungan kalian membuat novel ini bisa update terus dan terus.
Dukungannya lewat vote, like dan favoritkan.
Terima Kasih sudah membaca :)