
Kemarahan abilerdo semakin memuncak saat dia menangkap aina, tubuh aina sangat dingin bagaikan mayat.
"Yang mulia!! biar saya membantu anda!!" kata elbert.
"TIDAK!!! Ini urusanku dan dia!!!" kata abilerdo yang terlihat sangat marah.
Elbert hanya diam, walaupun dia sangat ingin membantu abilerdo, tetapi dia tidak bisa berbuat apapun karena elbert menyadari betapa marahnya raja itu.
Elbert terlihat takut, juga sangat memahami abilerdo, karena tak biasanya abilerdo bisa semarah itu, dan disaat abilerdo benar-benar marah, tak ada satupun yang dapat menghentikan abilerdo.
"Apa kau pikir aku takut dengan gertakan seperti itu??" kata aina palsu yang sedang menutupi ketakutannya.
"Gertakan??" kata abilerdo dengan nada yang dingin, dan hawa membunuh yang terlihat jelas dari tubuhnya.
"Pertama, aku akan menyingkirkan wajah palsu mu itu!!!!" kata abilerdo dengan nada dingin, dan dengan cepat sudah berada tepat di depan aina palsu itu.
Aina palsu itu kaget dengan kecepatan abilerdo yang sudah berada tepat didepannya sambil memegang wajah aina palsu itu, hanya dengan satu tangan saja.
Abilerdo pun mengeluarkan teknik "soul energy" miliknya untuk mengubah aina palsu itu ke wujud aslinya.
Dalam sesaat aina palsu itu berubah ke wujud asalnya. Dirk, elbert, dan kinsey terkejut melihat wujud dari aina palsu itu.
"Dasar bocah ingusan!!!" kata elbert dengan nada yang menyindir.
[Ba..bagaimana bisa dia mengembalikan ku kewujud asli ku dengan hanya satu serangan saja??] gumam aina palsu itu dengan wajah yang tak percaya.
"Bocah!!" kata abilerdo dengan nada yang dingin dan menyindir.
Abilerdo sama sekali tidak terlihat heran dengan wujud aina palsu itu, tubuhnya memang terlihat seperti bocah yang berumur 14 tahun, tetapi sebenarnya dia berusia 18 tahun, setahun lebih muda dari aina.
"hah.. ku kipir kau wanita tua yang berumur 40 tahun, ternyata hanya seorang gadis cilik saja!!!" kata kinsey sedikit terkejut, namun tertawa kecil seakan mengejek aina palsu itu.
"Gadis cilik, lebih baik kau pulang dan belajar tata Krama saja sana!!" kata elbert dengan nada yang mengejek.
"Kalian.... bentuk fisikku memang sepeti ini, tetapi aku sudah cukup dewasa untuk membunuh kalian semua!!" kata aina palsu itu yang terlihat kesal.
"Wahh.. aku takut!!" kata kinsey sambil tertawa.
[Cihh...] Gumam aina palsu itu dengan wajah yang kesal.
"Aku lupa, namaku bukan gadis cilik, kalian bisa memanggilku VIOLET!!!" kata vilotet (aina palsu) sambil menyerang abilerdo.
Violet pun mulai melancarkan serangan demi serangan, tetapi tak ada satupun yang bisa kena. Dan abilerdo sendiri hanya menghindar tanpa membalas serangan violet.
"Apa kau takut?? dari tadi kau hanya terus menghindar!!!" kata violet yang terlihat kesal.
"Yang mulia bukan menghindar, tetapi sudah jelas dia tidak ingin menyerang seorang gadis kecil sepertimu!!!" kata kinsey sambil tersenyum mengejek.
Violet mulai terlihat sangat marah dengan ejekan yang dia dengar, dia pun mengfokuskan Soul Energy miliknya dan memulai serangan yang sangat dahsyat.
[Aku bisa merasakan, energy soul dalam dirinya meningkat!!] gumam Dirk dalam hati.
Elbert dan kinsey juga merasakan hal yang sama, dan tentu saja abilerdo menyadari kekuatan dahsyat yang mulai keluar dari kedua tangan violet.
Kekuatan violet terkumpul dan keluar dari kedua tangannya, membentuk bola yang memancarkan sinar berwarna ungu.
"Kekuatannya mulai meningkat!!" kata kinsey yang sedikit terkejut.
"Aku pasti akan membunuh kalian semua!!" kata violet dengan nada yang terlihat kesal.
Violet pun mengarahkan kekuatannya ke arah abilerdo, dan tanpa segan melancarkan serangan yang kuat itu ke arah abilerdo.
"Apa kau pikir, serangan kecil ini bisa menyentuh ku!!?" kata abilerdo dengan nada yang tenang dan wajah yang masih terlihat marah.
Abilerdo dengan cepat menangkis serangan violet dengan soul energy miliknya, abilerdo mengeluarkan soul energy dalam bentuk pedang yang terbuat dari energi.
Pedang yang terbuat dari soul energy abilerdo, memancarkan kilauan merah yang terlihat seperti api berwarna merah.
Abilerdo membelah kekuatan violet dengan pedang merah membara miliknya, dan dengan capat melancarkan serangan balasan kepada violet.
Violet terkejut sesaat kerena abilerdo bisa mematahkan serangannya dengan mudah, dan violet tak bisa menghindar balasan serangan dari abilerdo.
Kilauan merah membara melaju tepat kearah violet.
"Aahh!!!!" Teriak violet dan kemudian jatuh dari atap.
Violet terlihat sangat kesakitan, walaupun dia mencoba untuk berdiri tetapi tubuhnya sudah tak mampu lagi.
Abilerdo hanya melancarkan satu serangan saja dan membuat violet tak bisa membalas lagi.
Abilerdo pun turun dari atap, dan mulai mendekati violet.
"Siapa yang mengutusmu???" tanya abilerdo dengan nada yang terdengar tegas.
Violet yang tergeletak di tanah itu, hanya diam sambil melihat kearah abilerdo.
"Apa kau pikir aku bekerja untuk seseorang?? tentu tidak!!! sungguh bodoh!!" kata violet dengan nada yang mengejek.
"Benarkah?? apa kau pikir aku akan percaya!!!" kata abilerdo dengan nada yang dingin.
"Sebaiknya kau menjawab pertanyaan ku!!! apa kau pikir aku tidak tahu asal dari Soul Energy milikmu??" kata abilerdo dengan senyum dingin dan terlihat menyeramkan.
[Apa!!! tidak mungkin dia bisa tahu!!] Gumam violet dalam hati yang terlihat gugup.
"Aku bertanya untuk yang terakhir kali!! siapa yang menyuruhmu???" tanya abilerdo dengan tegas dan nada yang sangat dingin.
[Tidak.. aku tidak bisa mengatakannya!! jika tidak keluarga dan desaku akan.....] Gumam violet dalam hati yang terlihat lebih gugup dan takut dari sebelumnya.
Abilerdo terus menatap violet dengan tatapan dingin dan memancarkan aura yang ingin membunuh.
Sedangkan violet tak bisa berkata apapun, tetapi terlihat jelas ada keraguan, dan ketakutan dari wajahnya.
..............................
Apa sih soul energy itu???
hmmm... penasaran??
Yuk Nantikan kelanjutan episodenya.
Dan jangan lupa dukung aku dengan cara vote, like, dan favoritkan, oke?
Dukungan kalian membuatku ingin terus menulis :)
Terima Kasih sudah membaca :)