
Semua yang berkerja di istana terlihat sangat sibuk dan antusias mempersiapkan pesta. Karena selama ini, abilerdo sangat jarang mengadakan pesta di istana kunstkring.
Para bangsawan dan orang-orang penting di undang oleh abilerdo dalam pesta ini, bahkan raja, ratu, pengeran, putri dari kerjaan aeres, ignoria, Arterias diundang oleh raja kerajaan kunstkring dalam pesta.
Sementara itu, karin dan lyli sibuk menyiapkan gaun untuk aina. Abilerdo memerintahkan untuk mendisain gaun khusus untuk aina, itu semua saran dari elbert.
Dirk yang memberitahukan situasi pada elbert dan kinsey setalah abilerdo mengatakan untuk mengadakan pesta.
"Baru kali ini aku melihat istana seperti hidup." Kata Elbert.
"Kenapa Yang Mulia tiba-tiba ingin mengadakan pesta??" Kata kinsey sambil berpikir.
"Kinsey, apa kau tidak menyimak apa yang aku katakan kemarin??" kata Dirk.
"Apa?? Yang kau katakan kan Yang Mulia ingin mengadakan pesta. Kau tidak mengatakan alasannya." Kata kinsey.
"Dasar otak udang!! Apa dirk harus menjelaskannya secara rinci?? tak bisakah kah mencernanya sendiri??" Kata elbert.
"Mercerna apa?? Makanan?? Ohh iya.. pasti akan banyak makanan enak." kata kinsey dengan polosnya.
"Aku benar-benar penasaran, Apa yang ada didalam otakmu yang besar itu??" kata elbert sambil menatap kepala kinsey.
"Kenapa kau menatap kepalaku seperti itu?? apa aku mengatakan sesuatu yang salah?? lagipula, sejak aku keluar istana, aku tidak pernah makan makanan istana yang lezat." Kata kinsey sambil membayangkan makanan lezat.
"Jika aku terus bicara denganmu, aku takut gula darahku akan naik!!" kata elbert dengan wajah kesal.
"Dirk, sebaiknya kita menemui raja!!" kata elbert sambil menggadeng Dirk pergi.
"Hei.. Tunggu aku!!" kata kinsey sambil menyusul Dirk dan elbert.
Aina yang duduk di kamarnya tidak begitu antusias dengan pesta yang akan di adakan pada besok hari.
Didalam pikiran aina, dia hanya ingin secepatnya menemukan yuki dan pulang ke dunia mereka.
Tok..tok..tok!! Bunyi pintu kamar aina.
"Masuk!!" kata aina.
"Nona, gaun anda sudah siap!!" kata lyli dengan penuh semangat.
Aina sama sekali tidak tertarik dengan apa yang dikatakan lyli. Karin pun membawa gaun yang masih berada dalam kotak itu dan masuk kekamar aina.
"Ohh.." kata aina yang terkesan biasa-biasa saja.
[Sepertinya nona tidak bersemangat!!] Gumam lyli dalam hati.
Karin membuka perlahan kotak yang berisikan gaun itu dan memakaikan gaun itu di sebuah menakin yang sudah disiapkan di kamar aina.
Aina terlihat tidak peduli, dia bahkan tidak memandang gaun itu sedikitpun.
"Nona, lihatlah!! betapa cantiknya gaun ini." kata lyli dengan penuh semangat.
Aina hanya diam memandang keluar jendela kamarnya.
"Nona, Yang Mulia menyiapkan secara khusus gaun ini untuk anda." kata karin.
Aina terkerjut dan memalingkan wajahnya kearah gaun itu. Gaun berwarna merah yang terlihat sangat mahal dan cantik.
"Nona, Gaun ini didisain oleh penjahit yang terkenal di kerajaan kunstkring. Dan juga gaun ini hanya ada satu-satunya didunia." kata karin.
[Apa?? satu-satunya?? Apa yang dipikirkan pria arogan itu??] Gumam aina dalam hati.
"Aku tidak peduli!! Aku juga tidak begitu suka memakai gaun!!" kata aina dengan nada cuek.
[Yaa ampun nona!!! kenapa nona sepertinya tidak terkesan?? gaun ini bahkan sangat mahal. Apalagi raja sendiri yang memilih gaun ini, tak biasanya raja memperlakukan seorang wanita dengan spesial] Gumam lyli dalam hati.
"Kalian tenang saja!! Aku akan memakai gaun ini, sebagai rasa terima kasihku padanya!!" kata aina dengan nada datar.
[Nona, bisakah anda tidak mengatakannya dengan nada seperti itu?? huft..] Gumam karin dalam hati.
"Kalian pergilah!! aku akan memanggil kalian, jika aku butuh sesuatu." Kata aina.
Karin dan lyli keluar dari kamar aina dengan wajah yang tidak puas. Mereka tidak habis pikir dengan sikap aina.
Bagi para gadis di kerajaan kunstkring, abilerdo adalah seorang raja yang bijaksana dan sangat tampan. Impian para gadis adalah bisa menikah dengan abilerdo, bahkan menjadi dekat dengan abilerdo saja sudah membuat para gadis sangat bahagia.
Tetapi sayangnya abilerdo tidak pernah melirik satu gadis pun di kerajaan kunstkring, dia bahkan bersikap biasa saja yang terkesan dingin jika berhadapan dengan seorang gadis.
Akhirnya hari dimana pesta di adakan pun datang.
Kemewahan gedung aula istana terasa ramai dengan adanya para undangan yang terlihat elegan dan mempesona.
Para bangsawan dari kerajaan lain juga turut hadir meramaikan pesta. Hanya kerajaan Ignoria yang datang dengan perwakilan, selain itu raja, ratu, pangeran dan putri kerjaan lain turut hadir dalam pesta.
"Yang Mulia Raja Abilerdo tiba!!" Kata perdana menteri.
Abilerdo berjalan masuk kedalam aula istana yang diikuti oleh Dirk, elbert, dan kinsey. Yang disertai tepuk tangan para tamu undangan.
Abilerdo berjalan kearah bangsal dan naik untuk menyapa para undangan. Disaat abilerdo sedang berbicara didepan, bisikan-bisikan para putri bangsawan dan para putri kerajaan lain terdengar.
"Kyaa.. Yang Mulia masih sangat tampan!!"
"Yang Mulia sangat cocok menggunakan baju bangsawan itu!!"
"Warna putih sangat pas dengan wajah yang mulia yang tampan!!"
" Aku sangat ingin berdansa dengan yang mulia!!"
"Andai saja aku bisa menikah dengannya!!"
Setelah selesai berbicara, abilerdo turun dari bangsal dan menyapa raja aeres dan raja arterias.
Tetapi abilerdo merasa gelisah, walaupun dia bisa menutupinya tetap saja hatinya gelisah, karena aina belum juga datang.
Dirk mendekati abilerdo dan membisikkan bahwa aina sudah dalam perjalanan menurut perkataan kepala pelayan (dorris).
Mendengar perkataan dirk, abilerdo terlihat lega. Abilerdo menyuruh Dirk untuk mempersiapkan apa yang menjadi tujuan pesta ini.
Kemudian Dirk menghampiri perdana menteri dan mengatakan untuk segera bersiap. Perdana menteri sudah tahu tujuan pesta diadakan.
Dua hari sebelum pesta diadakan, abilerdo menyuruh perdana menteri untuk datang ke ruangannya.
Abilerdo mangatakan tujuannya untuk mengadakan pesta penyambutan aina, walaupun perdana menteri sedikit penasaran dengan aina, tetapi perdana menteri tidak berani untuk bertanya pada abilerdo.
Abilerdo mengerti bahwa perdana menteri merasa sangat penasaran, abilerdo yang sudah menganggap perdana menteri seperti keluarganya sendiri menceritakan tentang aina dan bagaimana mereka bertemu.
Perdana menteri yang kala itu mendengar cerita abilerdo, terus menerus terkejut. Disisi lain perdana menteri bisa memahami apa yang dirasakan abilerdo, yaa.. walaupun abilerdo tidak mengerti dengan perasaan abilerdo sendiri, karena bagi perdana menteri abilerdo sudah seperti putranya sendiri.
Setelah mendengar perkataan Dirk, perdana menteri naik ke bangsal dan menyambut kedatangan aina dengan suara yang lantang.
Aina yang sudah berdiri di luar mulai bersiap masuk ke aula dengan wajah yang terlihat biasa-biasa saja, dia tidak tahu bahwa didalam aula ada begitu banyak orang penting.
Bagaimana aina bisa tahu, mendengar abilerdo akan mengadakan pesta saja, aina terlihat tidak peduli.
Pintu masuk aula istana terbuka dengan perlahan.
"Putri Aina telah tiba!!" Kata perdana menteri dengan lantang.
[Putri?? Apa aku tidak salah dengar?? Dan kenapa banyak sekali orang?? Aahhh... Tenang aina, tenang, kau harus bersikap tenang!!] Gumam aina dalam hati.
Aina melangkahkan kaki dan masuk ke aula istana, gaun merah yang elegan, wajah yang terlihat sangat cantik dengan rambut pink ikal yang terlihat disanggul dengan sedikit rambut belakang yang tidak di sanggul, membuat penampilan aina terlihat layaknya seorang bidadari.
Semua mata tertujuh pada aina yang memasuki aula istana itu, dengan penuh percaya diri aina melangkahkan kaki dengan anggun sambil tersenyum manis.
Betapa terkejutnya seisi aula istana yang melihat aina.
Dirk, elbert, kinsey sampai kehabisan kata-kata melihat kecantikan dan keanggunan aina.
Dag..dig...dug!! suara jantung abilerdo yang berdetak tidak karuan menggetarkan seluruh tubuhnya sampai membuat wajahnya merona.
[Ga..gadis ini....] Gumam abilerdo dalam hati.
...............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya:)
Jangan lupa vote,like dan favorit kan.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca